Interviews

Wanita Muda dan Mandiri Cerminan Womenpreneur Sukses ala Hanny Yovita Anggraeni

 

Warning: array_keys() expects parameter 1 to be array, null given in /home/mebisoaja/public_html/mebiso.com/wp-content/plugins/mebiso-download-attachments/mebiso-download-attachments.php on line 263

Warning: in_array() expects parameter 2 to be array, null given in /home/mebisoaja/public_html/mebiso.com/wp-content/plugins/mebiso-download-attachments/mebiso-download-attachments.php on line 263
  • 12
    Shares

   

Siapa bilang seorang wanita yang memiliki kodrat mengurus rumah tangga tidak mampu mandiri dan bahkan menghasilkan uang sendiri? Hanny Yovita Anggraeni adalah contoh sosok wanita mandiri dan juga mencintai keluarga. Di usianya yang masih 25 tahun, ia memilih untuk resign dari tempatnya bekerja dulu. Kenyamanannya bekerja dikalahkan oleh keinginannya untuk mandiri melalui bisnis yang ia dirikan dari nol itu. Baginya “Dengan berbisnis, saya tetap bisa memiliki penghasilan sendiri dan bisa memanage waktu tanpa ada ikatan waktu kerja”.

Dan beberapa waktu yang lalu Mebiso mendapat kesempatan untuk mewawancarai Hanny seputar bisnis onlinenya. Berikut ini rangkumannya:

Halo Mbak Hanny, dari mana sih awal mula mbak Hanny punya ide berbisnis hijab ini?

Ide bisnis ini muncul ketika saya mulai berhijab dan banyak teman dan saudara yang suka dengan penampilan saya berhijab (dalam mix and match baju). Akhirnya muncul ide untuk membuat produk sendiri dengan brand nama sendiri pula dan keberanian untuk memasarkannya.

Nah, kalau nama sendiri dapat ide dari mana mbak? Kan cukup unik nih karena ada nama “Garden” padahal mbak sendiri menjual hijab?

produk hijab fashion dengan nama brand “hya”, hya adalah singkatan dari nama saya sendiri yang kepanjangannya adalah Hanny Yovita Anggraeni. Sedangkan untuk nama toko/butiknya adalah HyaGarden, tambahan kata garden yang berarti taman, saya ingin produk-produk yang saya buat dan jual selalu nyaman dan enak dipandang, seperti taman yang selalu memberi kenyamanan dan enak dipandang ketika melihatnya. Semua produk hijab fashion dari Hya adalah handmade dengan pilihan kualitas bahan yang baik.

Lalu apakah produk ini diproduksi sendiri? Bagaimana mbak melakukan kontrol terhadap bahan baku hingga produk yang siap dipasarkan?

Proses produksi dilakukan dirumah, karena saya memperkerjakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja tetapi memiliki keahlian dalam menjahit. Dan semua produk yang sudah jadi, selalu di QC (Quality Control) dahulu untuk melihat apakah jahitan dan ukuran produk sudah rapi dan sesuai untuk dipasarkan dan dijual.

Produk hijab fashion dari Hya adalah jilbab segala ukuran, pakaian anak hingga dewasa dengan sistem custom dan ready stock. Produk kami memang fokus untuk para hijabers tetapi tetap bisa dikenakan oleh para wanita yang tidak berhijab. Karena produk yang kami tawarkan mengarah pada segmen pasar universal namun tetap fokus untuk pakaian muslim.

Dari mbak sendiri bagaimana caranya menyeimbangkan kualitas produk dengan harga jual di pasar?

Ada sepenggal kalimat, “ada harga ada kualitas” para customer bisa membandingkan sendiri kualitas suatu produk dengan harga yang ditawarkan. Cara menyeimbangkan harga dengan kualitas produk adalah dengan tetap menjaga kualitas produk dan harga akan mengikuti.

Jangan pernah takut harga jual lebih mahal apabila kita sudah memberikan kualitas produk yang baik, karena kepuasan customer adalah hal yang utama, ketika mereka puas dengan produk kita maka mereka akan kembali lagi untuk membeli. Karena percuma apabila kita memberikan harga murah tetapi kualitas tidak diutamakan.

Nah, kalau boleh bongkar sedikit rahasia nih mbak. Apasih yang membedakan produk mbak dengan produk hijab lainnya?

Yang membedakan produk saya dengan kompetitor adalah ciri khas dari Hya yang selalu menggunakan list lace untuk setiap produknya.

Selama menjadi seorang entrepeneur pengalaman terbaik apa yang sudah pernah mbak dapatkan? Lalu bagi mbak tantangan seperti apa yang pernah dihadapi hingga saat ini?

Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika pertama kali open booth dan bertemu langsung dengan customers, dan melihat fast feedback dari mereka ketika customers tersebut datang lagi keesokan harinya dan membeli lagi dengan memakai produk hya yang baru mereka beli kemarin. Kepuasan, saran dan kritik dari customers adalah hal yang membanggakan bagi saya.

Tantangan dan kendala yang pernah saya hadapi adalah ketika awal memasarkan produk. Saya yang masih buta tentang bagaimana berjualan, bermodal nekat, niat dan gadget (Alhamdulillah hadiah dari orang tua) saya manfaatkan untuk berjualan dengan membuat akun sosmed baru khusus untuk usaha saya.

Seperti apa sih Mbak Hanny melihat pasar bisnis saat ini, terutama untuk produk hijab yang semakin hari semakin bertambah?

Menurut saya ruang lingkup market sekarang semakin luas apalagi untuk market online. Mungkin bisnis saya tidak mengubah ruang lingkup market tetapi saya yang harus lebih mengembangkan lingkup market untuk bisnis saya.

Lalu apa rencana mbak kedepannya?

Rencana kedepan untuk mengembangkan bisnis saya adalah konsinyasi dengan butik diluar Surabaya, agar produk saya lebih dikenal oleh masyarakat luas dan customers bisa melihat langsung fisik produk dari hya, jadi tidak hanya sekedar melihat gambar saja.

Buat mbak sendiri siapa sih yang paling menginspirasi hingga mbak bisa terus berbisnis hingga saat ini?

Tokoh yang menjadi motivasi saya adalah bunda Irma Sustika (Founder Womanpreneur Community), meskipun beliau single parent dan sempat down setelah ditinggal pergi oleh putra bungsunya, tetapi beliau berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukannya dan sekarang menjadi motivator hebat untuk para wanita yang memiliki potensi agar bisa mengembangkan dirinya menjadi womanprenuer yang tangguh. Quote dari bunda Irma Sustika yang menginspirasi saya adalah “Wanita adalah sekoci bagi kapal induk keluarga, pastikan sekoci selalu dalam keadaan baik dan siap pakai untuk menyelamatkan ekonomi keluarga”.

Selain itu, quote-quote dari om Bob Sadino juga selalu membuat saya semangat dan pantang menyerah dalam menjalankan bisnis ini. Salah satunya adalah “kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jerih payah dari sendiri tanpa campur tangan ALLAH. Mengingat ALLAH adalah sebagai ibadah vertical dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal” dan “Orang pintar belajarkeras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok itu berjuang keras untuk sukses agar bisa bayar pelamar kerja”.

Nah, begitulah sedikit cuplikan interview kami dengan Hanny Yovita Anggraeni. Wanita yang pernah menjadi 20 besar dalam program Inspiring Womanpreneur Competition 3 tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Womanpreneur Commuity bersama Indosat ini juga merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Karena saat itu usia bisnisnya sendiri masih dibawah 1 tahun. Sangat membanggakan dan memotivasi untuk menjalankan bisnisnya hingga saat ini.

Baginya “jujur adalah kunci utama dari kesuksesan sebuah bisnis online. Karena customer hanya melihat foto produk saja tanpa melihat langsung fisik produk, jadi kita harus jujur tentang produk yang kita jual jangan hanya memburu keuntungan semata”.

Nah, siapa lagi dari kamu yang saat ini sedang berbisnis online dan ingin diwawancarai oleh tim Mebiso? Kamu bisa menjadi salah satu yang kami liput dan masukkan ke dalam website Mebiso. Jangan ragu untuk memamerkan apa dan bagaimana bisnis kamu. Kamu harus berani menunjukkan siapa kamu dan apa bisnis kamu kepada dunia. :)

Hubungi Nelsi@beon.co.id untuk mendapatkan penawaran interview dan liputan oleh tim Mebiso ya :)

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 12
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *