Technology

Kini Giliran Bump yang Dibeli oleh Google

 

   

Akuisisi tampaknya masih jadi sebuah tren yang sedang happening di Silicon Valley. Ceritanya kini giliran Google, sang raksasa teknologi membeli hak paten dari Bump. Bump adalah sebuah aplikasi startup mobile yang memungkinkan user untuk berbagi informasi kontak dan media lain hanya dengan “memukulkan” smartphone mereka dengan smartphone lain.

Kesepakan antara Google dan Bump diumumkan di blog Bump oleh CO-Founder dan Chief Executive, David Lieb.

“Misi kami di Bump adalah membangun aplikasi sharing sederhana untuk berbagi informasi dengan orang lain menggunakan perangkat smartphone, ” tulis Lieb. Dia menambahkan, “Kami berusaha untuk menciptakan pengalaman digital seperti menggunakan sihir, yang dibuat dengan inovasi dari Algoritma, Matematika, dan Pengolahan Data.”

Bump dibuat pada tahun 2008 oleh Lieb. Beberapa waktu sebelum perusahaan itu dibangun, Lieb sempat melamun dan membayangkan bagaimana cara membagikan informasi kontak dengan mudah dan efisien. Saat itu, Lieb adalah mahasiswa di Univesitas MBA Chicago yang mengambil studi Pemrograman. Selama setahun, dia melakukan eksperimen untuk dapat mewujudkan “lamunannya” hingga pada bulan Maret 2009 akhirnya aplikasi itu diluncurkan. Dalam waktu singkat, aplikasi ini menjadi sangat populer. Angka download-nya mencapai 40 juta dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun. Sekarang jumlah download-nya bahkan telah mencapai 100 juta.

Bump sendiri telah beberapa kali merubah tujuan utamanya. Pada tahun 2011 misalnya. Bump memperbarui fiturnya dengan memungkinkan user untuk dapat berbagi foto, musik, data kalender, dan sebagainya. Ditambah lagi Bump membuat fitur sosial yaitu dapat menambah teman. Tapi itu semua berakhir pada Bump 3.0. Saat dirilis pada awal 2012, fitur-fitur yang telah di tambahkan pada versi sebelumnya dipangkas habis dan hanya menyisakan fitur utama dan fitur pendamping yang memungkinkan user dapat berbagi foto. Fitur sosial yang sempat ditambahkan praktis juga ikut hilang. Tampaknya saat itu Lieb menyadari bahwa semakin sederhana sebuah apps, maka semakin powerful dia dapat dikembangkan.

Dalam hal pendanaan, investasi yang ada “di balik” Bump telah mencapai hampir $20 juta. Banyak investor yang masuk di dalamnya termasuk Sequoia Capital dan Andreessen Horowitz. Maka bisa diprediksi Google harus membayar mahal juga untuk mengakuisisi perusahaan ini. Menurut AllThingsD, Google diperkirakan harus mengeluarkan dana sebesar $30 juta sampai  $60 juta.

“Untuk saat ini tim yang mengembangkan aplikasi Bump akan bergabung dengan Google dan bekerja seperti biasa”, kata Lieb. 

Google juga telah mengirimkan pernyataan,“ Tim Bump telah menujukkan kemampuannya, dan mereka akan segera membangun dan mengembangkan produk yang sangat disukai user, dan kami pikir mereka akan sangat cocok bekerja dengan Google.”

Setelah menonton The Internship, siapa yang tidak mau bergabung dengan Google. :D


Artikel Terkait

3 komentar

  • 21 September 2013 - pukul 6:02

    Berarti akan bisa dipakai juga di perangkat android :D

    • Administrator
      21 September 2013 - pukul 9:16

      Kemungkinan besar akan seperti itu
      Kalau proyek Bump sendiri sukses dan tidak diputus Google di tengah jalan :-)

  • 24 September 2013 - pukul 12:57

    ternyata mengakuisisi sebuah software biayanya besar juga

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *