Running A Business

Dokumen Paten Terbuka untuk Publik

 

   

Beberapa waktu lalu dalam sebuah pertemuan ada yang bertanya pada saya tentang dokumen paten yang menurut dia sulit untuk didapatkan sehingga ia berpikir kalau dokumen paten tersebut sifatnya rahasia. Padahal prinsip paten bukan itu. Prinsip paten adalah keterbukaan. Inventor harus membuka invensinya kepada publik secara gamblang. Balasan dari hal itu adalah ia mendapat hak paten atas invensinya tersebut jika memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Apabila kita tengok database milik Kantor Paten Amerika Serikat (USPTO) dan Kantor Paten Eropa (EPO), dapat kita lihat dokumen-dokumen paten yang telah diumumkan atau telah didaftar dengan lengkap. Lengkap di sini adalah dokumen tersebut dapat dibaca atau diunduh dari judul hingga gambar, termasuk pula klaim dari permohonan/paten tersebut.

Dokumen paten yang lengkap tersebut penting karena banyak detail yang tidak bisa disimpulkan hanya dari membaca abstraknya saja. Untuk memahami sebuah invensi yang dipatenkan kita perlu membaca dari awal hingga klaimnya. Klaim adalah bagian yang paling penting dari sebuah permohonan/paten karena di dalam klaim itulah pemohon atau pemegang paten menyatakan bagian dari invensinya yang dilindungi.

Kantor-kantor paten besar di dunia biasanya menyediakan database ini secara online dan cuma-cuma. Bahkan Espacenet milik Kantor Paten Eropa tidak hanya memiliki data paten Eropa saja tetapi dari negara-negara lain yang terhubung. Patentscope milik WIPO (badan PBB yang menangani HKI) juga tersambung dengan database paten negara-negara lain.

Bagaimana dengan database milik Kantor Paten Indonesia? Database paten Indonesia bisa diakses juga secara gratis namun koleksi dan dokumennya tidak selengkap seperti database yang saya sebutkan di atas. Jika kita membutuhkan dokumen paten yang terdaftar di Indonesia secara lengkap, kita bisa meminta petikan resmi atas paten tersebut kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan membayar sejumlah biaya. Biaya yang dibayarkan tersebut tergantung dari jumlah halaman dokumen paten yang diminta.

Sudah siap untuk menelusuri database paten? Langsung saja klik tautan yang ada dalam artikel saya.

Baca juga:

Peran Konsultan HKI dalam Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Merek Bisnis

5 Kesalahan Umum Pendaftaran HKI oleh Pebisnis Indonesia

Memahami Apa itu Istilah “Pantent Pending”


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *