Running A Business

Mari Mengenal Persediaan Dalam Perusahaan Kita

 
  • 11
    Shares

   

Definisi persediaan adalah meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal perusahaan. Akan tetapi tidak semua perusahaan memiliki persediaan. Untuk perusahaan jasa seperti broker, konsultan dan agen tidak ada persediaan. Sedangkan untuk perusahaan dagang persediaannya berupa barang dagang. Perusahaan manufaktur memiliki persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi. Aktiva lain yang dimiliki perusahaan, tetapi tidak untuk dijual atau dikonsumsi tidak termasuk dalam klasifikasi persediaan. Dari definisi diatas maka persediaan adalah aset:

  1. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa;
  2. Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut; atau
  3. Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Permasalahan mengenai persediaan tentunya tidak akan/belum muncul tatkala perusahaan terkait masih berskala kecil karena dalam perusahaan kecil, frekuensi pembelian dan penjualan seimbang dan dapat berlangsung cepat sehingga persediaan barang/ jasa yang dimiliki masih cenderung minim. Namun, permasalahan mengenai persediaan ini akan mulai timbul tatkala perusahaan tumbuh menjadi perusahaan kecil dan menengah, bahkan menjadi perusahaan yang besar. Keberadaan persediaan tentunya akan menjadi signifikan sehingga membutuhkan penanganan khusus agar tetap eksis dalam menjalankan usahanya.

Mengenai penilaian persediaan, permasalahan ini terbagi menjadi tiga, antara lain:

  1. Pengakuan harga perolehan, mengacu pada PSAK 14 Persediaan (2008) paragraf 9 meliputi biaya pembelian yang terdiri dari harga beli, bea impor, biaya pengangkutan, biaya penanganan, pajak yang timbul (dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak), biaya-biaya pembelian ini tentunya sudah dikurangi dengan diskon, rabat, dan hal serupa lainnya; biaya konversi, dan biaya lain-lain
  2. Penurunan nilai persediaan, dan
  3. Nilai yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan.

Kesalahan Pengakuan Persediaan

Kesalahan pengakuan persediaan dapat menimbulkan permasalahan akuntansi yang serius. Antara lain: kelebihan (overstated)/kekurangan (understated) terhadap laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal ini dapat terjadi jika jumlah persediaan lebih catat (dalam kondisi ini jumlah fisik lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah tercatat) akan mengakibatkan beban pokok penjualan (cost of goods sold) menjadi kelebihan (overstated) yang dapat berakibat langsung terhadap kekurangan (understated) laba dan pajak penghasilan kekurangan (understated) efek ini tentu berlaku juga untuk sebaliknya.

Permasalahan utama dari persediaan terlepas dari permasalahan penentuan kuantitas dan penilaian terhadap kuantitas yang ada tersebut ialah keberadaan dari persediaan itu sendiri. Sehingga diperlukan perhitungan fisik secara berkala guna memastikan bahwa jumlah persediaan tercatat dalam laporan keuangan secara fisik benar-benar dimiliki oleh perusahaan.

Baca juga:

5 Tips Mengatur Keuangan dari Penghasilan dengan Mudah

Mengenal 5 Jenis Dividen dalam Suatu Perusahaan

5 Tips Mengelola Uang untuk Bisnis Kecil


  • 11
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *