Running A Business

5 Kesalahan yang Sering Terjadi pada Branding Bisnis Kecil

 
  • 87
    Shares

   

Proses branding suatu produk adalah salah satu proses pemasaran kepada masayarakat luas. Penting melakukan branding untuk sebuah bisnis, terlebih untuk sebuah bisnis kecil atau startup. Namun tidak semua proses branding akan dengan mudah dijalani. Akan ada banyak kesalahan yang terjadi, seperti berikut ini:

1. Tidak memahami kekuatan merek

JIka Anda tahu, merek merupakan point penitng dalam mengembangkan sebuah bisnis kecil atau sebuah startup. Tanpa adanya merek dan tanpa dukungan untuk kekuatan merek, suatu bisnis tidak akan mampu dikenal dan dicari oleh pelanggan. Anda harus mampu membuat merek Anda kuat dikenal di masyarakat, sehingga ketika pelanggan ingin mencari suatu produk, mereka akan langsung ingat toko Anda. Kekuatan merek juga mempengaruhi kedudukan bisnis Anda di mesin pencari, melalui SEO yang tercipta.

2. Tidak menetapkan pedoman merek

Jadi, Anda tahu bahwa perusahaan Anda mungkin sedang mengembangkan merek, tapi apa sebenarnya artinya? Ketika menciptakan identitas suatu merek, Anda tentu saja ingin menetapkan pedoman yang mencakup semua elemen berikut:

  • Logo yang sesuai merek Anda

  • Warna merek Anda

  • Taglines yang digunakan

  • Font atau Typografi

  • Suara atau bahasa yang digunakan

  • Perumpamaan atau jargon

  • Maskot

Jika dirasa ada bagian yang belum Anda catumkan dalam pedoman membuat website Anda, maka segera cantumkan dan realisasikan.

3. Bahasa yang tidak jelas

Dalam memulai sebuah branding untuk bisnis kecil, yang paling penting adalah kejelasan baik dalam merek, logo, website atau konten yang digunakan. Bahasa yang digunakanpun haruslah jelas. Ini menghindari kesalahpahaman atau menghindari mereka yang salah mengartikan apa yang kita maksud dalam branding kita. Ketika Anda meniru atau menjadikan merek lain sebagai contoh, jangan ambil keseluruhan aspek yang mereka miliki. Ambil bagian yang menjadi inspirasi Anda saja. Anda bisa menggunakan teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Tapi tetap perbanyak aspek yang menjelaskan siapa Anda sebenarnya.

4. Tidak memantau penggunaan merek

Untuk suatu proses branding yang kuat dan sukses, merek memang harus dimanfaatkan dengan baik. Baik di website, sosial media, media cetak dan lainnya. Namun ingat, Anda harus tetap memantau dan mengawasi penggunaan merek Anda. Jika tidak, Anda memiliki peluang besar untuk membiarkan pesaing atau kompetitor untuk menciptakan merek yang hampir mirip dengan Anda. Salah satu cara yang paling mudah adalah, ketika Anda sudah mendapatkan merek yang pas dan sesuai dengan Anda dan bisnis Anda, segeralah buat hak paten atas merek Anda. Anda juga bisa membuat sebuah nama domain yang menggunakan nama merek Anda.

5. Kesalahan saat Re-branding

Tidak ada yang salah ketika Anda melakukan Re-branding untuk merek Anda. Ini wajar, karena ide akan muncul ditengah – tengah perjalanan Anda melakukan branding. Namun, jangan banyak melakukan proses Re-branding. Anda bisa melakukannya jika memang dirasa merek Anda ada kesalahan atau mendekati buruk. Ingatlah, setiap Anda melakukan proses Re-branding, itu akan mengurangi koneksi Anda dengan pelanggan yang sudah mengetahui merek Anda sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk hanya melakukan perubahan ketika benar-benar menghadapi masalah yang besar. Ini mencegah resiko kehilangan pelanggan pada bisnis Anda. Jika Anda memutuskan untuk membuat perubahan, Anda harus dengan jelas menuntut pelanggan Anda tentang perubahan yang Anda buat.

Baca juga: 


  • 87
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *