Leadership

Bagaimana Memiliki Karyawan yang Produktif ala Zappos

 

Seberapa bahagia karyawan Anda di tempat kerja? Apakah kini Anda mengijinkan mereka untuk browsing online artikel sesukanya. Atau justru menekannya atas dasar produktivitas karena anda anggap mereka seolah bosan dan tidak sabar lagi menunggu waktu pulang? Mari kita tengok lebih dalam lagi ke akar masalahnya. Sudah benarkah kultur perusahaan anda? Atau justru, apakah anda punya kultur perusahaan?

Jika menyangkut kultur, kebahagiaan dan produktivitas, agaknya kita bisa belajar banyak dari Zappos, sebuah brand retailer paling sukses di Amerika Serikat dengan angka kebahagiaan karyawan tertinggi.

Sejarah Zappos dan Kultur Perusahaannya

Tony Hsieh menjadi multi milyarder di awal 20-an dengan menjual LinkExchange kepada Microsoft pada harga $265M.

Di tahun 1999, ia pun mengambil alih startup Zappos karena ia rindu bekerja di lingkungan yang bahagia.  Ia mengakui,

“Saya berada di posisi keuangan dimana saya bisa tidak harus bekerja lagi. Maka jika harus kembali ke kantor, saya lebih baik memilih untuk berada di sekitar orang – orang yang berbahagia. Jika tidak, lalu apa gunanya?”

Rupanya pemikiran sederhana ini pula lah yang pada tahun 2005 menuntun Hsieh untuk menerapkan kultur terbaru bagi Zappos. Yakni Happiness. Maka rasa senang adalah budaya yang kemudian menjadi prioritas nomor satu di Zappos. Hsieh yakin segala sesuatu lainnya bisa tumbuh dari sini.

Hsieh pun mengeluarkan kebijakan yang radikal untuk memecat 5-10% pegawai  yang tidak  memiliki visi yang sama dengan perusahaan. Katanya,

“Cara terbaik untuk menjaga kelangsungan budaya Happiness adalah dengan menyingkirkan mereka yang tidak singkron dengan nilai-nilai perusahaan.”

“Apa yang kami temukan dari sini? Rasa sakit jangka pendek mampu memperkuat hubungan jangka panjang dan membawa keuntungan.”

Dengan memecat mereka yang tidak memiliki visi yang sama, 90% sisa pekerjanya menjadi lebih terlibat dan termotivasi. Kebijakan baru pun dapat diterapkan dengan lebih cepat. Perusahaan pindah dari San Francisco ke Las Vegas. Dan dari sinilah semuanya dimulai.

Pada tahun 2008, Zappos mencapai laba kotor $1B. Dan pada tahun 2012, Zappos menghasilkan lebih dari $2B dengan 5.000 staf.

Setelah membeli balai kota lama Las Vegas untuk kantor pusat barunya, Hsieh mewajibkan tempat kerja untuk dihiasi dengan aksesoris yang cool funky urban break-out atau apalah namanya. Kemudian membangun sebuah pub internal. Ketika dirasa uang ini masih belum habis, Zappos mulai mengatur untuk mendanai proyek bernilai $100 juta di real estate lokal, $350 juta untuk investasi, $100M untuk membangun perumahan, $50M untuk usaha kecil, $50M untuk pendidikan, dan $50M untuk teknologi startup di Las Vegas.

“Apa yang dimulai sebagai kantor baru telah benar-benar berubah menjadi sebuah proyek untuk merevitalisasi kota Las Vegas,” kata Hsieh.

Dan coba tebak,

“Kita telah melihat karyawan kami terlibat pada tingkatan yang baru. Mereka give back pada bisnis. Mereka ownership pada merek Zappos. Jadi apalagi yang lebih baik dari ini?”

Jadi apa kaitan antara Kultur, Kebahagiaan, dan Produktifitas?

Nic Marks, dari New Economics Foundation (NEF), sebuah lembaga yang khusus menilai hal ini mengatakan,

“Orang yang bahagia di tempat kerja akan lebih produktif. Mereka lebih terlibat, lebih kreatif, dan memiliki konsentrasi yang lebih baik”, kata Marks.

“Perbedaan dalam produktivitas antara orang bahagia dan tidak bahagia di tempat kerja dapat berkisar antara 10-50% bagi tugas yang sifatnya rutinitas, atau bahkan bisa sampai 40-50% bagi mereka yang bergelut di industri jasa dan kreatif.”

Dan anda pasti setuju bahwa produktifitas berpengaruh langsung dari segi pendapatan. Jadi, bagaimana dengan perusahaan anda?

Tulisan terkait:

Tips membentuk kultur kerja yang positif di kantor anda

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

1 komentar

  • jasa-translate.com
    17 April 2013 - pukul 11:54

    Wah pingin nih kerja di Zaposs.com :D

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *