Start A Business

13 Prinsip Dasar Mendirikan Perusahaan Bagi Entrepreneur

 
  • 104
    Shares

   

Mendirikan sebuah organisasi atau perusahaan bukan perkara yang bisa selesai dalam hitungan menjetikkan jari. Untuk memastikan perusahaan yang Anda bangun bisa berjalan dengan keselarasan yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengan kebutuhan maka Anda perlu menanamkan dasar-dasar yang kuat dalam pendirian perusahaan Anda. Seperti apa? Artikel ini akan membahas tentang langkah-langkah dalam mendirikan perusahaan kelas dunia yang sudah teruji. Mari kita kupas satu persatu.

1. Visi (Principle of Organizational Objective)

steve jobs

Steve Jobs via incredibleweird.com

Apa visi Anda mendirikan perusahaan? Apakah tujuan Anda adalah mendapatkan laba, atau menyelesaikan masalah dan menyediakan layanan? Anda harus mendefinisikan dulu visi Anda karena visi yang bagus adalah yang menggerakkan diri sendiri dan menggerakkan orang lain untuk membantu Anda.

2. Kesatuan Visi (Principle of Unity of Objective)

larry page and sergey brin

Larry Page and Sergey Brin via 38.media.tumblr.com

Tanpa adanya kesatuan tujuan antar individu maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Setiap individu dalam perusahaan akan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan mereka sendiri-sendiri dan mengabaikan tujuan yang lebih besar, yaitu tujuan perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu menanamkan kesepakatan untuk menyatukan visi setiap stakeholder dalam perusahaan Anda.

3. Kesatuan Perintah (Principle of Unity of Command)

jack ma

Jack Ma via www.viralsumo.com

Di perusahaan manapun, pada upaya pencapaian tujuan harus ada SATU komando untuk memerintah timnya. Agar sebuah perintah dapat dipertanggungjawabkan oleh satu orang saja. Dengan demikian, tim Anda bisa secara maksimal dalam satu komando yang bertanggungjawab.

4. Rentang Kendali (Principle of The Span of Management)

tony hsieh

Tony Hsieh via recodetech.files.wordpress.com

Anda harus tahu berapa rentang jumlah bawahan yang dapat dipimpin oleh seorang manajer secara efektif. 3, 4, 9 orang? Dengan mengetahui kecakapan manajer, penunjukan personel dan pendelegasian tugas bisa jadi lebih mudah.

5. Pendelegasian Wewenang (Principle of Delegation of Authority)

sundar pichai

Sundar Pichai via storyaround.com

Prinsip ini yaitu bagaimana seorang pimpinan dapat membagi tugas pada individu di setiap divisinya dengan jelas. Manajer sebagai pemimpin juga harus bisa mengetahui apa saja tugas dan perintah yang telah didelegasikan pada bawahannya untuk menjalankan fungsi kontrol dengan baik.

6. Keseimbangan Wewenang & Tanggungjawab (Principle of Parity of Authority)

nadiem makarim

Nadiem Makarim via itechmagz.com

Tanggungjawab yang didelegasikan oleh pimpinan pada bawahan harus seimbang dengan wewenangnya. Salah satunya tidak boleh lebih besar atau lebih kecil agar bawahan bisa melaksanakan tanggungjawab yang didelegasikan tanpa hambatan.

7. Tanggung Jawab (Principle of Responsibility)

Tony Fernandes

Tony Fernandes via wikimedia.org

Seorang bawahan hanya mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pemberi wewenang. Sehingga pertanggungjawaban bisa sesuai dengan garis wewenang (line of authority). Maka seorang manajer perlu memberikan sebuah deadline.

8. Pembagian Kerja (Principle of Departementation)

Pembagian tugas dalam satu unit kerja harus memiliki hubungan pekerjaan yang saling terkait. Sangatlah penting agar divisi-divisi dalam perusahaan Anda untuk memiliki job description yang lebih terstruktur.

9. Penempatan Personalia (Principle of Personnel Placement)

Penempatan karyawan harus didasarkan pada keahlian, kecapakan dan keterampilannya, istilahnya adalah The Right Man On The Right Place. Oleh karena itu Anda harus melakukan seleksi yang obyektif dan berpedoman pada job specification untuk membuat sebuah perusahaan berjalan dengan optimal.

10. Jenjang Berangkai (Principle of Scalar Chain)

elon musk

Elon Musk via brainprick.com

Perintah yang diberikan kepada bawahan harus merupakan perintah yang sifatnya vertikal dan tidak terputus-putus. Maksudnya adalah perintah yang langsung dan jelas dari atasan kepada bawahan yang kedudukannya tepat di bawah garis kuasanya, tanpa melompati satu atau lebih jenjang kedudukan.

11. Efisiensi (Principle of Efficiency)

mark zuckerberg

Mark Zuckerberg via relevantmediagroup.com

Sebuah perusahaan harus bisa menempatkan dimana tugas yang harus dikerjakan terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Artinya, apabila sebuah tugas bisa dikerjakan dengan waktu singkat, tidak ada salahnya dikerjakan tanpa adanya penundaan. Waktu Anda bisa jadi lebih efisien untuk melaksanakan tugas selanjutnya.

12. Kesinambungan (Principle of Continuity)

chairul tanjung

Chairul Tanjung via assets.kompasiana.com

Perusahaan harus mengusahakan cara-cara yang mampu menjaga kelangsungan hidupnya dan anggota di dalamnya. Peran Anda di sini adalah menanamkan faham betapa pentingnya melakukan sebuah pekerjaan secara kesinambungan atau kontinuitas karena jika ditinggalkan dapat membuat perusahaan Anda kolaps sewaktu-waktu.

13. Koordinasi (Principle of Coordination)

Asas koordinasi adalah rangkaian dari asas-asas lainnya. Fungsinya untuk mengintegrasikan setiap tindakan supaya lebih terarah dan tertuju dengan benar pada tujuan awal perusahaan Anda.

 

Penasaran dengan cara implementasi mendirikan bisnis besar? Anda bisa langsung tahu dengan klik >>  http://mebiso.com/jika-anda-ingin-meningkatkan-knowledge-bisnis-memperluas-networking-promosi-produk-event-ini-yang-harus-anda-ikuti/

 

Setelah membaca artikel ini, sekarang giliran Anda untuk bergerak dan melangkah maju. Bangun bisnis Anda dan jadilah tak terkalahkan. Semoga bermanfaat!

 

Jika ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman, Anda bisa berbagi dengan Mebiso.com pada kolom komentar di bawah ini.


  • 104
    Shares

Artikel Terkait

1 komentar

  • yusrizal
    17 January 2018 - pukul 7:46

    terima kasih atas pengetahuan yang singkat dan padat. mudah di cerna..
    sukses selalu..!

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *