Interviews

5 Tips Membuat Aplikasi yang Memiliki Nilai Jual ala @Bababdito

 

   

Ketika membuat sebuah aplikasi, ada baiknya Anda harus mulai berorientasi bukan hanya untuk menyalurkan minat ataupun untuk memenuhi kebutuhan terhadap sebuah teknologi saja, namun juga untuk hasil berupa keuntungan. Saat ini banyak tersedia App Store yang bisa menampung aplikasi kita dan memudahkan proses monetisasi. Misalnya Google Play, Appstore, dan yang terbaru lagi besutan Singtel: Weplay. Maka, tugas anda sebagai pencipta aplikasi bukan hanya menciptakan, namun juga memikirkan nilai jual dan monetisasinya. Berikut adalah 5 tips membuat aplikasi bernilai jual:

1. Melihat Peluang

Ada keberhasilan bagi kita yang mampu melihat dan mengambil kesempatan. Tidak usah jauh-jauh. Coba mulailah dari lingkungan sekitar anda. Amati permasalahan apa yang sedang terjadi dan bagaimana anda bisa membuat sebuah aplikasi yang jadi solusi terbaik untuk permasalahan tersebut. Ketika aplikasi kita mampu menciptakan solusi, maka akan ada orang yang membutuhkan aplikasi anda untuk masalah mereka. Artinya ada download yang mungkin bisa anda arahkan ke monetisasi.

2. Ciptakan Keunikan

Ingat bahwa anda bukanlah satu-satunya yang bikin sebuah aplikasi. Ketika anda upload, ada seribu aplikasi lain dengan banyak ragamnya. Maka ketika kita mulai membuat sebuah aplikasi, coba temukan ide yang unik dan berbeda dengan yang lain.

3. Berkolaborasi

Ketika ingin memasarkan sebuah produk, seorang produsen memerlukan partner, yaitu sales. Begitu pula dengan seorang programmer. Ketika mereka tidak memiliki kemampuan untuk memasarkan aplikasinya, mereka tentu saja memerlukan seorang marketing yang akan membantu mereka menjual (misalnya ke investor). Maka jaring relasi sebanyak – banyaknya dengan orang lain yang memiliki tingkat ekspertise yang jauh berbeda dari anda. Mungkin anda akan menemukan apa yang tidak pernah anda lihat sebelumnya.

4. Update Terus

Penambahan fitur adalah hal yang penting. Hal ini akan menandakan pada pengguna bahwa aplikasi anda terus berkembang dan tidak terbengkalai. Para pengguna bisa tahu kalau mereka harus terus setia dengan aplikasi anda. Perkembangan zaman juga akan berpengaruh terhadap aplikasi kita. Maka dari itu, penambahan fitur atau sekedar untuk maintenance aplikasi itu perlu rutin untuk dilakukan.

5. Rencanakan dengan Matang

Sebelum kita membuat sebuah aplikasi dan menjualnya, cobalah untuk membuat sebuah perencanaan yang matang. Dari perencanaan seperti membuat ide dasar, desain aplikasi, cara pemasaran, bagaimana cara menjualnya dan lain sebagainya. Menjual sebuah aplikasi tentu saja sama dengan memulai untuk berwirausaha yang tentu saja membutuhkan banyak persiapan. Semoga berhasil ;-)

Sumber: Dito Respati (Twitter: @Bababdito), manager Mobile Apps Developer Community Telkomsel.


Artikel Terkait

1 komentar

  • Michael
    28 November 2013 - pukul 18:21

    Wah mantep nih infonya …

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *