Running A Business

NEWS: Era Faktur Pajak Kertas Akan Berakhir

 

   

Mulai tanggal 1 Juli 2015 seluruh Pengusaha Kena Pajak (PKP) di wilayah pulau Jawa dan Bali diwajibkan membuat faktur pajak elektronik. Sedangkan bagi PKP diseluruh Indonesia berlaku diwajibkan tahun depan, mulai tanggal 1 Juli 2016. Ketentuan faktur pajak elektronik (e-Faktur) ini sifatnya di wajibkan. Apabila ada PKP tidak menggunakan, maka faktur pajak yang dikeluarkannya dianggap BUKAN merupakan faktur pajak (tidak sah) dan PKP akan dikenakan sanksi denda sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP).

Apakah e-faktur itu?

E – faktur pajak atau faktur pajak elektronik adalah Faktur Pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Pasal 1 ayat (1) Per 16/Pj/2014).

Apakah yang melatarbelakangi penerpan e-faktur?

Latar belakang penggunaan e-faktur adalah penyalahgunaan PKP/faktur pajak seperti Non PKP yang menerbitkan Faktur Pajak, Faktur Pajak yang tidak/terlambat terbit, Faktur pajak fiktif, Faktur pajak ganda, Kepatuhan PKP yang menurun, Penerimaan ppn kurang optimal dan juga beban admnistrasi faktur pajak. e-faktur pajak ini salah satu wujud dari program “go green” yang dicanang pemerintah (paperless)

Untuk menerapkan pembuatan e-faktur ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menyediakan aplikasi yang dapat diinstall di perangkat komputer Pengusaha Kena Pajak dan e-Faktur ini otomatis terhubung ke program e-SPT, sehingga akan memudahkan Pengusaha Kena Pajak dalam membuat SPT Masa PPN secara elektronik menggunakan program e-SPT.

Sumber

Apa Saja Keuntungan Menggunakan e-faktur Pajak?

1. Bagi penjual

  • tanda tangan basah digantikan tanda tangan elektronik,
  • e-Faktur Pajak tidak harus dicetak sehingga mengurangi biaya kertas, biaya cetak, dan biaya penyimpanan dokumen.
  • aplikasi e-Faktur Pajak juga membuat SPT masa PPN sehingga PKP tidak perlu lagi membuatnya.
  • PKP yang menggunakan e-Faktur Pajak juga dapat meminta nomor seri Faktur Pajak melalui situs pajak & tidak perlu lagi datang ke KPP.

2. Bagi pembeli

  • terlindungi dari penyalahgunaan Faktur Pajak yang tidak sah, karena cetakan e-Faktur Pajakdilengkapi dengan pengaman berupa QR code. QR code menampilkan informasi tentang transaksi penyerahan : nilai DPP dan PPN dan lain-lain.
  • Informasi dalam QR code dapat dilihat menggunakan aplikasi QR code scanneryang terdapat dismartphone atau gadget lainnya.
  • Apabila Informasi yang terdapat dalam QR code tersebut berbeda dengan yang ada dalam cetakan e-Faktur Pajak maka Faktur Pajak tersebut tidak valid.

Demikian informasi mengenai E-Faktur. Mari kita sukseskan bersama. :)

“Orang Bijak Taat Pajak”

Sumber2

Sumber3


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *