Technology

Sistem Operasi untuk NAS: Pilih NAS4Free atau OpenFiler?

 

NAS di sini tentu saja adalah kependekan dari Network-Attached Storage di mana merupakan sebuah sistem penyimpanan yang memungkinkan akses dari jauh melalui data network. Kali ini kita akan membandingkan antara dua sistem operasi gratis yang biasa digunakan untuk keperluan NAS, yaitu NAS4Free dan OpenFiler.

NAS4Free

NAS4Free adalah storage platform berbasis Open Source pada FreeBSD dan mendukung berbagi di Windows, Apple, dan system UNIX. NAS4Free memiliki fitur ZFS yang mendukung kapasitas penyimpanan yang tinggi dan mampu mengintegrasikan sistem file.

Kelebihan:

1. Performa yang baik dengan  ZFS.

2. Security data yang baik dengan  ZFS jika menggunakan RAID-Z.

3. Bisa berjalan di CF Cards. CF Cards lebih efisien dari sisi penggunaan energi.

4. Mendukung 4k advanced format drives seperti Western Digital Green.

5. Gratis segratis-gratisnya.

Kekurangan:

1. Tidak bisa diaplikasikan pada hardware lawas. Minimum requirement-nya saja 64-bit processor, RAM 4GB  dan 4 hard drive.

2. NAS4Free berbasis FreeBSD, yang kurang kompatibel dengan beberapa hardware.

3. Tidak support DRBD sebagaimana OpenFiler

OpenFiler

OpenFiler adalah sistem operasi yang menyediakan file berbasis NAS. Diciptakan oleh sistem Xinit dan berbasis Linux rPath distribution. OpenFiler merupakan sistem operasi gratis berlisensi GNU.

Kelebihan:

1. Lebih baik di sisi kompabilitas hardware.

2. Speed transfer SMB yang baik. Openfiler dibangun di Linux dengan implementasi SMB yang lebih baik daripada  FreeBSD.

3. Active Directory Support Linux lebih baik daripada  FreeBSD.

4. DRBD Support.

Kekurangan:

1. Sifatnya memang free namun berbasis komersil. Ketika beberapa fitur tambahan bisa didapatkan secara gratis di NAS4Free, pada OpenFiler justru berbayar.

2. Belum support 4k Advanced Format Drives seperti Western Digital Green.

3. Tidak support ZFS filesystem.

4. Tidak support RAID-Z.

Kesimpulan

Untuk solusi bisnis berskala besar, OpenFiler lebih unggul dibanding NAS4Free karena adanya fitur DRBD. DRBD mirip dengan RAID 1 namun redudansinya tidak terjadi di controller fisik yang sama, melainkan terjadi melalui jaringan, menyediakan salinan persis pada data di mesin remote. Hal ini bisa memberikan integritas dan keamanan tambahan apabila salah satu node mengalami down.

Sedangkan pada NAS4Free tersedia rsync untuk transfer data berskala besar. Rsync pada dasarnya merupakan tool yang hebat, namun dia tidak memberikan integritas ketersediaan data jika di tengah-tengah proses transfer terjadi system down. Di sisi lain, pada NAS4Free juga ada ZFS. ZFS mendukung kompresi pada tingkat filesystem yang secara dramatis dapat meningkatkan kinerja dan menghemat ruang. Dengan ZFS, kita memiliki kemampuan untuk menggunakan RAID-Z yang menyediakan redundansi lebih baik dari RAID-5.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *