Leadership

10 Alasan Kenapa Anda Harus Membuat Penilaian Prestasi Kerja Karyawan

 
  • 8
    Shares

Loading...

Nah pemilik bisnis, bagi Anda yang telah memiliki karyawan, cepat atau lambat Anda akan sampai pada tahap melakukan penilaian atas kinerja karyawan Anda. Perlukah ini? Sayangnya memang seringkali fase ini dilewatkan oleh para pelaku bisnis karena dirasa tingkat urgensinya belum begitu terasa. Namun Anda perlu tahu bahwa karyawan menantikan penilaian yang obyektif. Maka, berikut beberapa poin yang mungkin dapat membuka membuka pemahaman Anda tenntang pentingnya pengelolaan nilai prestasi kerja karyawan.

1. Perbaikan Kinerja.
Umpan balik kinerja bermanfaat bagi karyawan untuk memperbaiki kinerja mereka. Penilaian kinerja menjadi sebuah refleksi atas kinerja yang mereka lakukan selama ini.

2. Penyesuaian Reward.
Penilaian prestasi kerja dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan dalam pemberian rewarding atau penghargaan bagi karyawan.

3. Penempatan Jabatan.
Penilaian kinerja dapat dijadikan sebagai acuan untuk menaikkan jabatan karyawan atau menempatkan karyawan pada posisi yang tepat.

4. Pelatihan dan Pengembangan.
Karyawan harus terus dilatih dan dikembangkan. Penentuannya bisa didapatkan dari penilaian prestasi.

5. Pengembangan Karir.
Penilaian prestasi kinerja membantu proses pengambilan keputusan tentang jenjang karir karyawan.

6. Koreksi Informasi.
Kinerja buruk mengindikasikan kalau ada kesalahan dalam melakukan pekerjaan, rencana SDM, atau hal lain dalam sistem manajemen. Penilaian prestasi bisa menghasilkan data tersebut sehingga Anda dapat segera memperbaiki hal yang belum tepat sebelum dia meledak di belakang hari.

7. Evaluasi Rancangan Perusahaan.
Kinerja buruk bisa jadi merupakan sebuah gejala dari rancangan besar perusahaan yang kurang tepat. Lewat penilaian prestasi kerja, kesalahan-kesalahan ini dapat ditemukan secepatnya.

8. Kesempatan Kerja.
Penilaian kinerja juga dapat memberikan gambaran kebutuhan karyawan pada perusahaan Anda. Jika ada karyawan yang kinerjanya overload, itu artinya Anda memerlukan resource tambahan.

9. Faktor Eksternal.
Tak dapat dipungkiri bahwa kinerja juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar lingkungan pekerjaan seperti keluarga, financial, kesehatan atau masalah-masalah pribadi lainnya. Departemen HRD perlu berperan dalam membantu dengan mendukung karyawan jika hal eksternal seperti ini terjadi di karyawan Anda.

10. Feedback untuk HRD
Hasil kinerja yang baik dan buruk pada perusahaan akan mengindikasikan bagaimana jalannya fungsi departemen HRD di perusahaan Anda.

Sedemikian banyaknya manfaat yang bisa anda dapatkan dari penilaian kinerja karyawan. Maka, mari rancang sistem penilaian yang sesuai dengan perusahaan Anda sekarang :-) Selamat bereksperimen.

Loading...

  • 8
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *