Running A Business

10 Aturan Menutup Penjualan dengan Lebih Mudah

 
  • 2
    Shares

Loading...

Menjadi seorang penjual tentu ada banyak yang harus dipersiapkan, terlebih dari dalam diri kita sendiri. Salah satunya yaitu kemampuan kita dalam berkomunikasi dan mengkondisikan suasana saat mulai menjual atau bernegosiasi dengan klien. Selain kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang penjual, ternyata dalam dunia bisnis kita juga diberikan beberapa aturan saat hendak memulai dan menutup sebuah proses penjualan dengan pelanggan atau klien kita. Adapun aturan tersebut diciptakan bukan untuk merumitkan kegiatan penjualan, tetapi lebih untuk membuat proses penjualan menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Aturan tersebut antara lain:

1. Tetap pada posisi duduk

Saat Anda melakukan sebuah proses penjualan atau negosiasi dengan klien Anda selalu lakukan dengan cara duduk. Ini akan membuat suasana lebih santai dan terkondisi. Bahkan sekalipun jika proses tersebut berakhir dengan kata “deal” atau “tidak” maka tetaplah pada posisi Anda duduk. Saat Anda merubah posisi dari duduk ke berdiri, ini akan menimbulkan penilaian yang berbeda saat Anda mengakhiri sebuah negosiasi.

2. Selalu membuat sebuah proposal tertulis

Ada kalanya ketika Anda menawarkan sesuatu kepada klien atau pelanggan Anda lainnya, mereka cenderung tidak mempercayai apa yang kita katakan dan mereka akan lebih yakin dengan apa yang mereka lihat. Dalam hal ini adalah sebuah proposal penjualan yang berisikan penawaran produk atau layanan kepada klien tersebut. Selain proposal penjualan, kita juga harus menyiapkan sebuah kontrak dari apa yang kita ajukan kepada klien kita. Apapun yang kita tawarkan, sebaiknya ditulis dalam bentuk proposal. Ini akan membantu Anda menunjukkan kepada klien Anda bahwa mereka akan mendapatkan produk atau layanan tersebut ketika mereka telah membuat sebuah keputusan dari proposal yang diterimanya.

3. Melakukan komunikasi dengan jelas

Tidak seorangpun akan mempercayai Anda ketika Anda menawarkan kepada mereka dengan bahasa atau tutur kata yang tidak jelas. Klien juga akan ragu ketika Anda mempresentasikan penjualan Anda dengan tidak percaya diri. Cobalah untuk berlatih percaya diri saat berbicara dan berhadapan dengan orang lain. Anda bisa mencobanya dengan merekam suara atau video Anda, dan dari situ Anda bisa memberikan koreksi sendiri untuk model persentasi yang akan Anda lakukan. Dengan begitu Anda akan terlatih percaya diri jika bicara dihadapan orang lain.

4. Lakukan kontak mata

Hal yang paling penting dalam berkomunikasi dengan orang lain atau lebih kepada saat Anda ingin menjual produk atau layanan Anda adalah lakukan kontak mata. Karena bagi sebagian besar orang, saat kita berbicara dengan melakukan kontak mata, maka saat itulah klien bisa membaca apakah Anda bersungguh – sungguh dalam menjual atau tidak sedikitpun serius.

[ Baca juga: Tips Menjalin Kontak Mata ketika Berkomunikasi ]

5. Jangan lupakan hal kecil

Terkadang saat kita terlalu fokus dan terburu – buru dalam melakukan pertemuan dengan klien, kita melupakan hal yang kecil. Hal ini seperti membawa sebuah pena. Ini menjadi penting saat Anda dan klien sudah sepakat dalam menutup penjualan dengan kata “deal”, dan mengharuskan klien menandatangani berkas yang sudah dipersiapkan. Saat kita melupakan hal kecil ini, bisa saja klien berfikir bahwa kita kurang persiapan dan dirasa kurang serius. Dan ini bisa berakibat pembatalan negosiasi yang sudah terbentuk. Maka usahakan jangan lupakan hal – hal kecil yang Anda butuhkan dalam proses penjualan Anda.

6. Berikan sedikit humor

Siapa yang tidak menyukai humor? Saya rasa semua orang menyukai humor, terlebih saat mereka sedang merasa stress atau terbebani pikiran. Begitu juga saat kita sedang menjual atau melakukan sebuah negosiasi dengan klien. Terkadang saking seriusnya, Anda dan klien sama – sama merasa stress dan bosan. Untuk mengobati itu semua, kita bisa memberikan sedikit humor dalam percakapan yang terjalin. Humor akan membuat kondisi yang semula tegang, akan menjadi lebih baik dan semakin mudah dalam menutup penjualan.

[ Baca juga: 8 Manfaat Humor untuk Keseharian Kerja Anda ]

7. Ajukan pertanyaan sekali lagi

Jika Anda kurang yakin dengan pernyataan klien Anda tentang “ya” atau “tidak”, Anda dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan lagi. Pertanyaan ini digunakan untuk mengkonfirmasi apakah benar yang Anda dengar sebelumnya. Tapi usahakan Anda mendengarkan dan fokus pada apa yang Anda dan klien bicarakan, agar tidak timbul pertanyaan yang sama untuk kedua kalinya. Ini bisa menjadi sebuah gangguan bagi klien Anda, terlebih saat mereka sedang sibuk atau terburu – buru.

8. Tetap percaya diri

Dalam berbagai kesempatan kita memang disarankan untuk memiliki rasa percaya diri, terlebih saat kita hendak melakukan proses penjualan kepada klien atau pelanggan – pelanggan kita. Bagaimana kita bisa menjual suatu produk, saat kita sendiri tidak yakin dan tidak percaya diri saat mempresentasikan produk tersebut? Maka dari itu, terlepas dari kata “deal” atau tidak, sebagai seorang penjual, kita memang dituntut untuk percaya diri.

[ Baca juga: 5 Tips Mendapatkan Kepercayaan Konsumen ]

9. Tetap positif

Tidak perduli seberapa besar pembeli memberikan respon terhadap usaha kita saat menjual, sebagai penjual kita harus terus berfikir positif terhadap apa yang kita lakukan. Ini juga sangat penting saat kita melakukan proses negosiasi dengan klien kita. Saat kita tidak memberikan nilai positif dalam setiap pikiran dan ucapan kita, maka proses yang terjadipun akan sulit untuk dikendalikan. Kita bisa saaj terpancing emosi, saat klien tidak jadi memberikan “deal” nya untuk kita. Namun saat kita terus berfikir positif, maka itu akan membuat semua yang kita lakukan juga terasa mudah.

10. Selalu tersenyum

Ingat hal terakhir ini! Berikan senyuman untuk setiap kegiatan yang kita lakukan. Tahukah Anda, jika senyuman menjadi salah satu obat dan pemberi semangat dari dalam diri kita sendiri. Saat kita memberikan senyuman untuk orang lain, maka energi positif akan secara otomatis tercipta antara diri kita dengan orang lain. Bahkan saat suasana mulai memanas, cobalah untuk tetap tenang dan berikan senyuman untuk klien Anda. Ini akan membantu Anda mencairkan suasana dan membuat suasana lebih baik. Untuk itu senyuman menjadi bagian tidak terlupakan saat kita hendak bertemu dan bernegosiasi dengan klien.

[ Baca juga: 5 Tips Menciptakan Kesan Terbaik bagi Pelanggan ]

Selamat mencoba :)

Baca juga:

10 Langkah Meningkatkan Konversi Penjualan Toko Online Anda

8 Cara Jitu Membangun Customer Service yang Optimal

Sudahkah Bisnis Online Anda Menjalankan Prinsip 5W+1H?

Loading...

  • 2
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *