Community

10 Tips Promosi ke Komunitas Offline ala @jagoanhosting

 

   

Sales Online turun ke jalan. Mungkin cara ini tidak terpikirkan bagi pelaku bisnis online. Tapi kenapa tidak dicoba? Nah pemilik bisnis online, ceritanya sabtu petang lalu, saya menemani teman-teman sales dari Jagoan Hosting Indonesia yang berinisiatif untuk melakukan hal baru. Yaitu terjun ke lapangan (offline) untuk mempelajari lead generation yang tak terpikirkan sebelumnya. Kemudian perhatian kami tertuju pada club-club motor yang setiap malam minggu selalu kongkow di sepanjang jalan Basuki Rahmat Surabaya. Di sini, kami mendapat sejumlah pengalaman berharga mengenai apa saja yang harus dipersiapkan seorang sales ketika turun ke jalan dan menjalin interaksi dengan lead. Saya kumpulkan dalam 10 poin berikut:

1. Pertama, percaya diri dulu.

Target sales turun ke jalan dapat disebut sebagai blind market. Kita tidak tahu apakah mereka mengenal layanan kita atau tidak. Inilah tantangan terbesar khususnya bagi produk baru atau inovatif yang meninggalkan kesan asing bagi pelanggan yang pertama mendengarnya. Namun meskipun “gelap”, sales harus percaya diri bahwa mereka bisa.

2. Perhatikan penampilan Anda.

Kebanyakan pelanggan bertipe visual sehingga mereka cenderung menilai sesuatu dari apa yang pertama mereka lihat. Jadi, meski Anda bergerak di bidang dimana anda tidak bertatap muka secara langsung dengan pelanggan, tetap perhatikan penampilan anda.

promosi-jagoan-hosting-1

3. Tahu kapan memotong.

Sales harus tahu timing yang tepat kapan mereka harus “menyapa” calon pelanggan. Posisikan di sepatu pelanggan anda. Tentu sangat tidak enak bila kita sedang membicarakan hal serius lalu disela oleh sales yang menawarkan layanannya.

4. Perkenalkan diri, terutama sebagai perwakilan perusahaan.

Jangan tergesa-gesa ketika menawarkan. Awali interaksi seperti halnya Anda mengawali sebuah pembicaraan. Perkenalkan diri Anda agar calon  pelanggan dapat lebih menghargai tanpa tanda tanya tentang siapa Anda. Mungkin Anda dapat berkata, “Halo.. Saya Lona dari mediabisnisonline.com“.

5. Mintalah sedikit waktu. 

Walaupun Anda merasa penyampaian penawaran dapat berlangsung singkat, tetap mintalah waktu dulu sebagai common courtesy. Dengan begini, calon pelanggan akan merasa Anda menghargai waktunya. Anda dapat berkata, “Mohon maaf jika mengganggu, tapi bisakah saya minta waktunya sebentar saja?

6. Cairkan suasana dengan intermeso.

Ketika bertemu dengan orang baru, sangat wajar sekali jika komunikasi belum dapat berjalan natural. Bisa saja kalau jadinya kaku. Maka cairkan suasana dengan sedikit intermezo. Misalnya membahas hal-hal yang berhubungan dengan apa yang saat itu Anda lihat pada calon pelanggan. Contohnya, “Wah ini semua anggotanya motornya Kawasaki Ninja ya Mas?

7. Pelajari body language.

Bahasa tubuh secara kontroversial mampu memproyeksikan pikiran kita saat itu. Jika kita merasa tidak nyaman, atau terganggu. Maka kontrol bahasa tubuh anda ketika berbicara dengan prospek anda. Contohnya tangan kanan selalu diidentikkan untuk mengambil sesuatu yang baik, Anda pun dapat menggunakannya untuk menggiring alam bawah sadar pelanggan Anda kepada sesuatu persepsi yang positif. Kemudian juga eye contact, anggukan kepala serta senyuman juga harus Anda masukkan ke daftar wajib Anda.

promosi-jagoan-hosting-3

8. Siapkan perlengkapan Anda.

Anda tidak akan tahu bagaimana respon pelanggan ketika Anda datang. Ada pelanggan yang terkesan cuek dan sekedar menerima informasi kita saja namun ada pula yang memiliki rasa ingin tahu. Untuk berjaga-jaga kondisi ini, siapkan seluruh perlengkapan Anda setidaknya di mobil Anda. Bisa saja kan mereka ingin brosur, sample product atau demo. Untuk itu pastikan seluruhnya siap. Oh ya, iPad boleh juga dibawa agar lebih interaktif :-)

9. Iming-iming.

Dulu seorang SPG enggan jika dimintai nomor handphone. Hal ini dapat dimaklumi. Namun saat ini manajemen inisiatifnya sudah berkembang. Kebanyakan SPG dibekali dengan nomor telfon khusus untuk saluran penjualan. Anda tidak harus melakukan hal yang sama, namun di sini dapat ditarik kesimpulan bahwa meninggalkan sesuatu kepada pelanggan rupanya dapat mengingatkan pelanggan kepada brand kita. Anda dapat memulainya dengan memberikan beberapa stiker atau merchandise menarik lainnya. Jangan lupa juga sertakan kartu nama Anda, karena langkah berikutnya, kita akan follow up.

10. Follow up.

Rupanya 90% kegiatan sales turun ke jalan tidak berakhir pada transaksi saat itu juga. Makanya, anda perlu follow up di kemudian hari. Mintalah contact person prospek anda sehingga esok Anda dapat melakukan follow up. Terkadang sales person melewatkan step ini karena pesimis bahwa prospek tidak akan mau dihubungi. Padahal follow up adalah intisari dari kegiatan ini. Prospek tidak akan keberatan selama sales person dapat menyampaikan tujuannya dengan baik. Misalnya dengan ekspresi friendly, “Bila tidak keberatan bisakah saya minta nomor teleponnya, barangkali saya ada penawaran menarik yang cocok untuk Anda..

11. Ungkapkan rasa terima kasih dan terus follow up.

Setelah melakukan penawaran, jangan lupa untuk mengungkapkan terima kasih atas waktu yang diluangkan.

12. Attitude is everything.

Product knowledge memang sangat diperlukan sebelum sales person terjun langsung ke pelanggan. Namun perlu diingat bahwa attitude jauh lebih penting.

promosi-jagoan-hosting-5

Tertantang untuk mencobanya di bisnis Anda? Ayo lakukan sekarang juga, kemudian share pengalaman anda di sini. Oh iya. Perlu saya sampaikan pula hasil dari kegiatan sales kami. Di samping profit, kami mendapat informasi yang berharga bagi kami bahwa 60% di antara club-club motor di Surabaya sudah memanfaatkan internet sebagai media komunikasi mereka, entah Facebook, blog, atau Twitter, rupanya model teknologi digital cukup diterima sebagai media komunikasi internal dan menarik anggota2 baru. Berikutnya, Anda dapat menarik kesimpulan sendiri.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

1 komentar

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *