Interviews

Kesenangan dengan Kue Buatan Ibunda, Kini Diah Venita Daben Sukses Berbisnis Kuliner Melalui Minilovebites.com

 

   

Menyukai dunia kuliner dan bisnis membawa kesuksesan dan cerita tersendiri bagi Diah Venita Daben(44). Setelah lama menjadi seorang karyawan, ia akhirnya memilih untuk menjadi seorang enterpreneur dan fokus membuka sebuah usaha kuliner yang ia ilhami dari kue buatan Almarhum Ibundanya. Wanita lulusan Sarjana Ilmu Politik, Universitas Parahyangan Bandung telah sukses membawa Minilovebites dikenal hampir ke seluruh pelosok negeri. Kini ia fokus pada penjualan online dan juga offlinenya. Dan tak lupa Ibu Venitapun memberikan beberapa tips bagi para enterprenuer online. Seperti apa cerita dan tips yang beliau berikan? Simak disini:

Halo Ibu Diah, bisa diceritakan Bu bagaimana awal ibu masuk ke dunia enterpreneur ini?

Sebelumnya saya sudah pernah menjadi seorang pegawai, saya juga sempat bekerja freelance, namu saat itu yang masih belum saya jajaki adalah memiliki sebuah usaha sendiri. Hingga pada akhirnya saya mendirikan usaha ini. Usaha ini saya lakukan sendiri dan dengan modal saya sendiri, jadi tidak salah jika saya mengatakan bahwa pengorbanan yang pernah saya berikan untuk bisnis ini adalah waktu, tenaga dan tentu saja uang.

Lalu apa sih yang dimaksud dengan Minilovebites itu?

Minilovebites adalah sebuah toko online yang namanya berasal dari 2 suku kata, yaitu Mini yang kami sesuaikan dengan konsep usaha kami yaitu berjualan cupcakes. Sedangkan Lovebites sendiri kami menaruh harapan saat siapa saja yang memakan cupcakes buatan kami, mereka akan senang dan langsung jatuh cinta dengan cupcakes tersebut, karena rasanya. Ini sebuah nama yang menurut saya bagus, karena bernilai sangat positif. Nah kebetulan produk kami yang paling banyak dicari adalah Red Velvet Cupcake dan Dark Choco Cupcake.

Untuk latar belakang berdirinya Minilovebites ini sendiri bagaimana Bu?

Sejak kecil, kami selalu makan kue buatan Ibu. Beliau bekerja di sebuah bakery kecil di daerah Darmawangsa. Setelah beliau meninggal, kami kesulitan mencari kue yang sesuai dengan selera. Akhirnya setelah mengadakan survey di Jakarta, Melbourne & Singapura,  kami memutuskan untuk memulai bisnis kue sendiri, karena kami yakin dengan rasa dan produk yang kami buat sendiri.

Awal memulai bisnis ini, kami menjual melalui website www.minilovebites.com , social media dan dari teman serta mulut ke mulut. Saat ini produk kami dijual di online store, Steakholycow Senopati, flagship store kami di Jl. Gunawarman 32 Jakarta Selatan dan di bulan Mei 2014 kami akan buka toko di Mall Pacific Place.

Wah hebat sekali Bu sudah mau membuka cabang, lalu apa nih kiat ibu dalam menjaga harga dengan kualitas produk yang Ibu jual?

Produk kami menggunakan bahan- bahan dasar yang berkualitas tinggi untuk menghasilkan kue-kue yang enak, maka kami menyesuaikan harga produk sesuai dengan bahan- bahan dasar yang dipakai. Bagi kami ini sudah sangat pas ketika sebuah cupcakes dengan cita rasa luar biasa dan dengan harga yang terjangkau.

Jadi apa rahasia Minilovebites untuk membedakan ia dengan bisnis lain yang konsepnya sama?

Kami terus berupaya untuk meningkatan dan mengutamakan rasa pada setiap produk yang kami hasilkan. Selain itu kami juga memberikan sebuah packaging yang bagus dan menarik, serta pelayanan yang bernilai excellent. Kami pun berpendapat bahwa produk, desain, website, toko dan cara berbisnis kami yang simple dan to the point ini merupakan cerminan dari kepribadian kami sendiri.

Wah luar biasa sekali Bu, lalu apa saja prestasi yang sudah pernah diraih oleh Minilovebites ini sendiri?

Dari membuka bisnis online 3 tahun lalu, hanya dengan 2 pegawai (saya & adik), kami mengerjakan semuanya sendiri mulai dari belanja bahan, baking, decorating, packing, delivery dan lainnya. Sekarang kami sudah mempunyai toko sendiri, dan akan membuka toko baru di dalam mall.

Dan jika bicara pengalaman, pengalaman apa yang paling berkesan buat Ibu selama menjalani bisnis ini?

Mulailah bisnis dari 0 dan kerjakan semuanya sendiri. Hal ini menjadi modal untuk belajar dan saat bisnis berkembang kita tahu semua detail dari bisnis yang kita jalankan. Pengalaman ini tidak bisa digantikan.

Benar sekali Bu, belajar dan terus belajar. Bagaimana Anda menilai ruang lingkup market yang ada saat ini?

Market untuk home bakery sangat luas, terutama di Jakarta karena penduduknya sangat banyak. Pelanggan juga semakin kritis akan ‘rasa’ kue yang dibeli, bukan hanya terlihat bagus atau lucu, tapi juga harus enak dimakan/bisa dinikmati. Saat ini untuk home bakery kelas UKM, kami mengusung tinggi profesionalisme. Artinya walau kami hanya UKM, tapi service dan kualitas produk harus yang utama dan service harus profesional. Itu adalah 2 hal penting yang membuat kami bisa cepat maju hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun.

Lalu apa tantangan dan kendala yang sudah pernah ibu alami dari bisnis ini?

Diawal bagi kami masalahnya adalah tenaga kerja. Kami tidak mampu membayar yang berpengalaman, sementara dibutuhkan tenaga dengan keahlian spesifik. Saat membeli bahan baku, karena kelas UKM banyak supplier yang tidak mau mengantar atau kurang menanggapi permintaan kami dengan serius. Saat ini, dengan berkembangnya usaha kesulitan utama kami adalah tenaga kerja. Sulit mendapatkan yang mau bekerja keras dengan latar belakang/pengalaman yang sesuai.

Nah lalu apa saja rencana Anda kedepannya untuk mengembangkan bisnis ini?

Saat ini kami fokus pada pembukaan toko yang baru di Mall Pacific Place. Karena belum punya pengalaman memiliki toko didalam mall yang mungkin berbeda karakternya dengan pelanggan kami di online dan di toko pertama Minilovebites.

Siapa yang paling memotivasi Ibu dalam mengembangkan bisnis ini?

Almarhum Ibu kami. Karena beliau yang mengajarkan cita rasa kue pada kami. Toko kecilnya bertahan selama lebih dari 20 tahun, tanpa merek, packaging sederhana dan hanya mengandalkan rasa kue-kuenya.

Saran apa yang bisa Anda sampaikan kepada para enterpreneur atau pengusaha lain di luar sana Bu?

Mulailah bisnis Anda dengan modal yang kecil, kreatif dalam memanfaatkan peralatan/benda-benda disekitar untuk menghasilkan produk yang baik/bagus. Jika membuka bisnis dirumah, pisahkan AD/ART bisnis dengan pribadi, agar terlihat jelas apakah bisnis benar-benar untung atau tidak. Jika bisnis dirumah, jangan lupa untuk menetapkan biaya sewa, listrik & fasilitas lainnya u/ bisnis anda. Sehingga kita terbiasa profesional sejak awal memulai bisnis.

Nah adakah yang ingin Anda sampaikan sebagai sebuah tips bagi para pebisnis lainnya Bu?

Mempunyai toko online sangat mudah dan murah. Yang penting adalah memilih web designer yang cocok dengan selera atau gunakan template – template  yang gratis. Yang paling penting adalah visual/foto produk harus jelas, lighting bagus (cukup matahari), karena ini adalah modal untuk sebuah toko online. Buatlah website se-simple mungkin dengan informasi yang lengkap dan jelas. Ini memudahkan orang memilih produk dan memesan tanpa harus banyak bertanya.

Wah benar sekali Bu. Sebuah toko online terkadang diragukan karena tidak seriusnya sang pemilik merawat dan mengelola website mereka. Nah, terimakasih banyak Bu untuk waktunya. Semoga cerita Ibu bisa bermanfaat dan semoga Minilovebites sukses selalu.

 


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *