Interviews

Dari Hobi, Anggota Komunitas Kere Hore ini Sukses Berbisnis Headphone

 
  • 3
    Shares

   

Menjadi penikmat musik, hobi memiliki dan menggunakan aksesoris gadget seperti Headphone juga sudah bukan hal yang biasa. Dari sinilah sebuah usaha atau bisnis yang awalnya hanya didirikan oleh 3 orang kakak beradik sukses menjadi pengusaha Headphone. Pada hari Senin yang lalu, saya sempat berkunjung ke sebuah toko yang terletak di deretan countre Handphone di Plaza Marina, Surabaya. Sebuah toko sederhana yang bertuliskan Headphoneku adalah sebuah toko offline yang dimiliki oleh Bapak Fadli Ramon. Bapak Fadli sempat bercerita dan membagikan kisah beliau ketika mulai membangun bisnis ini sampai dengan saat ini. Dan berikut ini adalah beberapa penuturan dari Bapak Fadli Ramon selaku owner dari Headphoneku.com.

Me: Bisa diceritakan pak awal mula mendirikan bisnis Headphoneku.com ini?

Fadli R: Awal mulanya yaitu pada tahun 2010 saat saya dan kakak beserta kakak ipar membangun sebuah bisnis online kecil – kecilan lewat Kaskus. Awalnya kita coba masukin sendiri produk import KW. Kita coba – coba cari referensi dari Alibaba dan masukin di Kaskus. Karena produk import, kita dulunya pakai sistem Pre-Order. Ini juga karena awalnya belum ada modal.

Lalu mulai tahun 2012 saya coba buka toko offlinennya. 2011 coba buat website dan 2012 sudah mulai ada toko offlinenya. Saat menggunakan website memang kita tidak direpotkan untuk proses create website, tapi website itu belum ada fitur yang lengkap untuk toko online. Jadi saya juga coba untuk mencari dan menggunakan Jagoanstore untuk toko online yang saat ini.

Tahun 2013 sekitar bulan Juli, kita baru buka toko offline di Jakarta. Kenapa di Jakarta? Karena pelanggan banyak yang bertanya, dan juga supaya lebih dekat dengan mereka. Pelanggan kita banyak yang dari Jakarta, jadi untuk biaya kirim juga lebih murah. Saya fokus mengembangkan toko yang di Surabaya dan Kakak saya yang mengembangkan toko kita yang di Jakarta.

Me: Kalau boleh tahu nih Pak, latar belakang Bapak sendiri apa ya sebelumnya. Apa pernah bekerja sebagai orang kantoran?

Fadli: Saya lulus kuliah dari Ubaya tahun 2008. Dan karena pada saat itu susah cari kerja, jadi saya mulai berfikir untuk membuka bisnis.

Produk kita 30% dari distributor luar negeri dan 70% sudah dari distributor dalam negeri. Rata – rata produk yang kita jual diproduksi langsung dari China, Jerman, Jepang dan beberapa negara lainnya, dan itu tergantung brand.

Me: Untuk orderan sendiri sejak awal di Kaskus sampai punya website dan akhirnya punya toko offline, apa selalu naik atau bagaimana Pak?

Fadli: Alhamdulillah order kita setiap bulannya selalu naik, dan omzet kita rata – rata sudah mencapai 150 juta dalam satu bulannya.

Me: Wah banyak sekali ya pak. Kalau begitu media apa saja yang Bapak gunakan sebagai sarana promosi selain Kaskus dan Website?

Fadli: Kita promosi lebih ke online, mulai dari Facebook yang saat ini sudah mencapai 4000an orang dan di Instagram, tapi tidak begitu banyak viewernya. Dan kita juga bergabung dalam komunitas Kere Hore.

Me: Kere Hore? Apa itu Pak? Bisa diceritakan sedikit mungkin untuk komunitas ini?

Fadli: Komunitas ini berisi orang – orang yang punya hobi sama yaitu menyukai dunia gadget dan musik. Jadi sama – sama berbagi dan support informasi. Komunitas Kere Hore sendiri sudah 16.100 orang anggota. Saya sendiri sudah bergabung dari awal komunitas ini ada. Komunitas ini juga awalnya komunitas online di Kaskus, tapi sudah berkembang dan kini berada hampir di semua kota di Indonesia. Dan hampir setiap bulan masing – masing wilayah mengadakan gatering.

Me: Punya banyak media promosi, apa tidak kesulitan untuk memanagenya Pak?

Fadli: Tidak, karena memang suka jadi tidak merasakan kerepotan untuk order yang banyak juga. Kita juga lebih mudah manage toko online yang di Facebook. Website dan sosial media lainnya juga sangat membantu, karena pasar kita memang pasar online, dan impact yang didapat jadi lebih besar.

Me: Produk sendiri kan awalnya dari distributor luar negeri, lalu bagaimana membuat orang percaya kalau produk Bapak itu memang bagus?

Fadli: Kita pakai sistem review dan rekomendasi dari orang – orang dekat kita. Terutama dari komunitas Kere Hore sendiri. Jadi dulu kita coba 1 produk dari luar negeri, lalu kita tunjukkan ke anak Kere Hore. Dan mereka coba dan review satu persatu, sampai merekomendasikan bagus atau tidaknya barang yang ingin dijual.

Me: Lalu produk apa saja yang populer sampai saat ini Pak?

Fadli: Ada beberapa, salah satunya seperti Phrodi. Dulu namanya POD007 yang direview tahun 2013 oleh anak – anak Kere Hore. Dari yang harganya 100 ribu sampai sekarang yang menjadi 125 ribu. Harga ini juga tergantung nilai dollar. Kita bisa sampai 150 pcs per bulannya. Produk ini direkomendasikan karena dengan harga yang segitu dan kualitas suara yang seperti itu, sudah sangat rekomended.

Me: Bagaimana Bapak melihat peluang dari bisnis ini kedepannya?

Fadli: Peluangnya masih sangat besar ya, karena selain pemain masih sangat sedikit di pasaran, peminat semakin banyak dan juga model dan jenis gadget yang akan terus bertambah, jadi minat headphone semakin besar. Jadi peluang kedepannya masih sangat besar.

Me: Oh iya pak bisnis sebesar ini pasti sudah pernah mengeksport ke luar negeri. Kemana saja itu Pak? Dan produk yang paling mahal itu seperti apa ya pak?

Fadli: Kita sudah pernah eksport ke Amerika, Brazil, China, India, Singapura dan beberapa negara lainnya.  Untuk produk yang telah dieksport kita punya housing untuk headphone Grado. Housing ini terbuat dari kayu dan dibuat custome hand made oleh supplier kita di Indonesia. Customer dari luar negeri tahu bahwa kayu dari Indonesia sangat eksotis, dan itu juga mempengaruhi kualitas suara yang dikeluarkan. Harganya kisaran 1 – 2 jutaan.

Me: Lalu apa nih harapan Bapak kedepannya untuk bisnis ini? Apa ingin menambah jumlah cabang?

Fadli: Untuk cabang sepertinya belum. Karena untuk 2 cabang saja sudah kerepotan untuk order dan pembagian stocknya. Hehe jadi mungkin lebih ingin menambah jumlah model dan jenis barangnya saja.

Untuk pemain sendiri masih sangat sedikit, dan kita tidak menganggap kompetitor sebagai pesaing kita, tapi jutsru kitaa saling membantu. Terlebih kalau soal orderan, jadi semisal di sini tidak ada nanti kita coba orderkan di kompetitor kita dan sebaliknya.

Me: Wah, begitu ya pak. Baik pak semoga sukses ya pak untuk pengembangan bisnis Headphoneku baik offline ataupun onlinenya. :)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 3
    Shares

Artikel Terkait

1 komentar

  • 12 February 2015 - pukul 20:21

    waah hebat, saya jg kepengen usaha nih dan emmang bener cari kerja itu susah :(

    salam kenal, jgn lupa mampir ya :)

    sukses bisnisnya…

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *