Leadership

Menyusun Key Performance Indicator (KPI) untuk Mengukur Kinerja Anda

 
  • 5
    Shares

Nah pemilik Bisnis, sampai saat ini bagaimana anda menilai kinerja anggota tim Anda? Jika anda masih menggunakan metode senioritas atau prioritas yang subyektif, maka hentikan. Karena ada parameter yang lebih terukur. Yaitu KPI / Key Performance Indicator [Baca: Apa itu KPI?]. Dengan menyusun KPI yang benar, kita bisa menjadikan setiap pekerjaan yang dilakukan setiap anggota tim lebih terukur. Nah, gambar berikut mungkin bisa membantu anda.

key-performance-indicator

Gambar di atas adalah KPI editor MEBISO yang telah disusun bersama lembaga konsultasi bisnis WIN-Consultant.com. Format KPI ini dapat diterapkan pula pada startup anda. Beberapa faktor yang harus anda ketahui:

1. Sasaran Strategis

Sasaran Strategis adalah guiding star dari bisnis / startup anda [Baca: Apa itu Guiding Star] Ke manakah bisnis anda memposisikan diri di masyarakat. Apa kiblat bisnis anda, apakah revenue, profit, atau sosial. Anda harus menentukan sasaran strategis yang jelas karena sasaran inilah yang jadi landasan dari bisnis anda.

2. Key Result Area

Key Result Area (KRA) adalah ruang lingkup kategori kegiatan-kegiatan yang anda lakukan.

3. Tugas-Tugas

Tugas-tugas menjelaskan rincian dari KRA anda.

4. Key Performance Indicator

Nah di KPI inilah didefinisikan apa yang menjadi tolak ukur pencapaian dari KRA dan Tugas-tugas.

5. Bobot

Bobot setiap KRA jika ditotalkan harus 100. Agar setiap pelakunya tahu manakah tugas yang harus dia prioritaskan.

6. Target

Target adalah KPI yang harus tercapai. Bobot dan Target dikombinasikan dengan nilai realisasi akan berpengaruh pada scoring.

Bagaimana menghitung KPI?

Untuk melakukan penilaian, di akhir periode penilaian KPI, berikan lagi satu kolom Realisasi. Misalnya KRA Public Relation dengan tugas liputan event. Jumlah liputan event perbulan yang harus dicapai adalah 4. Pada bulan ini hanya tercapai 2. Artinya skor pencapaian kinerja 50 dari skala 100. Nah, skor inilah yang nanti dikalikan dengan Bobot untuk mendapatkan Skor akhir. Total skor akhir yang dijumlahkan inilah yang jadi nilai pencapaian kinerja anda di periode penilaian KPI. Perhatikan gambar berikut:

key-performance-indicator-2

Untuk menerapkan metode KPI ini, pertama, Anda harus menanamkan mindset dulu bahwa setiap proyek yang anda kerjakan harus dapat diukur tingkat keberhasilannya.

Kesulitan membuat KPI? Ceritakan kesulitan anda. Kami membuka seluas-luasnya ruang konsultasi bagi anda yang ingin bertanya seputar SDM dan manajemen kerja. MEBISO saat ini telah bekerjasama dengan WIN Connsultant untuk menjawab pertanyaan anda. Konsultasi anda akan dijawab langsung oleh WIN Consultants sebagai ahli konsultasi manajemen terkemuka di Indonesia. Anda cukup meninggalkan komentar atau email ke halo@mediabisnisonline.com. Kami tunggu ;-)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 5
    Shares

Artikel Terkait

1 komentar

  • Kemas Muhammad Husni Thamrin
    1 March 2015 - pukul 14:30

    Saya ingin menanyakan, jika realisasi KPI terlalu tinggi, bagaimana mengantisipasinya. Contoh :

    Target Investasi : 0,19 %
    Capaian Investasi : 38,4%
    Bobot KPI : 20%
    Hasilnya akan menjadi : 4042%
    apakah hasil ini bermasalah, atau dapat dipertanggung jawabkan. Mengingat hasil yang terlalu jauh.

    terima kasih atas bantuannya

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *