Interviews

Indigital.co.id: Berawal dari Passion Hingga Jadi Top 10 Mobile Developer Startup Asia

 

Di usianya yang terbilang muda, 24 tahun, Asad Fatchul’ilmi berhasil mengantarkan Indigital sebagai sebuah perusahaan developer aplikasi mobile yang unggul di Indonesia. Segudang prestasi telah diraih Indigital. Salah satunya adalah ketika Indigital dinobatkan Tech in Asia sebagai Top 10 Mobile Developer Startup Asia. Rahasianya adalah pelayanan terbaik dan passion yang terasah sejak kecil. Di sebuah kesempatan, Asad menyempatkan diri untuk berbagi cerita perjalanan yang menarik mengenai proses membangun Indigital.

Halo mas Asad, bisa diceritakan sedikit tentang latar belakang pendidikan Anda?

Saya SMP dan SMA di Yogyakarta, kemudian melanjutkan ke Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Dari latar belakang anda, maka sangat natural sekali jika anda berkecimpung di dunia developer aplikasi. Bagaimana cerita awal pendirian Indigital?

Ketika kuliah di Jakarta, sembari menimba ilmu seputar ranah digital, saya sudah mulai menjual jasa pembuatan sistem informasi hingga aplikasi mobile. Awal mulanya memang masih sebatas freelance. Hingga sekitar 2,5 tahun lalu, saya memutuskan untuk mendirikan Indigital, perusahaan berbasis Jakarta yang fokus dalam pemenuhan kebutuhan sistem informasi, pengembangan aplikasi, hingga digital campaign (agency).

Ceritakan tentang bisnis anda dan jenis layanan yang ditawarkan?

Marketing office kami ada di Jakarta, sedangkan workshop ada di Yogyakarta. Di Indigital, kami membuat aplikasi yang menjadi solusi bagi perusahaan – perusahaan. Saya ingin menjadikan Indigital sebagai sebuah perusahaan yang fokus bergerak di bidang jasa dan konten digital.

Apa prestasi terbaik yang pernah diraih Indigital?

Pada pertengahan tahun 2012 lalu, kita masuk dalam Top 10 Mobile Developer di kompetisi Startup Asia yang diadakan oleh majalah Tech in Asia. Padahal saat itu adalah pertama kalinya kami ikut kompetisi seperti ini. Di luar itu, prestasi bagi kami adalah ketika kami dapat men-deliver project kita sesuai dengan keinginan klien, baik dari sisi kualitas maupun tenggat waktu.

Apa yang membuat Indigital berbeda dari bisnis lain yang mungkin konsepnya serupa?
Kami menawarkan “Integrated Digital Marketing”. Artinya, selain membuatkan aplikasi untuk perusahaan, kita juga membantu dari segi strategi hingga kampanye agar semua orang ikut memakai aplikasi ini. Selain itu, kami telah memiliki partner hingga ke vendor-vendor besar yang dapat memberikan support layanan maupun kerjasama B2B seperti dari lintas telco, BlackBerry, Nokia, Google, dsb.

Semakin banyak pengguna digital, maka semakin besar market anda. Artinya Indigital sangat bergantung pada pertumbuhan industri digital di Indonesia. Bagaimana anda menilai peluang industri mobile apps saat ini?

Saya tidak begitu cemas jika menyangkut soal peluang industri mobile apps di Indonesia. Bisnis yang kami jalani saya nilai memiliki potensi peluang yang cukup besar. Karena saat ini, Indonesia masih mengalami proses transisi dari dunia konvensional menuju dunia digital. Dari segala sisi, baik brand, pemerintah, perusahaan, semuanya sudah mulai menjajaki proses tersebut. Saya optimis bahwa tren pengguna digital di Indonesia akan terus bertumbuh

Jika kita kaitkan dengan tren pertumbuhan gadget di Indonesia, apa tantangan yang saat ini anda hadapi?

Ada dua tantangan terbesar yang saat ini kami hadapi. Pertama adalah persaingan yang semakin ketat. Kedua adalah perkembangan teknologi yang harus selalu kami ikuti karena kami ingin terus sustain di bisnis ini.

Jadi, apa rencana Anda untuk mempertahankan bisnis Anda, atau justru mengembangkannya?

Beberapa hal yang saat ini terus kami upayakan adalah memperkuat marketing, memperlebar partner bisnis, dan juga menambah amunisi dari sisi asset perusahaan paling berharga di dunia kami, yakni developer, baik programmer maupun designer.

Di usia yang terbilang muda, anda berhasil mengantarkan Indigital hingga berprestasi dari segi kompetisi. Kapan anda mulai belajar mengenai entrepreneur?

Kalau definisi dari entrepreneur adalah dunia usaha, di mana kita mulai berjualan produk/jasa lalu menawarkan pada orang lain, dan kita dapat margin berupa keuntungan disana, maka bisa dikatakan sejak SD saya sudah mulai jadi enterpreneur. Saya masih ingat jualan pertama saya adalah permen yang lagi ngehits semasa itu. Saya beli dari warung sebelah kemudian saya jual di sekolah. Kemudian di SMP, saya berjualan kaos dan stiker. Saya SMA sudah mulai membuat toko komputer kecil. Jaman itu CPU masih laris. Saya jual CPU dengan cara merakit sendiri sehingga bisa dapat margin lebih besar untuk tiap komponennya. Hingga kini pun, di samping Indigital saya juga ada beberapa usaha yang sedang saya tekuni. Termasuk di dalamnya ada property dan batu bara.

Saya bisa menyimpulkan bahwa passion anda sangat besar di dunia enterpreneur. Setelah menjalaninya secara profesional, apa suka duka yang saat ini anda rasakan?

Hampir sama dengan sebagian enterpreneur lainnya, saya merasa bahwa membesarkan sebuah Brand itu butuh waktu dan materi (modal). Adalah sebuah pernyataan yang salah jika ada yang beranggapan bahwa jadi entrepeneur itu punya waktu luang jauh lebih banyak dibandingkan orang kantoran, enterpreneur boleh pergi kapan saja, bisa masuk kapan saja. Yang benar, Enterpreneur adalah pekerjaan 24 jam.

Siapa tokoh yang memotivasi perjalanan Anda sebagai enterpreneur?

Ayah saya. Beliau adalah motivator utama saya. Beliau selalu mengingatkan saya bahwa dalam usaha saya, saya harus selalu: Start small, think big, and act now.

Jadi, apa saran terbaik yang dapat anda berikan seputar dunia enterpreneur?

Jangan pernah takut. Tapi selalu perhitungkan tiap langkah dalam menjalani usaha. Insya Allah, jika kita punya niat baik, selalu ada jalan dalam tiap langkah menjalani usaha.

Super sekali mas Asad. Terimakasih telah berbagi cerita pengalaman anda di Mebiso. Semoga Indigital semakin berprestasi dan sustain di industri digital Indonesia :-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *