Leadership

Bagaimana Mengendalikan Emosi Ketika Bekerja

 
  • 65
    Shares

Ketika bekerja / berbisnis, kita pasti seringkali merasakan emosi-emosi positif seperti seperti kegembiraan, rasa syukur, dan sukacita. Namun di suatu kondisi, tidak jarang pula kita merasa takut, marah, sedih, tertekan dan emosi-emosi negatif lainnya. Maka, di sinilah kita perlu mengembangkan sebuah manajemen emosi yang baik untuk menghalau emosi-emosi negatif seperti ini agar tidak menghalangi profesionalisme kita.

Karena suatu saat kita pasti akan dihadapkan pada situasi yang tidak sesuai dengan harapan.

Jika Anda merasa takut.

Berhenti sejenak dan lihat situasi secara objektif. Tanyakan kepada diri sendiri: “Apakah bisnis atau karir saya sedang dipertaruhkan?” Jika tidak, maka Anda mungkin hanya merasa gugup dan kurang percaya diri saja.

Atau jika Anda memang dihadapkan pada situasi yang benar-benar serius, lakukan beberapa hal yang bisa menjernihkan pikiran, seperti berjalan-jalan atau meminum kopi atau teh. Dan ketika anda kembali, pastikan bahwa anda sudah siap bereaksi dengan situasi yang anda hadapi saat ini.

Bayangkan pekerjaan sebagai sebuah roller coaster. Yang perlu anda lakukan adalah enjoy the ride. Anda harus memiliki keyakinan bahwa anda dapat menyelesaikan setiap masalah yang anda hadapi.

Jika Anda merasa ditolak.

Jika anda merasa tidak memiliki masalah dengan orang lain yang menolak kehadiran anda, satu-satunya cara untuk mengetahui akar masalahnya adalah dengan bertanya pada penolak anda. Tanyakan sesuatu seperti: “Beberapa hari yang lalu, kamu mengatakan ____ dan saya merasa sakit hati. Dapatkah kamu menjelaskan apa yang terjadi?.”

Pada akhirnya, kita akan menyadari dalam arti yang sangat nyata bahwa “penolakan” adalah ilusi. Penolakan hampir selalu berasal dari perbedaan dalam “aturan” orang dalam menafsirkan sebuah peristiwa. Mungkin anda “ditolak” karena orang lain memiliki aturan yang berbeda.

Jadi, di mana sengatannya?

Jika Anda merasa marah.

Tugas pertama anda adalah menjauh dari situasi yang menyulut amarah anda. Jika anda bisa, pergi dan berjalan-jalan, atau melakukan sesuatu yang akan mengalihkan perhatian anda sejenak. Jika Anda tidak dapat mengambil salah satu tindakan tadi, tarik nafas perlahan jernihkan pikiran. Ketika anda sudah lebih tenang, selidiki alasan kenapa anda marah. Dari pada “meledakkan” atau “melepaskan uap”, mencari cara untuk berkomunikasi dengan orang lain lebih penting agar situasi yang sama tidak terulang kembali di masa depan.

Jika Anda merasa frustrasi.

Di tempat kerja, emosi ini muncul ketika anda merasa bahwa hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan, terutama jika melihat jumlah pekerjaan dan usaha yang telah anda keluarkan. Anda tahu tujuan anda dapat dicapai, tapi tampaknya tujuan tersebut selalu ada di luar jangkauan.

Langkah pertama yang dapat anda lakukan adalah meninjau kembali rencana dan perilaku anda. Apakah anda sudah benar-benar melakukan cara terbaik untuk mencapai tujuan anda? Jika tidak, rasa frustrasi akan memberitahu anda bahwa anda perlu mengubah rencana dan eksekusinya. Sedangkan jika rencana anda sudah kuat dan perilaku anda sudah tepat, maka sekarang saatnya untuk melatih kesabaran. Berhentilah mengkhawatirkan tentang hasil. Serahkan hasilnya pada Yang Maha Kuasa. Tugas anda adalah terus berusaha untuk mencapai tujuan.

Jika Anda merasa tidak mumpuni.

Mungkin sekarang anda diam-diam merasa khawatir setelah mengukur sampai mana kemampuan anda, apakah anda siap untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hal yang indah tentang emosi ini adalah bahwa emosi ini paling mudah untuk ditangani. Rasa tidak mampu berasal dari kurangnya keterampilan, pengalaman, dan strategi di mana anda ingin menjadi sukses. Makanya, putuskan bahwa anda akan bekerja di bidang ini sampai anda benar-benar menguasainya. Dan cari referensi ketika anda tengah melaksanakan tugas ini. Misalnya panutan, mentor, baca buku atau ikut seminar.

Jika Anda merasa stres.

Dunia bisnis kini mengajukan tuntutan yang luar biasa pada energi dan waktu pelakunya. Entah apakah Anda seorang pengusaha, eksekutif, manajer, atau seorang pekerja, Anda terus-menerus dituntut untuk berbuat banyak bagi pekerjaan anda. Meski begitu, anda dibatasi oleh batas-batas ruang dan waktu. Anda punya waktu yang terbatas untuk menyelesaikan sesuatu sekaligus menjaga diri tetap sehat dan bahagia pada saat yang sama. Makanya, hindari rasa stress. Cara terbaik untuk menangani stres adalah menggunakan stres sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk membuat prioritas. Mana yang penting untuk diselesaikan agar tidak mendesak di belakang.

Semoga bermanfaat ;-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 65
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *