Running A Business

Serial Akuntasi Bisnis: Langkah Analisa Bukti Transaksi

 

Proses akuntansi pada penerapannya adalah suatu rangkaian dari sejumlah aktivitas yang dilakukan selangkah demi selangkah sebelum mendapatkan sebuah laporan keuangan. Inilah yang disebut dengan siklus akuntansi.

Akuntansi mungkin seringkali lebih dikenal dengan pembukuan. Namun pendapat ini salah kaprah. Di sini, lagi-lagi perlu saya tekankan dulu mengenai perbedaan antara “akuntansi” dan “pembukuan”.  Pembukuan hanyalah salah satu dari sekian banyak tahapan2 dalam siklus akuntansi. Sedangkan aktivitas akuntansi mencakup area yang lebih luas. Di antaranya; analisa laporan keuangan, pembukuan, akuntansi manajemen, perpajakan, hingga auditing.

Nah, di kesempatan ini, saya akan break down  masing-masing poin yang terdapat pada tahapan siklus akuntansi. Insya Allah pembahasan ini akan dibuat secara berseri. Di mana, siklus akuntansi sendiri meliputi:

  1. Analisa bukti transaksi
  2. Penjurnalan
  3. Buku Besar
  4. Neraca Saldo
  5. Laporan Keuangan

Analisa bukti transaksi adalah siklus yang pertama. Pada tahap ini, kita mengumpulkan setiap bukti transaksi keuangan yang ada, di antaranya: kuitansi, struk penarikan uang tunai ATM, surat perjanjian utang piutang, dan lain-lain.

Mengingat di area ini rawan sekali terjadi tindakan pemalsuan, maka akuntan harus benar-benar meneliti keabsahan bukti-bukti transaksi yang telah dikumpulkan. Untuk transaksi dalam jumlah besar, wajib membubuhkan materai pada bukti transaksi.

Selain keabsahan, kita juga harus meneliti nominal dan jenis transaksi apa yang terdapat pada bukti transaksi tersebut. Apakah tunai, kredit, hutang, atau yang lain.

Berikut saya berikan gambaran kasus sederhana mengenai analisa bukti transaksi:

Pada tanggal 10 Januari 2013, PT. Jaya melakukan:
1. Pembelian peralatan kantor seharga 5.000.000. Atas pembelian tersebut, PT. Jaya mendapatkan bukti transaksi berupa kwitansi. Namun PT. Jaya masih membayar 50% dari total tagihan sehingga pada bukti transaksi tercatat nilai 2.500.000. Sisanya akan dibayar pada bulan Februari sebelum tanggal 10.
2. Selain itu, pada hari yang sama, PT. Jaya juga menerima bukti wesel bayar dari PT. Utama untuk cicilan hutang PT. Utama senilai 1.000.000 pada nota wesel bayar.
3. PT. Jaya juga melakukan pembayaran upah gaji karyawan.

Maka Akuntan PT. Jaya di sini harus bisa mengumpulkan semua bukti transaksi yang telah dilakukan hari itu. Bukti – bukti tersebut kemudian dianalisa keabsahannya, berapa nominal transaksi yang harus diakui, dan apa jenisnya. Perlu digarisbawahi di sini bahwa tidak ada pencatatan tanpa bukti transaksi. Oleh karena itu, bukti transaksi amat penting.

Nah, aktivitas inilah yang disebut dengan tahapan Analisa Bukti Transaksi.

Pembahasan ini merupakan pemahaman pribadi saya. Jika ada pendapat yang berbeda atau yang lebih mudah dipahami, saya harap anda berkenan untuk saling share pendapat di kolom komentar. ;-)

[Baca: Tahapan Kedua Siklus Akuntasi: Penjurnalan]

Pembukuan toko online cenderung lebih rumit. Tetapi sejumlah penyedia toko online seperti JagoanStore.com telah dilengkapi fitur reporting yang memungkinkan pencatatan transaksi dilakukan secara otomatis baik harian maupun bulanan. Hal ini tentunya akan memudahkan Anda dalam melakukan rekap transaksi.

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


Artikel Terkait

4 komentar

  • Rosa
    6 March 2013 - pukul 13:47

    Kalau untuk nominal kecil, seperti karcis parkir apakah tetap harus ada bukti transaksi? apakah ada batasan berapa rupiah yang harus ada bukti transaksi? Makasih

    • Novi Sari Dewi
      6 March 2013 - pukul 15:23

      Terima kasih atas pertanyaannya. Mengenai batasan nilai nominal, itu tergantung kebijakan masing2 perusahaan. Namun biasanya perusahaan memiliki subsistem pencatatan khusus untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang biasa disebut dengan kas kecil/petty cash. Transaksi yang masuk dalam kas kecil misalnya ongkos parkir, pembelian ATK, pembelian air mineral galon, dll. Dan bukti2 pengeluaran juga harus dilampirkan.
      Semoga bermanfaat. :)

  • 23 August 2013 - pukul 11:00

    Kalau perbedaan transaksi keuangan dengan bukti transaksi bagaimana ya???

  • rahmat hidayat
    22 December 2013 - pukul 8:37

    saya adalah maha siswa akuntansi… saya mau tanya kalau saya sudah lulus S1 kemana sebaik nya saya menyambung pendidikan sesuai dg lapangan kerja pada masa ini? tolong jawaban nya yaaa

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *