Leadership

3 Strategi Negosiasi yang Dapat Anda Pelajari dari Steve Jobs

 

   

Menurut Harvard Business School tahun 2010 silam, Apple berhasil membujuk AT&T untuk menandatangani kesepakatan bagi hasil di mana Apple akan mendapatkan sekitar $10 perbulan dari tagihan setiap pelanggan iPhone, ditukar dengan hak pemasaran eksklusif Apple di pasar AS. Bagaimana Steve Jobs bisa meyakinkan AT&T untuk teken deal yang sangat luar biasa menguntungkan Apple ini? Jawabannya adalah kecerdasan negosiasi. Raj Aggarwal, eksekutif dari perusahaan konsultan telekomunikasi Adventis, mengatakan bahwa kemampuan negosiasi Jobs didapatkan dari pengetahuan produk, kemampuan menjalin relasi, dan keberanian. Jobs melibatkan dirinya dalam setiap detail perancangan iPhone, dia juga selalu berusaha untuk membangun hubungan dengan operator, dan berani membuat tuntutan yang mungkin dianggap keterlaluan oleh orang lain.

Berikut adalah bagaimana Startup Anda dapat menerapkan tiga strategi Jobs.

1. Menggali setiap detail.

Seorang enterpreneur harus mampu menyeimbangkan antara: 1) keinginan untuk menggali sendiri ke dalam rincian apakah startup Anda berjalan sempurna, dengan 2) kebutuhan untuk mendelegasikan pekerjaan kepada karyawan. Tapi ada kalanya, Anda harus menggali sendiri ke dalam rincian, terutama ketika masa depan Startup anda tergantung di sini.

Aggarwal menunjukkan bahwa Jobs berbeda dari CEO lain yang mendelegasikan strategi. “Jobs bertemu sendiri dengan CEO masing-masing operator. Saya terkesan dengan bagaimana besarnya keinginan Jobs untuk meninggalkan jejaknya pada setiap aktivitas perusahaan,” kata Aggarwal.

2. Bertaruh pada visi Anda.

Startup anda tidak akan jalan lama kecuali Anda berhasil menyampaikan visi anda pada orang lain yang bekerja dengan anda dan meyakinkan mereka untuk berbagi visi dengan anda. Jika Anda sudah melakukan yang terbaik untuk menjelaskan visi Anda, tetapi mitra bisnis Anda masih tidak mengerti, Anda mungkin harus mengambil langkah yang berani.

Aggarwal terkesan dengan cara Jobs mengambil risiko untuk mewujudkan visinya. “Dalam satu pertemuan di ruang rapat, Jobs kesal karena AT&T menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan tentang risiko dari kesepakatan. Jadi dia berkata, ‘Kau tahu apa yang bisa kami lakukan untuk menghentikan keluhan-keluhan Anda? Kami bisa menulis cek sebesar $ 1 miliar untuk AT&T. Jika kesepakatan kita tidak berhasil, Anda boleh menyimpan uang itu. Ayo berikan $ 1 miliar pada mereka sekarang juga. [Saat itu, Apple telah mengantongi $ 5 miliar dalam bentuk tunai]” Cerita Aggarwal. Meskipun Jobs tidak benar-benar memberikan uang tunai tersebut pada AT&T, keberaniannya untuk bertaruh pada masa depan sangat mengesankan Aggarwal .

3. Berani membuat dan memperjuangkan tuntutan yang keterlaluan.

Jika Anda memiliki reputasi sebagai revolusioner di industri Anda, Anda bisa membuat tuntutan yang berani dan membuat orang lain memenuhinya. Faktor inilah yang mungkin membantu menjelaskan kenapa Jobs bisa menghasilkan begitu banyak dari kesepakatan AT&T. Atau mungkin bukan sekedar hasil dari kesuksesan reputasinya saja. Jobs punya kemauan yang keras untuk ngotot memperjuangkan tuntutannya agar dipenuhi.

Aggarwal menjelaskan bahwa tuntutan Jobs di awal justru lebih keterlaluan. “Jobs meminta $50 sebulan untuk suara, data, dan paket SMS unlimited. Katanya, kita harus meminta dan mengejar sesuatu yang tidak masuk akal di mana tidak ada satupun yang mau menerimanya.”

Bagaimana menurut Anda?


Artikel Terkait

2 komentar

  • 21 October 2013 - pukul 21:11

    hal yang ketiga saja boleh dianggap seperti berjudi…

    • Administrator
      21 October 2013 - pukul 23:00

      iya mas. nekatnya luar biasa :-)
      tapi mengesampingkan itu, lessonnya adalah startup harus berani dan tegas meskipun tidak perlu senekat Jobs.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *