Running A Business

Reputasi Lebih dari Sekedar Pencapaian Target Bisnis

 

   

Apa itu reputasi?

Sebuah bisnis tentu menginginkan memiliki sebuah umur yang panjang dengan pencapaian keuntungan lebih dari target yang ia buat. Dari banyak perusahaan, mereka akan bersaing dengan pasar yang semakin hari semakin banyak. Kesempatan untuk menuju sukses juga sudah mudah untuk ditemukan, terlebih ketika perkembangan dari segala aspek kehidupan sudah sangat pesat. Ini membawa pengaruh yang banyak dan juga panjang bagi perjalanan sebuah perusahaan untuk mencapai kesuksesan.

Menjadi yang selalu diingat, dicari dan bahkan dikenang bukanlah sebuah tujuan yang mudah untuk digapai. Sebuah bisnis baik besar maupun yang masih akan memulai membutuhkan sebuah reputasi yang akan membawanya berkelana di pasaran baik secara lokal maupun global. Reputasi sebuah perusahaan menjadi lebih diperhitungkan ketika apa yang ia capai mampu meningkatkan pandangan masyarakat terhadap bisnis tersebut.

Sebuah reputasi dalam bisnis bisa dikatakan menjadi lebih berharga dari pada uang atau pendapatan yang ditargetkan. Membangun sebuah reputasi bukan hanya masalah siapa dan bagaimana perusahaan tersebut membangunnya. Reputasi dibangun dari sebuah perjalanan panjang dari setiap pelaku bisnis. Tidak ada bisnis yang memiliki reputasi terbaik dan langsung dicari oleh masyarakat saat mereka masih mulai membangun.

Lalu bagaimana membangun dan mempertahankan sebuah reputasi dalam bisnis?

Sebuah buku “Branding with Character” yang saya baca memaparkan ada 6 pilar dalam karakter manusia yang menjadi pembentukan sebuah reputasi.

1. Trustworthiness – Kejujuran

Untuk mendapatkan sebuah kepercayaan dari pelanggan, sebuah perusahaan harus terus dan mampu bekerja jujur dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Ada yang bilang, jika di zaman seperti sekarang ini, untuk mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis, kita bisa melakukan segala cara. Tapi bagaimana dengan kejujuran, apakah sudah tidak ada tempat bagi sebuah kejujuran menjadi pemenang dalam sebuah kesuksesan. Mengapa kejujuran berada pada urutan pertama, karena dalam bisnispun kita harus terus jujur dalam memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

2. Respect – Peduli

Yang kedua adalah respect atau peduli. Menjadi sebuah perusahaan yang menyediakan apa yang masyarakat butuhkan, tidak lantas membuat kita lepas tangan begitu saja. Kita juga bisa mulai untuk lebih peduli terhadap apa yang selanjutnya mereka butuhkan. Untuk membangun sebuah reputasi, kepedulian menjadi salah satu hal yang diperlukan. Seperti halnya ketika musim pencalonan anggota dewan, banyak dari mereka yang berlomba – lomba menarik perhatian kepada masyarakat dengan memberikan apa yang menjadi kebutuhan. Itu dilakukan untuk membangun sebuah reputasi yang baik di dalam masyarakat itu sendiri. Bangunlah sebuah kepedulian dengan rasa jujur seperti pada keterangan diatas.

3. Responsibility – Bertanggungjawab

Setelah jujur dan peduli, membangun sebuah reputasi dalam bisnis juga membutuhkan rasa responsibility atau bertanggungjawab. Bagaimana bisa pelanggan percaya dan terus mencari kita, saat apa yang kita katakan kepada mereka tidak kita berikan segera. Seperti saat merayu pelanggan, akan ada banyak kata – kata yang mengundang atau bahkan menarik perhatian, tapi tidak banyak yang bertanggungjawab terhadap apa yang dijanjikan. Ini membuat pelanggan mengurangi atau menghilangkan rasa suka mereka.

4. Fairness – Adil

Bertindak adil memang tidak mudah, terlebih saat berada dalam bisnis. Ada kalanya sikap egois timbul saat ingin mendapatkan keuntungan dengan cara yang diinginkan secara sepihak. Seorang pemilik usaha harus mampu adil kepada karyawan, kepada perusahaan dan kepada pelanggannya. Salah satu contohnya yaitu dengan adil mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain dengan objektif. Testimonial pelanggan menjadi bagian terpenting untuk membangun sebuah reputasi perusahaan. Jangan abaikan apa yang pelanggan dan karyawan katakan tentang perusahaan.

5. Caring – Baik hati

Menjadi bisnis yang sukses bukan hanya sekedar mendapat banyak keuntungan dan muncul di mana – mana. Sebuah bisnis yang sukses lahir dari tangan – tangan baik yang selalu membaikkan dirinya untuk semua yang ada disekitarnya. Menjadi baik hati sebenarnya bukanlah sebuah tips, melainkan sebuah keharusan. Reputasi sebauh perusahaan baik di mata masyarakat karena mampu dibangun dengan sebuah sifat baik hati, baik dari perusahaan, karyawan ataupun bahkan pemiliknya. Tidak perlu turun tangan langsung membantu apa yang sedang terjadi, cukup memberikan perhatian dalam bentuk nyata, reputasi akan mudah untuk dibentuk. Bersifat baik hati juga akan memupuk rasa sosial yang besar terhadap lingkungan.

6. Citizenship

Selanjutnya adalah citizenship, mungkin lebih mudah dipahami ketika kita berbicara tentang sebuah pengamalan terhadap kelima prinsip diatas. Apa artinya kita belajar membangun reputasi dengan mengamati lebih dalam kelima prinsip diatas, tanpa tahu kapan dan bagaimana mengamalkannya. Ini menjadi lebih terasa nyata saat kita mampu membangun dan menjaga nama baik sebuah brand yang dibentuk dari nol.

Begitulah setidaknya yang saya dapatkan setelah membaca sebuah buku yang sangat menarik yaitu “Branding with Character”. Dan ternyata memang benar, sebuah reputasi bukan hanya dibuktikan dari banyaknya pendapatan atau keuntungan yang didapat. Karena reputasi sebuah bisnsi dibangun dari sebuah kerja keras yang sangat panjang.

Sumber: Buku Branding with Character

Baca juga:

Cara Membangun Website yang Mencitrakan Merek Anda

10 Rahasia Bagaimana Brand Ternama Bisa Mudah Meraih Kepercayaan Pelanggan

Melayani itu Mehamami ala Prudential


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *