Technology

Menyiapkan Website Bagi Newbie Itu Harus…

 

   

Anda mungkin pernah menjumpai pengalaman mengerjakan website bagi user awam. Bisa teman, customer, atau anggota keluarga anda. Maka anda pasti mengetahui bahwa untuk klien yang masih awam diperlukan kerja ekstra. Sebab selain membuatkan website, anda juga harus melakukan edukasi. Agar kelak klien bisa mandiri untuk mengatasi error yang suatu saat dialami oleh websitenya. Berikut 5 persiapan awal yang bisa membantu memudahkan kegiatan edukasi anda:

1. Pentingnya cPanel
Pastikan klien anda bisa melakukan fungsi dasar hosting sendiri. Di antaranya: setting akun email, manage database, melakukan FTP, dan membuat perubahan DNS. Kebanyakan newbie cenderung merasa terintimidasi dengan fungsi-fungsi ini jika mereka tidak didukung oleh suatu user interface yang mudah difahami. Di sinilah pentingnya cPanel. Keunggulan cPanel adalah kemudahannya untuk difahami, kelengkapan fitur di dalamnya, dan tingkat popularitasnya yang tinggi sehingga tutorialnya bisa ditemukan di mana saja.

2. Pakailah CMS yang Baik
Sama seperti cPanel, CMS yang baik harus memenuhi 3 kriteria. Yaitu memiliki user interface yang mudah dipelajari, punya fitur yang lengkap, dan populer. Beberapa CMS yang memenuhi kriteria standar tersebut di antaranya adalah WordPress, Drupal dan Joomla. CMS-CMS ini unggul sebab anda bisa dengan mudah menemukan berbagai sumber yang menyajikan dokumentasi penggunaannya.

3. Setup Google Apps
Setup IMAP dari provider shared hosting bisa saja langsung bekerja. Namun tidak banyak opsi interface webmail yang bagus di dalamnya. Anda bisa saja menggunakan Mail Client seperti Outlook atau Thunderbird. Namun karena settingnya yang cukup rumit, klien awam biasanya merasa terbebani untuk menggunakannya. Di sinilah anda bisa menggunakan Google Apps. Versi gratisnya (Kini, Google Apps tidak gratis lagi) memungkinkan user untuk menggunakan akun email yang tampilan interface webmailnya seperti GMAIL. Interface yang mungkin sudah lebih akrab dengan keseharian mereka.

4. Optimasi Kecepatan Website
Setelah menyelesaikan setup dasar website, anda tidak boleh lupa untuk mengoptimasi kecepatannya. Temukan setting optimasi yang mengutamakan kenyamanan anda. Yaitu setting yang dapat anda “set and forget”. Tujuannya agar setting optimasi ini terus berjalan setelah setup dilakukan di awal. Beberapa pilihan optimasi yang bisa anda pergunakan di antaranya adalah instalasi sistem cache. Contohnya plugin W3 Total Cache untuk WordPress. Atau menyewa layanan tambahan seperti CDN (Content Delivery Network) Server.

5. Perkuat Sekuriti
Sebelum menyerahkan website pada klien, pastikan anda memperkuat sekuritinya terlebih dahulu. Misalnya dengan mengatur permission file website agar lebih strict (644 untuk file, 755 untuk folder), dan mengatur seluruh password website agar terdiri dari kombinasi huruf-angka-karakter. Anda bisa juga menginstall modul/plugin tertentu yang dapat menguatkan sekuriti maupun melakukan update versi CMS secara otomatis.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

6 komentar

  • 28 November 2011 - pukul 11:17

    ini sudah lebih ke cara tips membuat blogger yang baik,, bukan panduan.. :o

    • 29 November 2011 - pukul 9:14

      wah, terimakasih koreksinya pak. kami akan terapkan pada next artikel :-)

  • 30 November 2011 - pukul 2:02

    Plugin security untuk WP, yang mana yang paling potensial ya? rekomendasi dari jaghost gitu… Saya awam mengenai security. Bingung jg coz banyak pluginya. gak mungkin kan semua di install.

    • 30 November 2011 - pukul 9:44

      diinstal yg dirating oleh banyak user dan mendapat rating yg bagus saja mbak, biasanya pada search plugin wordpress telah terlihat ratingnya. :-)

  • 30 November 2011 - pukul 12:14

    Berdasarkan rating ya? Yg mendapat rating 5/5 jumlah vote hanya belasan. sedangkan yg mendapat jumlah vote ratusan dg rating 4/5 hampir 3, berarti kurang baik. Data jumlah vote tdk sesuai dg jumlah download. Yg begini ini tambah membingungkan..

    • 1 December 2011 - pukul 10:41

      jumlah vote ratusan dengan rating 4/5 sudah cukup baik mbak. jika masih ragu, coba disearch google saja dengan keyword “bad [namaplugin]”. jika ada review negatif terhadap plugin tersebut. lebih baik jgn diinstal :-)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *