Technology

5 Tools Apache Benchmark untuk Melihat Maksimal Traffik pada Website

 
  • 33
    Shares

   

Ketika men-setup sebuah server untuk production. Pastinya akan ada pertanyaan, sampai berapa kekuatan server yang telah disetup untuk menangani proses yang datang. Oleh karena itu perlu adanya tools untuk melihat kemampuan server dalam menangani trafik sebelum digunakan untuk proses production.

Apa sajakah tools yang bisa Anda gunakan?

AB TOOLS

AB tool merupakan tool Benchmark untuk HTTP server. Didesain untuk memberikan load stress pada server Anda. Termasuk memberikan informasi besarnya kemampuan untuk menangani sejumlah request perdetik yang diberikan. Keterangan untuk AB Tools secara resmi ada di halaman website apache:

http://httpd.apache.org/docs/2.2/programs/ab.html

WeigHTTP

Tools yang apabila diucapkan weighty ini merupakan alat uji Benchmark yang diklaim sangat ringan. Didesain untuk memberikan kecepatan dan kemudahan dan hanya mendukung untuk fraction (pecahan) paket yang kecil pada protokol HTTP.

Kelebihan lain dari weighty ini adalah support untuk multi threading yang membuat CPU modern dengan banyak core dapat berjalan layaknya asynchronousi/odalam request perdetik dengan single thread. Untuk event handling-nya, weighttp menggunakan library libev yang dapat membuatnya menjadi cepat.

Weighttp ini secara resmi ada di dalam web Lighttpd berikut ini: http://redmine.lighttpd.net/projects/weighttp/wiki.

HTTPress

Unixnya tools ini mengklaim terinspirasi dari Weighttp berdasarkan situs resminya dari bit bucket: https://bitbucket.org/yarosla/httpress/wiki/Home.

Beberapa fitur utama pada tool ini:

  • Tercatat menggunakan memory yang kecil, dan dapat menampung sampai banyak koneksi.
  • Multi threading.
  • Sudah support untuk SSL.

Karena terinspirasi Weighttp pastinya ada perbedaannya. Berikut ini perbandingannya dimana HTTPress mengklaim lebih baik:

  • Walaupun mendistribusikan load dengan cara multi thread, namun satu thread tidak diperbolehkan selesai sebelum thread yang sebelumnya selesai.
  • Informasi timeout saat pengukuran selesai. Memaksa seluruh koneksi untuk putus setelah koneksi program utama berjalan, sehingga tidak memperbolehkan segala kondisi mempengaruhi hasil pengukuran.
  • Support untuk SSL.

Apache JMeter

Apache JMeter adalah aplikasi open source yang menggunakan 100% aplikasi Java yang didesain untuk mengukur kebiasaan load dan performance pada server. Ini biasanya digunakan untuk melakukan testing pada aplikasi web dan telah dikembangkan untuk fungsi lain.

Apache Jmeter biasanya digunakan untuk melakukan pengecekan pada konten static dan juga dinamis. (Web service seperti SOAP/REST, pemrograman dinamis seperti PHP, java, ASP.NET, Files, dll, Java objects, data base dan query, FTP server dll). Tools ini dapat digunakan untuk melakukan simulasi trafik yang tinggi pada server maupun network.

Fitur yang terdapat pada apache JMeter antara lain:

  • Kemampuan untuk melakukan test performa pada protokol yang bebeda – beda
    • Web HTPP dan HTTPS
    • SOAP/REST
    • FTP
    • Database via JDBC
    • LDAP
    • Message Oriented Middleware (MOM) via JMS
    • Mail SMTP(S), POP(S) dan IMAP(S)
    • MongoDB
    • Shell scripts
    • TCP
  • Portable dengan 100% interface java
  • Full multi threading framework
  • Caching dan offline analisis test result
  • Sangat extensible
    • Unlimited testing
    • Timernya dapat dibuat berbeda
    • Dll

Baca juga:

Ketahui 3 Perbedaan dari Alat Analisa Traffic Website

Blog Dummy, Menjadi Salah Satu Peningkat Traffic Blog Anda

Tips Meningkatkan Traffic Website Anda


  • 33
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *