Running A Business

Siklus Akuntansi Bisnis: Membuat Neraca Saldo

 
  • 9
    Shares

   

Mari kita lanjutkan lagi kursus singkat mengenai pembukuan kita. Kali ini kita sudah sampai pada bagian keempat dari siklus akuntansi. Yakni membuat Neraca Saldo.

Perlu diingat bahwa dalam siklus akuntansi, masing – masing proses saling terkait dan saling mempengaruhi. Maka sebelum kita lanjut, ada baiknya anda sudah menguasai tahapan Analisa Bukti Transaksi, Jurnal Transaksi, dan Buku Besar / General Ledger.

Sesuai dengan siklus akuntansi, neraca saldo disiapkan setelah proses posting di akhir periode selesai dilakukan pada General Ledger. Dimana neraca saldo ini nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.

Pada proses sebelumnya, yakni posting ke General Ledger, transaksi – transaksi dikelompokkan berdasarkan jenis akun. Nah pada proses ini, transaksi yang sudah dipilah-pilah dalam General Ledger ditampilkan di neraca saldo berdasarkan saldo debit dan kredit pada masing-masing jenis akun. Proses ini sama sederhananya dengan proses-proses yang lain. Namun meski sederhana, akuntansi tetap membutuhkan ketelitian penuh.

1. Pertama jumlahkan kolom debit dan kolom kredit semua akun yang terdapat di buku besar.

2. Lalu hitung saldo dari semua akun yang terdapat dalam buku besar, yaitu dengan mencari selisih jumlah kolom debit dan jumlah kolom kredit. Untuk akun yang hanya berisi catatan pada salah satu kolomnya saja, maka saldo akun dapat langsung ditentukan dengan menjumlahkan kolom yang berisi catatan tersebut.

Perhatikan Buku besar / General Ledger yang telah kita buat di artikel sebelumnya:

 1-general-ledger-buku-besar

Perhatikan ketentuan berikut ketika menentukan saldo:

* Akun-akun kelompok aktiva (kas, piutang, persediaan, aktiva tetap) bersaldo debit.
* Akun-akun kelompok kewajiban (utang) bersaldo kredit.
* Akun kelompok ekuitas pemilik (modal, laba ditahan) bersaldo kredit.
* Akun pendapatan bersaldo kredit.
* Akun biaya bersaldo debit.

4. Sekarang Kita telah memiliki saldo pada masing akun. Berikutnya, susun neraca saldo yang berisi nama semua akun yang terdapat dalam General Ledger sekaligus saldonya masing-masing yang telah kita temukan. Dengan demikian, neraca salonya jadi seperti ini:

 2-neraca-saldo

Kenapa Membuat Neraca Saldo Harus Teliti?

Langsung saja, tujuan pembuatan neraca saldo adalah agar kita dapat menguji keseimbangan (kesamaan) antara sisi debit dan sisi kredit. Namun demikian, meskipun kedua sisi debit dan kredit sama jumlahnya, hal ini tidak berarti bahwa kegiatan pembukuan kita sudah benar, sebab ada faktor kesalahan-kesalahan yang tidak akan berpengaruh terhadap keseimbangan debit dan kredit, yaitu:

1. Transaksi tidak dicatat dalam buku besar. Apabila ada transaksi yang tidak dicatat dalam buku besar, misalnya karena lupa atau sengaja tidak dicatat, maka keseimbangan saldo-saldo akun tidak akan terganggu. Walaupun jumlah debit dan kredit sama besarnya, tetapi ironisnya jumlah tersebut tidak menunjukkan angka yang sebenarnya.

2. Kesalahan pencatatan “jumlah rupiah” dalam buku besar. Apabila terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan jumlah rupiah, dan kesalahan tersebut terjadi pada waktu melakukan pencatatan debit maupun kredit, maka kesalahan semacam ini tidak akan menganggu keseimbangan debit dan kredit. Kesalahan ini juga tidak akan nampak dalam neraca saldo karena jumlah sisi debit sama dengan jumlah sisi kreditnya.

3. Penulisan debit atau kredit ke dalam akun yang salah. Penulisan debit atau kredit pada akun yang salah tidak mengganggu keseimbangan jumlah debit dan jumlah kredit.

4. Kesalahan yang saling menutupi. Contoh kesalahan yang saling menutupi misalnya: akun kas dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 tetapi di lain pihak akun utang dagang juga dicatat terlalu besar Rp 2.000.000,00 sehingga jumlah sisi debit dan sisi kredit tetap seimbang.

Oleh karena itu, ketelitian tetap menjadi yang terpenting dalam akuntansi. Selain untuk menghindari kesalahan, sekaligus juga untuk mendeteksi adanya kecurangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Nah pembaca, semoga bermanfaat. Kita jumpa lagi pada siklus terakhir: Laporan Keuangan. [Baca: Serial Akuntansi Bisnis: Membuat Laporan Keuangan]

Pembukuan toko online cenderung lebih rumit. Tetapi sejumlah penyedia toko online seperti JagoanStore.com telah dilengkapi fitur reporting yang memungkinkan pencatatan transaksi dilakukan secara otomatis baik harian maupun bulanan. Hal ini tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan rekap transaksi.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 9
    Shares

Artikel Terkait

3 komentar

  • irene
    15 August 2013 - pukul 10:26

    sis…ada ajarin atau kersus cara membuat buku kas neraca saldo dan rugi laba pertokoan atau perusahan tak y

    • Administrator
      16 August 2013 - pukul 0:24

      Mohon maaf saat ini belum, karena penulis (Novi) pun sedang belajar. Namun setiap ada pengetahuan baru, Novi akan update di sini. Jika bu Irene butuh rekomendasi tempat kursus, bu Irene bisa kirimkan saja email ke novi@beon.co.id :-)

  • 26 October 2013 - pukul 13:29

    Terima kasih banyak Kak, materinya sangat bermanfaat! Sukses selalu!

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *