Technology

7 Pilihan CSS Framework untuk Website Anda

 

   

CSS Framework merupakan sebuah kumpulan kode CSS yang sudah tersedia dan dapat kita manfaatkan kembali untuk pengembangan web kita, baik untuk kepentingan pribadi maupun secara komersial. CSS Framework bisa digunakan oleh developer web untuk mengikuti trend yang sudah booming di dunia website tanpa harus membuatnya dari nol. Nah, kali ini saya akan informasikan sejumlah CSS Framework yang dapat anda gunakan untuk pengembangan website anda.

1. Bootstrap

Bootstrap

Tim developer Twitter dengan baik hati membagikan kode CSS framework mereka yang bernama Bootstrap, di mana framework ini diterapkan pula pada situs jejaring sosial mereka, Twitter. Lisensi yang mereka gunakan pun Free Public Open Source, dimana anda bisa menggunakannya untuk keperluan pribadi ataupun komersial. Fiturnya juga cukup lengkap, mulai dari grid system, fluid container, responsiveness, hingga UI. Bahkan mereka juga menyediakan Javascript Toolkit seperti tooltip, dropdown menu, modal, dan lain lain. Tak hanya itu, dokumentasi dalam penggunaan Bootstrap ini bisa kita download beserta source code frameworknya. [URL: https://twitter.github.com/bootstrap/]

2. Gumby

Gumby

Gumby merupakan salah satu CSS Framework yang cukup menarik. Desain yang khas dengan dokumentasi yang tersedia secara online. Cukup mudah untuk digunakan. Fitur yang dimiliki hampir sama dengan bootstrap, yaitu: grid system, responsiveness, hingga UI. [URL: http://gumbyframework.com/]

3. Foundation

foundation

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Web Design bernama Zurb mendedikasikan diri mereka untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan web melalui pembuatan sebuah CSS Framework bernama Foundation. Fitur standar yang harus ada dalam CSS Framework mereka kemas dengan rapi. Tak lupa mereka pun memberikan dokumentasi yang lengkap dalam penggunaan Foundation ini. [URL: http://foundation.zurb.com/]

4. Less Framework

lessframework

Less Framework ini memanfaatkan salah satu tool yang bernama Less CSS. Dia merupakan sebuah tool yang dapat anda manfaatkan dalam penulisan CSS yang lebih simpel dan efisien selayaknya anda menulis kode PHP atau Javascript. Dan Less Framework hadir dengan mengemas Grid System dan Responsiveness untuk membuat kode anda jauh lebih simpel dan lebih efisien lagi. [URL: www.angrycreative.se/wordpress/plugins/less-framework/]

5. jQuery UI

jqueryui

Jika anda cukup familiar dengan jQuery, maka anda juga harusnya sudah tidak asing dengan jQuery UI. jQuery UI memberikan kemudahan dalam pembuatan tool sederhana yang dibutuhkan website anda, seperti: tooltip, dropdown, calendar, dan masih banyak lagi. Penggunaannya cukup mudah seiring dengan dokumentasi yang mudah dipahami. Hanya saja, tool ini tidak menyediakan grid system atau responsiveness. [URL: http://jqueryui.com]

6. Unsemantic

unsemantic

Unsemantic adalah generasi penerus dari 960.gs. Pendahulunya hanya menyediakan grid system saja untuk layouting website, sedangkan pada Unsemantic telah ditambahkan pula fitur Responsiveness demi mengikuti trend teknologi website yang ada. Dokumentasi yang sederhana cukup untuk membantu anda yang ingin menggunakan framework ini pada pembuatan website anda. [URL: http://unsemantic.com]

7. Blueprint CSS

blueprintcss

Old but gold. Blueprint CSS juga masih cukup populer di kalangan web developer. Dia bisa disebut sebagai perintis CSS Framework yang kemudian menginspirasi para developer lain untuk membuat sistem yang sama. Fitur unggulan yang juga dimiliki oleh beberapa CSS framework lain adalah grid system serta CSS reseter. [URL: http://blueprintcss.org]

Well, itulah sejumlah CSS Framework yang dapat anda gunakan dalam pembuatan website anda. Mana yang paling cocok? Sebagai developer yang haus ilmu, tentunya anda tidak ingin melewatkan satupun di antaranya. Jadi, pilihannya saya kembalikan lagi kepada anda. Atau, anda punya referensi lain? ;-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

4 komentar

  • Ali Imron
    17 April 2013 - pukul 11:41

    wah..skeleton tidak masuk dalam list ini :)

    • 17 April 2013 - pukul 12:24

      Benar mas Ali, Skeleton tidak masuk karena saya juga kurang melihat intensitas developer membicarakan atau bahkan memakai skeleton ini. Ngomong-ngomong mas Ali ini, masih memakai skeleton ya?

      • Ali Imron
        23 April 2013 - pukul 8:14

        Iya mas Gufron, saya memakai skeleton. dengan alasan lebih light, sesuai kebutuhan (kadang hanya butuh responsive grid) dan tidak terikat dgn custom css dari framework ini.
        kalau menggunakan bootstrap/foundation butuh effort yg lumayan untuk custom daripada skeleton.

        cmiiw mas :)

        • 24 April 2013 - pukul 0:14

          Sip mas, terima kasih atas penjelasannya. Faktor kebutuhan juga sebagai penentu dalam pilihan CSS Framework ini mas. Jadi menurut saya pilihan mas juga pas sesuai kebutuhan mas sendiri. :)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *