Technology

10 Tips Optimasi Toko Online Prestashop

 

   

Toko Online anda dibangun dengan Prestashop? Ada cara-cara khusus untuk meningkatkan perfoma toko online Prestashop agar bisa lebih cepat dan ringan ketika diakses. Berikut 10 yang berhasil kami kumpulkan:

Smarty Force Compile

Cek apakah Smarty Force Compile anda sudah dikonfigurasi dengan benar. Fitur ini merupakan opsi yang digunakan developer untuk mencari error (debugging) pada website Prestashop. Caranya:

1. Silakan login ke admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Preferences > Performance > Smarty.
3. Cek apakah “Force compile” sudah bernilai No.
4. Cek apakah “Cache” sudah bernilai Yes.

1-smarty

CCC (Combine, Compress and Cache)

Sesuai namanya, CCC memungkinkan data yang ditransfer dari server agar di-“Compress, Combine, Cache” dulu agar toko online bisa diakses dengan lebih cepat. Maka fitur CCC harus diaktifkan. Caranya:

1. Login ke halaman admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Preferences > Performance > CCC (Combine, Compress, Cache).
3. Pastikan semua fitur pilihan berstatus “Enable”, kecuali bagian “High risk HTML compession” biarkan bernilai “Keep W3C Validation”.
4. Klik Save.

2-ccc

Ciphering

Ciphering memungkinkan terjadinya enkripsi pada file cookies yang dihasilkan oleh Prestashop anda. Meskipun tidak umum, pada dasarnya opsi Rijndael manajemen cookies-nya bisa lebih cepat dibanding jika anda menggunakan Blowfish (default). Maka anda bisa mengubahnya dengan cara:

1. Login ke admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Preferences > Performance > Ciphering.
3. Pada bagian Algorithm pilih opsi “Use Rijndael with mcrypt lib”. Tetapi sebelumnya anda sudah harus aktifkan dulu fungsi PHP mcrypt di server anda. Silakan kontak provider hosting untuk aktifasi fungsi yang dimaksud.

3-ciphering

System Cache

Prestashop sudah menyediakan beberapa opsi System Cache seperti MemCached, XCache, atau File System (default). MemCached adalah yang paling populer di antaranya. Teknik ini telah digunakan sejak lama oleh Wikipedia dan Twitter untuk menyelesaikan berbagai masalah cache data berukuran besar dengan sistem penyimpanan cache yang terdistribusi ke memory. Namun untuk mengaktifkannya, anda harus pasang dulu ekstensi di server anda. Sehingga beberapa provider mungkin tidak mendukung teknik ini. Sebagai alternatif, anda bisa aktifkan XCache atau File System sebagai system cache default milik Prestashop di mana dia tidak membutuhkan aktifasi server-side extention apapun. Anda bisa aktifkan salah satunya dengan cara:

1. Login ke halaman admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Preferences > Performance > Caching.
3. Aktifkan “Use Cache” dengan memilih opsi centang.
4. Kemudian pada opsi “Caching System” pilih MemCached untuk menggunakan teknik MemCache atau bisa pilih File System.
5. Klik Save.

4-caching

mod_deflate dan mod_expires

mod_deflate akan mengkompresi file yang dikirim ke alat jelajah pengunjung anda, sedangkan mod_expires berfungsi untuk mengatur batas caching anda. Untuk mengaktifkan fitur-fitur ini caranya:

1. Login ke halaman admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Tools > Generators.
3. Centang opsi Optimization.
4. Klik “Generate .htaccess file”. Maka secara otomatis akan dibuat file .htaccess yang sekaligus akan mengaktifkan fungsi mod_deflate dan mod_expires server anda.

5-htaccess-optimization

Statistik

Statistik yang tidak pernah dibersihkan bisa membebani kerja server dan memakan space anda. Maka pastikan tabel statistik anda dibersihkan secara otomatis oleh sistem prestashop secara berkala. Caranya:

1. Login ke halaman admin Prestashop anda.
2. Pindah ke tab Stat > Setting.
3. Kemudian pada opsi “Clean automatically” pilih Monthly untuk pembersihan otomatis setiap bulan.
4. Klik Save untuk menyimpan.

6-setting

Move Images

Mulai dari Prestashop 1.4, gambar-gambar telah disusun secara otomatis ke direktori-direktori oleh sistem. Tujuannya adalah untuk menghindari terlalu banyak file gambar dalam satu direktori, misalnya folder “/img/p”. File-file gambar secara otomatis akan disebar ke dalam subfolder-subfolder (contohnya: “/img/p/1/2/”, dsb). Nah, bila versi Prestashop anda merupakan versi upgrade dari versi yang lebih lama dari 1.4, maka anda harus “Move Images” dulu untuk menggunakan fungsi ini. Caranya:

1. Login ke halaman admin Prestashop anda.
2. Navigasi ke Preferences > Images > Move Images.
3. Mulai proses rebuild direktori dengan mengklik Move images.

7-move-image

CSS Sprites

Setiap kali pengunjung membuka website anda, alat jelajah mereka harus mengunduh setidaknya 70 hingga 100 file gambar. Kebanyakan file gambar ini merupakan gambar-gambar kecil yang sifatnya dekoratif seperti icon, logo, dsb. Seharusnya, gambar-gambar ini bisa digabungkan ke dalam satu file gambar besar yang disebut juga dengan teknik “CSS Sprite”. Contohnya adalah CSS Sprite punya Amazon.com seperti pada gambar. Keunggulannya, dengan teknik ini kinerja server jadi lebih ringan sebab dia cukup mengirim 1 gambar besar yang berisi 100 gambar dekoratif disamping harus mengirim 100 gambar satu persatu. Kesulitannya mungkin hanya di saat proses menentukan koordinat yang tepat untuk menampilkan icon tertentu, anda butuh waktu dan usaha yang ekstra.

8-sprite

Subdomain untuk file Javascript dan CSS

1. Bikin subdomain js1.mystore.com dan redirect ke direktori /js/
2. Bikin subdomain js2.mystore.com kemudian redirect ke direktori /theme/mytheme/js/
3. Bikin subdomain css1.mystore.com dan redirect ke direktori /css/
4. Bikin subdomain css2.mystore.com kemudian redirect ke direktori /theme/mytheme/css/

Keempat subdomain di atas akan memungkinkan alat jelajah / browser pengunjung anda untuk memproses lebih banyak file dalam satu waktu. Sebab pada dasarnya sebuah web browser hanya membatasi hingga 8 proses paralel download saja. Maka masing-masing subdomain akan menambahkan 8 paralel download baru sehingga totalnya akan ada 40 paralel download secara bersamaan (domain utama + 4 subdomain).

Content Delivery Network (CDN)

Kabar baiknya, Prestashop telah bekerjasama dengan CloudCache, salah satu provider CDN. Maka bagi pengguna Prestashop, anda bisa mendapatkan diskon khusus bila mendaftar layanan CDN di CloudCache. CDN sendiri memungkinkan penyimpanan konten di server-server yang tersebar secara global sehingga user cukup mendownload konten di server yang letaknya lebih dekat dengan mereka secara geografis. Anda bisa register disini: http://www.cloudcache.com/prestashop, kemudian masukan kode kupon “PRESTA25”. Untuk aktifasinya, anda bisa ikuti cara berikut:

1. Download dan pasang modul CloudCache di Prestashop anda. Modul ini bisa diambil di halaman modul rekanan Prestashop: http://www.prestashop.com/en/partners-free-module.
2. Konfigurasi modul dengan API Key yang anda dapat ketika registrasi CloudCache. Maka secara otomatis toko online anda akan tersinkronisasi dengan layanan CDN CloudCache.

Meskipun pada dasarnya optimasi merupakan kegiatan yang sifatnya teknis, namun sebagai marketer yang baik tentunya anda tidak boleh mengabaikannya demi kenyamanan pengunjung bukan?

Mari belajar dari Amazon.com. Setiap paginya, Jeff Bezos – sang founder Amazon.com, rutin menggelar sesi coffee morning dengan tim IT untuk membandingkan kecepatan website mereka dengan kompetitor. Sebab dia sadar bahwa jika website merupakan senjata utama Amazon, maka kecepatan merupakan ujung tombaknya. Sepenting itulah kecepatan website sehingga anda pun tidak boleh serta merta mengabaikannya. [Taufik]

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

4 komentar

  • addin
    3 December 2013 - pukul 18:43

    sangat membantu ,,,,,terima kasih

    • Administrator
      4 December 2013 - pukul 16:56

      Terimakasih telah berkunjung :-)

  • 21 January 2015 - pukul 19:59

    Sangat bermanfaat untuk toko online saya. Terima kasih

  • 30 March 2015 - pukul 9:21

    Terimakasih Tutornya, apakah step 1 dst. ada keterkaitanya? jika salah satu step tidak di setting seperti “Use Rijndael with mcrypt lib” thaks

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *