Leadership

Jago Komunikasi Itu Pangkal Sukses. 3 Tips Ini Bisa Membantumu Menjadi Pengusaha Muda Lebih Sukses

 

   

Hal yang paling mudah sekaligus sulit untuk dilakukan adalah berkomunikasi. Memahami lawan bicara, mendapatkan perhatian lawan bicara hingga mempengaruhi lawan bicara adalah tugas yang harus diselesaikan sepanjang komunikasi berlangsung. Paul J. Mayer pernah mengatakan bahwa “Communication – the human connection – is the key to personal and career success”. Komunikasi adalah koneksi antar manusia- kunci dari kesuksesan personal dan karir. Kali ini saya akan membagikan tips yang mudah dilakukan jika kamu memiliki kendala dalam berkomunikasi. Saya akan mulai dengan memberikan kondisi yang harus coba kamu taklukan.

Pertama, bertemu dengan orang yang sulit. Pernahkah kamu bertemu orang yang sangat sulit kamu hadapi? Biasanya mereka adalah si pengeluh, penggosip, tukang kritik ataupun si cuek. Rata-rata dari mereka akan lebih banyak menghujani kamu dengan hal-hal yang bersifat negatif. Nah, kalau sudah begini biasanya kendala yang dihadapi adalah “kesulitan mengontrol emosi”. Bagaimana cara menghadapinya? Haruskah saya berkomunikasi dengan orang-orang tipe ini? Jawabannya iya! Kamu harus melakukannya! Tipe orang seperti ini adalah tipe orang yang harus kamu taklukan pertama kali. Jika kamu sudah berhasil, maka biasanya kamu akan mudah untuk menguasai keadaan dan orang lainnya. Hal yang bisa kamu lakukan untuk memulai komunikasi dengan tipe orang ini adalah 4T (Tunggu, Tanggapi, Terima dan Tanyakan kembali). Saya mulai dengan Tunggu. Biasakan menunggu sekitar 5 detik sebelum memberikan respon terhadap apapun yang tipe orang ini katakana kepada kamu. Tujuannya kamu akan memiliki cukup waktu untuk mengatur emosi. Mencampur adukan emosi dalam berkomunikasi kadangkala bisa membawa petaka bagi kehidupan kamu. Kedua, Tanggapi. Biasakan melatih diri kamu untuk memberi tanggapan yang sesuai dengan keinginan lawan bicara kamu. Cara paling mudah adalah dengan melakukan mirroring atau penyamaan gaya dengan lawan bicara kamu. Ketiga, Terima. Terimalah segala bentuk ucapan tipe orang sulit. Biasanya diawal kamu akan merasakan gigitan semut karena mendengar ucapan-ucapannya, tetapi bertahanlah. Bentuk penerimaan kamu bisa dengan melakukan anggukan sekali atau dua kali pada saat tipe orang ini menyampaikan ide-idenya. Keempat, Tanyakan kembali. Banyak orang merasa tidak diperhatikan. Sebagian dari mereka yang merasa tidak diperhatikan akan mengalami gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan ini biasanya yang akan memunculkan efek ingin melakukan hal yang sama kepada orang lain. Tugas kamu, adalah untuk memutus rantai ini. Tipe orang yang sulit ditangani, biasanya adalah produk dari kejamnya kehidupan. Sebagian dari mereka mungkin mempunyai masalah dengan keluarga, pekerjaan ataupun keuangan. Sehingga, mereka melampiaskannya dengan berbuat hal negatif kepada orang lain. Cara bertanya pun harus kamu perhatikan. Awalilah dengan anggukan, kemudian bertanyalah dengan pertanyaan “kenapa”.

Kondisi kedua, berkomunikasi dengan klien. Biasanya secara psikologis seorang manusia akan merasa memiliki posisi lebih rendah dibandingkan kliennya. Logikanya sederhana, karena otak bekerja dengan sistem giver and taker. Biasanya, manusia akan mengalami penurunan kepercayaan diri jika mereka berada pada posisi taker atau penerima. Sayangnya, kecenderungan ini akan menjadi masalah besar jika dibiarkan berlarut-larut. Potensi masalah yang muncul bisa seperti kurang fokusnya kamu dengan harapan klien, bicara yang terbata-bata hingga batalnya kontrak dengan klien. Kerugian ada dipihak kamu. Jika kamu serius menginginkan hubungan yang lebih harmonis dengan klien untuk menciptakan kesuksesan dalam kehidupan kamu lakukanlah hal ini: “Persiapkan, Persiapkan, Persiapkan”. Melakukan persiapan sebelum bertemu klien bisa dimulai dengan mengidentifikasi klien. Apa yang menjadi keinginannya, siapa saja yang biasa berelasi dengan klien kamu hingga latar belakang personal klien kamu. Mudahnya informasi yang tersebar di internet akan sangat membantu kamu.

Kondisi ketiga, berkomunikasi dengan pasangan yang penuh curiga. Salah satu faktor penentu kesuksesan adalah pasangan. Apa jadinya bila usaha keras yang kita lakukan dari pagi hingga malam hari berujung kegagalan hanya karena sikap pasangan yang penuh curiga? Tentu kamu tidak asing lagi mendengar istilah SSTI, Suami-Suami Takut Istria atau SPIDR, Suami Pulang Istri Di Rumah. Kedua konsep ini lekat dengan fakta di kehidupan masyarakat mengenai pasangan penuh curiga. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini yang harus kamu lakukan adalah “bicara dari hati ke hati”. Berkomunikasi dengan pasangan terutama menyangkut kompromi yang alot tidak bisa dilakukan menggunakan logika. Hal yang harus kamu pelajari adalah berbicara menggunakan hati. Biasanya pendekatannya adalah dengan metode “bercerita”. Jika kamu termasuk orang penuh logika, cobalah untuk menaklukan situasi ini dengan hati. Redam logika kamu dan mulailah berbicara. Pilihlah tempat yang nyaman. Saran saya tempat favorit berdua adalah solusi yang brilian!

Jadi, sudah siap sukses secara personal juga karir?


Artikel Terkait

1 komentar

  • Herryhahn02@gmail.com
    11 July 2017 - pukul 7:17

    Bagus bermanfaat sekali…saya senang banyak ilmu disini kebetulan saya marketing furniture merek Indachi baru beberapa bulan menjalani. Saya ingin menghilangkan gugup kalau sedang ngobrol sama customer apalagi mereka yg terkesan buru buru dan dingin terhadap saya

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *