Interviews

Pengalaman Irwan Fahmy Membangun Media Sosial Lokal: PULSK.com

 

   

Irwan Fahmy adalah co-founder PULSK.com, sebuah platform berbagi konten bagi pengguna muda di Indonesia. 2 minggu setelah running, PULSK berhasil memenangkan SparxUp Award 2012 di kategori internet/mobile portal. Hingga akhir tahun 2013, PULSK berhasil membukukan hingga 200.000 member. Rahasianya adalah kepekaan untuk terus memberikan nilai tambah. Di sebuah kesempatan, Irwan Fahmy membagikan pengalamannya menjalankan PULSK. Seperti apa?

Halo mas Fahmy, ceritakan tentang latar belakang pendidikan anda?

Saya lulusan SMK Telkom Sandhy Putra Malang angkatan tahun 2005. Selepas itu, saya melanjutkan S1 di jurusan Computer Science  Universitas Machung Malang tahun 2007.

Bagaimana awalnya ketika anda masuk ke dunia enterpreneur?

Semenjak tahun kedua kuliah saya, sekitar tahun 2008, saya secara tidak sengaja ‘terjerumus’ menjadi Online Preneur. Waktu saya dihabiskan untuk mempelajari bagaimana mendapatkan penghasilan dari Internet. Mulai Adsense sampai Flipping Website. Setelah lulus dari kuliah, saya bekerja di salah satu Media Agency terbesar di dunia yang memiliki kantor cabang di Jakarta sebagai Digital Specialist. Saya bekerja di perusahaan ini selama kurang lebih 1 tahun. Dalam waktu yang cukup singkat tersebut, saya dipercaya mengelola dana Online Campaign sebanyak puluhan milyar. Hingga akhirnya saya memutuskan resign dan meluncurkan PULSK.com

Ceritakan tentang PULSK.com, darimana ide awal pendiriannya?

PULSK.com didirikan oleh 4 orang pada September 2012. Kami menyebut PULSK.com sebagai Social Content Platform dimana user bisa upload content baik berupa Gambar, Artikel ataupun Video. Jika Facebook menggunakan button Like sebagai bentuk appresiasi dan respon, maka di PULSK kami memiliki button WOW. Ide awalnya dari temuan riset kami yang menyebutkan bahwa Facebook bukan media yang cocok untuk berbagi gambar yang lucu, Amazing, Unik, Keren dan Lainnya. Facebook merupakan tempat paling sesuai untuk berbagi foto pribadi, keluarga, teman, pasangan, dan lainnya yang sifatnya lebih ke personal. Dari sini, kami menyimpulkan bahwa kita butuh sebuah media social baru asli Indonesia untuk menjembatani kebutuhan tersebut.

Apa prestasi terbaik  yang telah diraih PULSK?

Kami merasa bahagia ketika ada banyak orang mendapatkan manfaat dari yang kita ciptakan. Di PULSK.com, ada banyak sekali materi, bacaan, gambar, artikel, video berisi pengetahuan umum, fakta atau sejarah yang mungkin kita belum pernah tahu. Hingga ada beberapa member yang berujar seperti, “Daripada ngenet tidak jelas mending buka PULSK“ atau “Pengen baca hal hal baru? ya di PULSK” atau “Liburan belajar di Internet  lewat Google dan PULSK”. Seringkali kita dapat email, mention, Facebook message yang terus mensupport agar PULSK bisa makin maju kedepannya. Loyalitas brand seperti inilah yang berhasil mengantarkan PULSK untuk mencatatkan 200.000 member terdaftar di akhir tahun 2013.

Bagaimana anda menilai ruang lingkup market yang sekarang dan bagaimana PULSK memanfaatkannya?

Tidak ada social media besar di dunia yang usernya tidak didominasi oleh anak muda. Yahoo berani mengakuisisi Tumblr karena usernya yang muda dan aktif. Facebook lebih 50% penggunanya adalah anak muda. Maka strategi awal kami adalah menjadikan PULSK menjadi tempat yang mudah dan nyaman bagi anak muda untuk berbagi konten, namun pada akhirnya konten ini bisa dikonsumsi oleh semua umur.

Apa rencana masa depan yang saat ini masih tersimpan di kantong PULSK? :-)

Pertumbuhan pengguna dan perangkat mobile sangat pesat sekali. Maka kami saat ini terus mengupayakan untuk bisa hadir secara total di berbagai perangkat mobile.

Siapa tokoh yang memotivasi Anda. Apa Quote yang paling berkesan bagi perjalanan anda sebagai Enterpreneur?

Steve Jobs: “Stay Hungry Stay Foolish”. Quote ini terus mengingatkan saya agar terus belajar kapanpun, dimanapun, dan menuntut ilmu dari siapapun.

Saran terbaik yang anda berikan untuk pengusaha lain?

Jadilah lebih Peka. Sebagai enterpreneur, kita dituntut harus jadi lebih peka terdapat segala hal. Tiga di antaranya adalah:

1. Peka terdapat produk kita sendiri. Produk / jasa seperti apakah yang benar-benar orang inginkan. Kadang ketika kita ingin berikan yang terbaik dengan menambahkan banyak sekali fitur. Tetapi justru user tidak mau menggunakannya.

2. Peka terhadap perubahan user. User tumbuh  dan berubah, begitu juga perilakunya. Hal ini menuntut kita sebagai pembuat produk / jasa untuk harus terus menyesuaikan terhadap apa yang membuat pengguna atau pelanggan kita puas dengan produk kita.

3. Peka terdapat perubahan di industri. Di bidang apapun, kita tidak akan bermain seorang diri. Maka kita harus peka terhadap perubahan yang ada di sekitar yang bisa saja berdampak sangat besar terhadap produk kita.

 Super sekali. Terimakasih telah berbagi dengan Mebiso. Semoga sukses selalu untuk PULSK.com :-)

Mau bisnis Anda diliput juga oleh mediabisnisonline.com? Silahkan daftarkan bisnis Anda untuk liputan bisnismediabisnisonline.com. Liputan ini GRATIS tanpa biaya apapun!

Mebiso

Ayo daftarkan bisnis Anda sekarang juga, siapa tahu Anda beruntung untuk mendapatkan pelangga baru, reseller, dropship atau bentuk partnership lainnya! Liputan ini terbatas!


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *