Technology

10 Perusahaan Paling Berpengaruh di Dunia Cloud Computing

 
  • 1
    Share

   

Komputasi Cloud dianggap mampu mengubah gaya hidup anda. Bayangkan kondisi dimana anda tidak perlu lagi pergi ke kantor untuk sekedar mengambil dokumen. Kemudian untuk share dokumen, anda tinggal submit melalui device di tangan anda. Semua hal ini dilakukan sembari anda duduk-duduk manis di rumah.

Cloud digadang-gadang akan menggantikan konsep PC di masa depan. Namun perubahan ini tidak akan terjadi begitu saja. Saat ini, pemain – pemain besar di dunia Cloud Computing tengah berlomba-lomba untuk mengenalkan Cloud pada masyarakat. Mereka punya strategi dan taktik yang bermacam-macam; dari mulai membagikan semuanya secara cuma-cuma, hingga memonopoli semuanya yang berkaitan dengan Cloud.

Berikut 10 perusahaan paling berpengaruh tersebut, lengkap dengan strategi-strategi yang mereka terapkan. Semoga bermanfaat untuk pengalaman Cloud anda ;-)

#10: Verizon memegang mayoritas infrastruktur layanan Cloud di genggamannya.

Tahun lalu, Verizon mengakuisisi Terremark dengan harga $1.8 milyar. Di dalam kesepakatan ini, Verizon menarik CTO Terremark: John Considine. Dia dikenal sebagai pendiri CloudSwitch, sebuah startup yang bergerak di bidang layanan Cloud. Dari sini, Verizon langsung menjadi salah satu pesaing besar di antara penyedia telekomunikasi Cloud, berhadapan langsung dengan AT&T. Penyedia telekomunikasi Cloud seperti Verizon dan AT&T memegang kontrol terhadap infrastruktur komputasi Cloud dan pipa jaringan yang menghubungkan antara customer dengan penyedia jasa layanan Cloud. Jadi, bayangkan jika mereka tidak ada.

10-Terremark-CTO-John-Considine

CTO Terremark, John Considine

#9: VMware menjual software yang digunakan perusahaan besar untuk membangun Cloud sendiri.

VMware tidak menawarkan layanan Cloud sendiri. Dia mengembangkan vCloud. Sebuah software yang memudahkan perusahaan-perusahaan besar untuk membangun Cloud mereka sendiri. VMware sejauh ini mengklaim setidaknya sudah ada 100 Cloud yang dibangun dengan vCloud. Verizon salah satunya. Semakin banyak Cloud yang dibangun dengan vCloud, maka semakin mudah bagi perusahaan-perusahaan untuk memindahkan software mereka dari satu datacenter ke datacenter lain melalui VMware dan Cloud yang berbeda-beda.

#8: Linode adalah layanan Cloud terfavorit versi pengguna Linux.

Ada banyak sekali metode untuk membangun Cloud. Linode terkenal dengan caranya sendiri, yaitu harga paten. Cloud dengan harga paten biasanya lebih dikenal dengan sebutan VPS atau Virtual Private Server. VPS milik Linode dibangun dengan dasar sistem operasi Linux, dan modelnya banyak ditiru di seluruh dunia. Sehingga pamor Linode cukup berkibar di antara pengguna Linux. Linode juga biasanya menjadi pelarian bagi mereka yang sedang mencari alternatif dari layanan Cloud milik Amazon: Amazon Web Service.

#7: Salesforce telah lama menyerukan ajakan Cloud.

Salesforce tidak hanya memberikan contoh pada dunia bahwa software dapat dibeli sebagai layanan, namun dia juga memiliki salah satu layanan populer yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Cloud milik industri-industri rumahan. Yaitu Heroku. Salesforce membeli Heroku pada tahun 2010 dengan $212 juta. Sejak saat itu, banyak developer yang mengelu-elukannya karena kepraktisan yang ditawarkan Heroku dalam mengirimkan apps mereka ke dalam Cloud. Heroku jadi salah satu apps yang paling banyak digunakan oleh developer berbasis Ruby, Java, Python, dan Node.js.

7-Salesforce-CEO-Mark-Benio

CEO Salesforce, Mark Benioff

#6: Citrix System sukses menantang VMware secara langsung.

Citrix adalah perusahaan lain yang mengembangkan software pembangun Cloud. Citrix membeli startup Cloud.com sejak setahun lalu dengan harga lebih dari $200 juta. Dari Cloud.com, Citrix pun mendapat akses langsung ke software Cloud berbasis open source. Software ini kemudian dilempar ke Apache Foundation, sebuah kelompok non-profit yang sukses mengembangkan banyak sekali proyek-proyek berbasis open source. Dari sinilah kemudian CloudStack lahir. Hingga kini, tersedia pilihan antara membeli vCloud milik VMware atau mendapatkan CloudStack secara gratis. Meskipun tentu saja, Citrix juga punya versi komersialnya sendiri. Namun dengan memasarkan CloudStack, secara tidak langsung akan membantu kompetisi Citrix melawan VMware.

#5: Red Hat mengembangkan aplikasi secara sukarela.

OpenShift milik Red Hat adalah salah satu produk yang cukup kontroversial. Mengingat keberadaannya justru untuk memperkuat produk milik penyedia Cloud yang sama sekali tidak berkaitan dengan Red Hat. Yaitu Amazon Web Service. Keberadaan OpenShift memang difungsikan agar  para pecinta Linux bisa dengan mudah mengirimkan aplikasi mereka ke dalam layanan Cloud milik Amazon itu. OpenShift pada dasarnya merupakan pesaing dari Heroku, yang mana digunakan untuk mengirimkan aplikasi berbasis Java, Ruby, PHP, Perl, dan Python ke dalam layanan Cloud. Namun tujuan utama dibuatnya OpenShift adalah untuk menunjukkan bahwa teknologi Red Hat juga mampu bersaing dengan VMware. Demikian kata Jackie Yeaney, wakil presiden eksekutif Red Hat.

5-RedHat-VP-Jackie-Yeaney

VP RedHat, Jackie Yeaney

#4: Google terlahir di Cloud.

Google melakukan banyak hal di dalam dunia Cloud. “Google App Engine” salah satunya. Layanan ini merupakan opsi lain yang cukup populer sebagai tempat bagi para developer untuk menitipkan aplikasi (Java & Python) mereka. Atau baru-baru ini ada “Google Drive”, yang kemudian menjadi saingan kuat bagi layanan penyimpanan berbasis Cloud seperti Dropbox dan Microsoft SkyDrive. Dan Google tampaknya tidak akan pernah berhenti bereksperimen di dunia Cloud. Misalnya melalui pengembangan “Google CloudPrint”, “Google Cloud Storage”, hingga pengembangan ChromeOS; sebuah konsep futuristik yang berlandaskan pada ide tentang bagaimana sebuah komputer mampu menjalankan setiap aplikasi dari Web tanpa harus install dulu di komputer.

4-Google-CEO-Larry-Page

Tentu saja, Larry Page

#3: Microsoft datang terlambat, namun mereka mampu membangun pasar dengan cepat.

Microsoft juga punya layanan Cloud besar untuk kelas enterprise. Yaitu Azure. Layanan ini telah lama dinantikan oleh jutaan developer yang terlanjur menulis aplikasi untuk platform Microsoft. Azure menawarkan sejumlah fungsi menarik. Contohnya Media Services untuk streaming video. Selain itu, Microsoft selalu memastikan agar Azure dapat bersaing secara harga dengan layanan Amazon. Sehingga harga layanan Azure tidak terpaut jauh dari layanan Cloud milik Amazon. Rumor yang beredar bahkan menyatakan bahwa Azure sebentar lagi juga akan mendukung sistem operasi Linux, sehingga dapat dipastikan bahwa persaingan mereka dengan Amazon akan semakin memanas.

3-Microsoft-Steve-Ballmer

Steve Ballmer dan Bill Gates

#2: Rackspace memimpin koalisi besar untuk software Cloud gratisan.

Rackspace tidak ingin membayar perusahaan seperti VMware untuk mendapatkan software yang tidak mampu mereka kontrol sendiri. Maka mereka bekerjasama dengan NASA. Dan mengembangkan software pembangun Cloud yang luar biasa: OpenStack. RackSpace kemudian menggandeng semua pemain Cloud di dunia, di mana lebih dari 160 di antaranya bersedia ikut serta. Mereka bersama-sama menggarap sistem OpenStack agar unggul, dan tetap gratis. Dari sini, RackSpace berhasil berkompetisi dengan vCloud VMware dan CloudStack Citrix (meskipun rupanya Citrix merupakan salah satu peserta yang ikut serta berkontribusi dalam pengembangan OpenStack).

#1: Tentu saja Amazon.

Tidak perlu dipertanyakan lagi siapakah pemain Cloud yang paling berpengaruh di dunia. Yaitu Amazon. Mungkin kedengarannya liar sekali jika membayangkan sebuah perusahaan yang ditemukan untuk menjual buku justru menjadi pemicu revolusi besar di industri TIK. Namun itulah faktanya. Amazon merupakan perusahaan yang paling inovatif di dunia. Dia berprinsip seperti startup: jadi yang pertama, dan selalu selangkah lebih maju.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 1
    Share

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *