Running A Business

Waspadai 5 Penyebab Umum Kegagalan Bisnis Mengelola Keuangan

 
  • 29
    Shares

   

Para enterpreneur muda seringkali masih mengabaikan pentingnya pengelolaan keuangan. Mereka mencampuradukkan antara uang bisnis dan uang pribadi sampai di titik dimana kondisi perusahaan jadi kacau. Seringkali kondisi seperti ini terjadi di kalangan pemain baru, meskipun tidak menutup kemungkinan kalau para enterpreneur veteran pun melakukan kesalahan yang sama. Karena seringnya fenomena ini terjadi, maka secara pribadi saya ingin menunjukkan 5 blunder yang seringkali dilakukan enterpreneur dari segi keuangan. Semoga dari sini anda bisa memiliki gambaran mengenai bagaimana mengelola keuangan secara efisien itu.

Investasi yang Berlebihan

Seringkali di awal usaha, enterpreneur muda langsung membelanjakan modal untuk apa yang mungkin bisa ditunda. Misalnya sewa kantor, sewa mesin produksi, dan lain-lain. Pengeluaran seperti ini tidak perlu didahulukan, karena perusahaan anda akan terbebani sebelum bisnis mulai menjual produk. Untuk menekan cost pengeluaran seperti ini, anda dapat mencoba alternatif berjualan online. Anda bisa menekan biaya sewa gedung sehingga modal dapat dialokasikan ke hal lain. Jika nyatanya di kemudian hari laba sudah memenuhi, Anda bisa mulai merintis toko di dunia nyata.

Senang dengan Jalan Pintas

Siapa yang tidak suka hasil yang banyak dalam waktu cepat. Sayangnya terkadang enterpreneur muda terlalu cepat memutuskan untuk memilih jalan pintas yang memudahkan kerja mereka. Misalnya hire karyawan profesional atau mengalokasikan budget untuk beriklan di televisi yang (padahal) tarifnya sangat mahal. Cara-cara seperti ini sangat bisa memenuhi gengsi anda. Namun untuk bisnis kecil skala Startup, anda lebih baik tidak meniru metode orthodoks yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Karena secara finansial anda tidak mampu menyaingi mereka. Jujur saja pada diri anda sendiri dam gunakan alternatif2 lain yang low budget.

Mencampur Aset Bisnis dan Aset Pribadi

Inilah penyebab yang paling umum terjadi pada enterpreneur pemula. Mereka tidak memisahkan aset bisnis dengan aset pribadi sehingga berakibat fatal apalagi ketika kondisi bisnis Anda sedang jatuh. Aset pribadi Anda akan digunakan untuk menutupi masalah keuangan Anda. Padahal rasa aman mutlak diperlukan ketika menjalankan bisnis. Maka sebagai enterpreneur pemula, ada baiknya anda memberi batasan yang jelas antara aset pribadi dan aset bisnis. Jika Anda membutuhkan dana tambahan dan terpaksa harus menggunakan aset pribadi, catat hal tersebut sebagai hutang yang harus Anda kembalikan dalam waktu tertentu.

Tidak Menggaji Diri Sendiri

Salah satu akibat lain dari aset bisnis dan aset pribadi yang tidak terpisah adalah bisnis tidak bisa menggaji diri sendiri. Enterpreneur muda mungkin mencurahkan sebagian besar aset pribadi untuk kepentingan bisnisnya. Sehingga mereka merasa lazim untuk mengambil sedikit demi sedikit keuangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini sangat berbahaya. Karena bisnis sama sekali tidak punya alokasi dana untuk pengembangan. Bisnis akan stagnan atau justru hancur. Maka mulai sekarang, gaji diri anda sendiri, dan berusahalah untuk hidup dengan gaji tersebut tanpa merogoh-rogoh uang bisnis anda.

Mengambil Kas Bisnis Tanpa Perhitungan

Masalah umum yang terakhir adalah saat melihat kas bisnis yang mulai meningkat, para pemula langsung menganggap uang tersebut adalah keuntungan yang dapat dibelanjakan untuk kepentingan jangka pendek. Misalnya ketika membutuhkan kendaraan, mereka membeli yang terbaik. Tanpa memikirkan kemungkinan pertumbuhan bisnis di masa depan. Padahal bisa jadi keuntungan bisnis jadi terjun bebas karena kurangnya alokasi untuk pengembangan akibat keperluan belanja enterpreneur yang gelap mata. Ada baiknya di tahun pertama, pemula tidak langsung fokus pada pembelian peralatan, namun lebih fokus pada pengembangan layanan bisnis.

Bagaimana dengan bisnis anda?

Dapatkan Segera! Video Marketplace Domination: Cara Sukses Jualan di Tokopedia dan Bukalapak. Download Now!


  • 29
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *