Leadership

10 Cara Menginvestasikan Kekuatan untuk Meningkatkan Kualitas Diri

 

   

Kita mengenal investasi dalam sebuah bisnis selalu berkutat dengan uang. Tapi sebenarnya dalam kegiatan sehari – hari, setiap dari kita tentu akan melakukan investasi itu sendiri. Baik dalam bentuk materi, tenaga ataupun waktu dan fikiran. Saat kita berhasil menginvestasikan itu semua dengan baik, tentu apapun yang kita rencanakan dan kerjakan akan terselesaikan dengan sangat baik. Lebih – lebih waktu yang kita investasikan dapat memberikan kita kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di dalam diri kita.

Bahkan investasi yang kita miliki akan sangat bermanfaat untuk orang lain. Kita bukan hanya bisa membantu sesama yang membutuhkan tapi juga bisa menjadi tumpuan bagi teman, rekan kerja, keluarga bahkan karyawan. Dan untuk melakukan hal itu, ada beberapa saran yang bisa mulai Anda terapkan sejak dini.

1. Tidur, makan, berolahraga, bersantai, bersosialisasi dan merenungkan berbagai macam hal dengan sangat baik. Tidak perlu menjadi orang yang pandai mengatur to do list. Hanya saja kita perlu memiliki lebih banyak kesadaran untuk segala macam urusan itu sendiri. Kita bisa bermeditasi atau melakukan hal yang berkaitan dengan spiritual dan dimulai dari hal – hal kecil. Jangan memaksakan apapun untuk menjadi seimbang. Terus berlatih dan memberikan koreksi untuk diri sendiri atas apapun yang sudah dicapai.

2. Pelajari apapun yang Anda dapatkan setiap harinya. Tidak ada pengalaman yang sia – sia untuk kemudian dijadikan bekal pelajaran untuk masa depan. Setiap apa yang kita lalui tentu memberikan kesan dan nilai yang tentu berbeda. Itu sebabnya kita perlu mengevaluasi dan menjadikannya pelajaran.

3. Salah satu hal yang harus dilakukan ketika ingin memanfaatkan waktu dengan baik adalah dengan melakukan segera apa yang kita fikirkan. Terkadang kita ingin melakukan ini itu saat itu juga, tapi terlalu banyak berfikir membuat kita mundur melakukan hal itu. Jika ingin melakukan sesuatu, lakukanlah segera. Jika memang tidak maka jangan lakukan dan berhenti memikirkan hal itu lagi.

4. Beranilah untuk berkata tidak. Kita diharapkan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat. Dan itu membutuhkan fokus yang tidak sedikit. Dan akan ada saja hal yang mengganggu kita untuk fokus. Jika Anda ingin membantu orang, cari tahu terlebih dahulu apakah mereka akan mengganggu banyak waktu Anda atau hanya sekedar meminta bantuan kecil saat Anda sibuk. Beranilah menolak dan berkata tidak. Sekalipun Anda ingin membantu, cobalah untuk menjelaskan bahwa Anda akan membantu mereka setelah pekerjaan utama Anda selesai.

5. Ketahuilah apa yang menjadi kekuatan Anda, dan lakukanlah!

6. Menopang kelemahan di bidang utama kita. Jangan berfikir bahwa kelemahan hanya akan merugikan kita. Dari situlah kita akan banyak belajar dan mengasahnya menjadi sebuah kelebihan. Ada kalanya kita menggunakan 80% usaha dan mendapatkan 20% hasil darinya. Dengan mengasah kelemahan, kita bisa saja hanya perlu mengeluarkan usaha sebesar 20% untuk 80% hasil. Gunakan saja 4 jam kerja dalam seminggu untuk mengevaluasi dan mengasah apa yang menjadi kelemahan diri kita.

7. Perbanyaklah membaca. Entah apa yang Anda baca, jangan pernah berhenti belajar dari bacaan. Koran, majalah, buku, blog ataupun sekedar brosur yang ada di rumah makan. Carilah topik menarik atau yang Anda minati. Bacalah dengan format yang Anda suka dan carilah sudut yang membuat Anda nyaman membaca dan dengan mudah meresapinya. Jangan memaksa memahami, rasakan saja setiap kalimatnya. Dengan begitu Anda akan lebih mudah memahaminya.

8. Memperhitungkan resiko yang ingin diambil. Karena melakukan hal yang sama berkali – kali akan sangat membosankan. Dan kita akan menjadi sangat bodoh ketika melakukan kesalahan yang sama berkali – kali.

9. Asumsikan “Ini” dengan “Itu”. Kita sadar bahwa tidak ada penyesalan di depan sebuah kejadian. Anda harus bisa mengasumsikan sebuah permasalahan dengan hal yang berbeda. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kegagalan dan kesalahan yang pasti akan terjadi.

10. Jangan lakukan hal yang tidak Anda nikmati. Keterkaitan dengan kondisi nomor 6. Tapi di sini berbeda dalam hal bahwa itu mungkin tidak menjadi kelemahan kita saat ini. Tapi kita harus mau melakukan dengan cepat dan lebih efektif.

Baca juga:

Jika Ingin Karir Terselamatkan, Jangan Memaksakan Diri untuk Multitasking

10 Tindakan Nyata untuk Bisa Lebih Memahami Pelanggan

Ingin Jadi Produktif? Ini 10 Tips Melatihnya

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *