Running A Business

10 Teknik Luar Biasa Membuat Orang Mau Melakukan Apapun untuk Kita

 
  • 91
    Shares

   

Pernahkah kamu membayangkan bisa mempengaruhi seseorang untuk melakukan hal yang kita minta atau perintahkan? Terlepas dari apa itu hipnotis dan hal magic lainnya. Karena pada dasarnya setiap orang memang mudah menerima segala informasi. Mereka juga mudah melakukan apapun yang kita perintahkan, tapi dengan syarat saat perintah itu benar-benar menyentuh dasar dari alam bawah sadar mereka.

Sebuah penelitian di bidang psikologi menunjukkan bawha ada banyak cara yang bisa kita lakukan jika kita ingin membuat orang mau melakukan apapun yang kita inginkan. Bahkan tanpa mereka sadari jika kita sudah membujuk mereka melakukannya untuk kita. Bukankah sebagai seorang pebisnis atau sales sebuah perusahaan, inilah yang kita butuhkan. Mempengaruhi orang lain untuk mau membelanjakan uangnya kepada bisnis kita. Jelas karena mereka butuh dan mau menggunakan solusinya pada bisnis kita.

Businessinsider.com menguraikan 10 teknik yang sangat luar biasa untuk membuat orang menyukai kita, ucapan dan perilaku kita, sampai mau melakukan apapun yang kita inginkan. Mau tahu apa saja?

1. Gunakan “umpan”

Salah satu yang bisa kita lakukan untuk membuat orang yang datang mau membeli produk kita adalah dengan memberikan umpan kepada mereka. Umpan yang seperti apa? Umpan disini bukan hanya sekedar hadiah atau diskon yang bisa menarik perhatian mereka. Tapi lebih dari itu.

Saat kita menjual sebuah majalah secara online dan memberikan harga 50.000 rupiah, lalu untuk edisi cetaknya kita hargai 85.000 rupiah, dan 85.000 rupiah untuk edisi online dan cetaknya. Jika Anda yang menginginkan majalah ini, manakah yang Anda beli?

Percobaan yang dilakukan membuktikan, bahwa pelanggan akan lebih memilih untuk membeli majalah dengan edisi online dan cetaknya, karena harga yang ditawarkan sama saja dengan harga edisi cetaknya. Pilihan inilah yang membuat pelanggan mau memikirkan langkah selanjutnya.

Dengan kata lain, jika kita mengalami kesulitan menjual produk yang lebih mahal diantara 2 produk. Cobalah untuk memberikan 1 lagi pilihan ketiga yang fungsinya hanya untuk membuat produk yang “mahal” itu menjadi lebih menarik.

2. Libatkan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan

Dalam dunia Psikologi kita akan mengenal istilah “priming”. Yaitu fenomena Psikologi yang kuat, dimana salah satu stimulus menghasilkan respon tertentu terhadap stimulus yang lainnya, seringkali ini terjadi secara tidak sadar.

Sebuah study yang dikutip dari buku “You Are Not So Smart”, menemukan bahwa peserta yang berada di dalam ruangan penuh dengan jenis barang yang berbeda – beda akan lebih mudah melakukan sesuatu. Ketimbang mereka yang berada di dalam ruangan dengan item yang netral. Meskipun peserta tidak menyadarinya, obyek yang terkait bisnis dapat memiliki daya saing yang fleksibel.

Teknik ini bisa sangat bekerja ketika kita melakukan tawar menawar dengan customer di sebuah tempat yang nyaman, seperti cafe. Daripada hanya di ruangan konferensi ataupun rapat. Hal ini memungkinkan customer mampu menemukan arah untuk memutuskan pembelian.

3. Dorong setiap pelanggan untuk mencapai mimpi mereka

Psikolog Robert Cialdini mengatakan bahwa salah satu cara untuk mempengaruhi orang adalah dengan menggunakan norma timbal balik. Karena pada dasarnya, kita membantu seseorang melakukan apa yang mereka inginkan atau membantu mencapai hal yang mereka butuhkan, sehingga mereka merasa wajib untuk membalas budi.

Ketika mereka berkata “terimakasih atas bantuannya”, maka sebaiknya kita menjawab “Tentu saja, sebagai mitra ini yang akan kami lakukan satu sama lain”. Bukannya berkata “tidak ada masalah”. Sehingga mereka merasa seperti mereka diharapkan untuk melakukan sesuatu yang sama untuk kita.

4. Menyalin bahasa tubuh lawan bicara

Para ilmuwan sering menyebut ini “efek bunglon”. Yang artinya bahwa setia teman bicara kita cenderung menyukai saat kita meniru postur tubuh mereka hingga ekspresi wajah mereka. Bukan untuk meledek atau meremehkan, tapi ini cocok untuk membuat mereka merasa lebih dihargai saat berbicara dengan kita.

Anehnya banyak orang yang tidak sadar saat mereka menjadi bagian dari fenomena “efek bunglon” ini. Sebuah study mengatakan bahwa lawan bicara kita tidak sadar saat kita sedang menyalin mereka.

5. Berbicaralah dengan cepat

Kenapa seorang sales harus bisa merangkai setiap kata dan melafalkannya dengan lancar, bahkan cenderung cepat?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang tidak setuju dengan argumen kita, maka kita harus berbicara lebih cepat dengan mereka. Sehingga mereka memiliki sedikit waktu untuk memproses apa yang kita katakan.

Sebaliknya, ketika kita memberikan argumen bahwa audiens setuju maka kita bisa berbicara sedikit lebih lambat dari sebelumnya, sehingga pendengar memiliki waktu untuk mengevaluasi pesan kita.

6. Buatlah mereka bingung

“The disrupt then reframe” adalah salah satu cara yang cukup ampuh sekalipun sedikit licik. Kenapa? Karena kita membuat lawan bicara tidak bisa bertindak apapun kecuali sesuatu yang kita ucapkan kepada mereka.

Sebuah study menemukan bahwa ketika seseorang merasa dirinya bingung, ia cenderung akan melakukan sesuatu yang sejak awal ingin ia lakukan.

Contohnya saja, ketika kita menjual beberapa jenis pakaian dengan edisi terbatas, DTR membantu kita untuk mendapatkan pembeli dua kali lebih banyak dari sebelumnya. Kita hanya harus memberitahu mereka bahwa kita menjual pakaian tersebut dengan harga 100.000 rupiah saja. Dalam kondisi DTR, mereka mengatakan kepada orang tersebut, bahwa pakaian itu bisa dibeli dengan potongan 20% dalam kurun waktu setengah jam. Sisanya akan dikenakan harga normal yaitu 100.000 rupiah.

Para peneliti mengatakan bahwa DTR dapat bekerja dengan baik, karena DTR mengganggu proses berpikir manusia secara rutin. Saat seseorang mencari tahu berapa keuntungan yang ia dapatkan, orang tersebut akan terganggu dengan ketentuan waktu yang kita berikan. Dan mereka hanya menerima gagasan tentang harga yang kita berikan.

7. Berikan waktu mereka untuk merasa nyaman

Beberapa dari kita mungkin tidak setuju ketika ingin seseorang melakukan hal yang kita minta dengan membuatnya merasa bingung. Dari sana kita bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi mereka agar mampu berpikir segala logis.

Sebuah peringatan bisa meningkatkan keraguan ketika dibarengi dengan permintaan. Terlebih ketika seseorang merasa lelah atau terganggu, kemungkinan mereka menjadi kurang kritis dan hanya menerima apa yang kita katakan sebagai sesuatu yang benar.

Jika kita berencana untuk meminta seorang teman membantu pekerjaan kita. Mintalah di akhir hari pekerjaan, saat mereka sedang santai dan merasa nyaman. Dengan begitu, mereka tidak akan sadar bahwa kita membutuhkan energi dan mental mereka lebih banyak dari waktu kerja mereka.

8. Coba gunakan gambar mata

Dalam sebuah penelitian, orang cenderung akan membenahi penampilan mereka ketika melihat gambar mata, daripada gambar bunga.

Para peneliti mengatakan bahwa mata biasanya menunjukkan sebuah pengawasan sosial terhadap diri di lingkungan.

Ini cocok dipasang di taman dengan tujuan mencegah seseorang membuang sampah sembarangan. Dan juga bisa di perpustakaan, untuk mendorong pengunjung mengembalikan buku di masing-masing rak.

9. Gunakan kata benda bukan kata kerja untuk mengubah perilaku orang

Sebuah penelitian menujukkan, ketika seseorang diberi 2 pertanyaan berbeda yaitu “Seberapa penting bagi Anda untk memilih dalam pilkada besok?” dan “Seberapa penting bagi Anda untuk menjadi seorang pemilih pada pilkada besok?”

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan pertanyaan “pemilih” akan lebih banyak memberikan jawaban.
Ini bisa sesuai dengan keinginan mereka untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan menggunakan kata benda untuk memperkuat identitas mereka sebagai seorang anggota kelompok tertentu.

10. Membuat seseorang merasa cemas

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang cemas cenderung merespon positif untuk permintaan sesudahnya. Misalnya, orang yang mendengar peluit seorang polisi saat hendak menyeberang jalan raya, cenderung untuk berhenti dan berhati-hati, daripada orang yang tidak mendengar suara apapun.

Ini bisa dari sumber daya kognitif mereka yang berpikir tentang potensi bahaya yang mungkin mereka temui. Satu hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah saat kita ingin membuat orang bersedia melakukan apapun untuk kita adalah dengan menghilangkan kecemasan dan ketakutan yang mereka alami.

Mereka akan merasa dilindungi dan ingin memberikan timbal balik kepada kita.

Bagaimana menurut Anda? Adakah yang ingin Anda tambahkan sebagai strategi untuk membuat seseorang mau melakukan perintah kita? Sebagai pebisnis atau seorang sales, Anda perlu memperhitungkan setiap perintah yang Anda sampaikan. Karena bukan hanya sekedar perintah, tapi juga merupakan rayuan agar mereka mau membeli produk kita. :)

Selamat mencoba :)


  • 91
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *