Start A Business

9 Pertanyaan untuk Menguji Ide Bisnis Anda

 
  • 2
    Shares

Loading...

Halo pemilik bisnis, mungkin saat ini anda sedang punya ide bisnis yang bagus, tapi tidak yakin apakah ide itu layak diperjuangkan untuk menjadi bisnis anda. Maka apa yang perlu Anda lakukan adalah menguji konsep anda dengan serangkaian pertanyaan yang ketat. Nah, berikut adalah 9 pertanyaan yang dapat anda ajukan pada diri anda sendiri untuk membantu mengevaluasi ide bisnis Anda:

1. Seperti apa profil pelanggan saya?

Ide produk atau layanan Anda mungkin tampak seperti solusi yang benar-benar bermanfaat bagi anda. Tetapi apakah dia juga bermanfaat untuk orang lain sebagai pelanggan anda? Maka tanyakan kesulitan terbesar dari calon pelanggan Anda. Apabila produk Anda dapat membantu mengatasi kesulitan terbesar mereka, maka ide bisnis anda layak dijalankan. Bahkan seringkali ide bisnis terbaik datangnya dari jawaban atas pertanyaan mengenai kesulitan terbesar customer. Ambil contoh Shoop. Brian Alfi, founder Shoop mengungkapkan bahwa ide awal Shoop datangnya ‘dari kesulitan seller Indonesia untuk upload gambar ke banyak marketplace secara langsung’.

2. Siapa yang saya gantikan?

Tanyakan kepada diri anda sendiri, apa yang membuat produk Anda cukup menarik untuk mengganti apa yang sudah di pasar. Karena semenarik apapun ide bisnis anda, mungkin di luaran sana sudah ada yang sepemikiran dengan anda. Contoh terbaik yang dapat menjelaskan pertanyaan ini adalah Studentpreneur, majalah bisnis anak muda di Indonesia. Majalah bisnis bukanlah hal yang baru di Indonesia. Maka Adhika, founder Studentpreneur menambahkan sentuhan ‘majalah bisnis dengan segmen lebih ke anak muda’. Techinasia.com bahkan menyebut Studentpreneur sebagai majalah bisnis terbaik untuk kalangan anak muda.

3. Bagaimana saya mendemonstrasikan ide ini kepada orang lain?

Jadikan ide Anda senyata mungkin. Artinya anda juga harus mengembangkan gambaran umum atau prototipe mengenai bagaimana ide anda bekerja. Dengan demikian, anda dapat mengkomunikasikan ide anda kepada orang lain dengan materi yang lebih padat. Jelasin.com adalah sebuah studio animasi khusus Startup. Ufan, founder Jelasin.com menjelaskan bahwa Jelasin.com adalah studio animasi yang khusus bergerak untuk membantu Startup mengkomunikasikan ide mereka ke masyarakat melalui Animasi. Ide awalnya adalah banyaknya Startup yang kesulitan mengkomunikasikan ide bisnis mereka ke investor dan masyarakat sebagai pengguna.

4. Siapa saja yang akan saya butuhkan di tim saya?

Anda juga harus mulai memikirkan apa saja posisi kunci yang akan Anda butuhkan sebagai tim anda. Bukan dari segi siapa, tapi apa. Misalnya apakah Anda butuh orang yang khusus di bagian R&D, marketing, IT atau fungsi lain. Baru kemudian temukan key person yang dapat mengisi setiap posisi yang anda butuhkan. Itulah strategi yang diterapkan Putri Juwita dalam membangun tim yang solid seperti jagoanhosting.com.

5. Resource apa yang akan saya butuhkan?

Selain SDM, anda juga harus memperhitungkan alat apa sajakah yang nanti akan dibutuhkan bisnis anda. Artinya anda harus mendetail sejumlah hal-hal teknis seperti komputer, infrastruktur internet, kebutuhan ruang kantor, dan lain sebagainya. Jadi, anda dapat menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk pengujian dan pengembangan produk secara lebih efektif.

6. Berapa lama siklus pembelian saya?

Anda juga harus tahu siklus yang diperlukan untuk mewujudkan produk atau jasa Anda sehingga Anda dapat memperkirakan kebutuhan uang tunai di awal. Dengan siklus pembelian ini, Anda dapat memperhitungkan kapan anda bisa mulai mendatangkan pendapatan. Misalnya jika Anda menjual teknologi medis ke rumah sakit. Anda perlu menunggu 18 bulan untuk menyelesaikan teknologi ini. Maka, anda bisa lebih dulu menjual proposal di sela-sela jangka waktu ini.

7. Berapa besar potensi pertumbuhan yang ditawarkan ide saya?

Pikirkan tentang seberapa besar Anda ingin jadikan bisnis Anda dan temukan caranya agar ide anda dapat memenuhi harapan Anda. Misalnya jika Anda menulis software, membangun simulasi atau membuat produk buatan tangan, maka Anda harus menyadari bahwa Anda mungkin tidak akan tumbuh secepat jika Anda membuat sesuatu yang bisa diproduksi secara massal.

8. Apakah saya memiliki skill yang diperlukan?

Antara memiliki ide dan mewujudkannya adalah dua hal yang sangat berbeda. Jadilah jujur dalam menilai apakah Anda memenuhi syarat untuk mengubah ide Anda menjadi sebuah bisnis atau tidak. Jika ide anda memerlukan keterampilan yang sangat teknis atau pengalaman yang tidak Anda miliki, Anda akan dapat menemukan seseorang yang dapat mengisi kesenjangan tersebut sebelum mulai rencana mewujudkan ide anda.

9. Bisakah saya melihat diri saya menjalankan ide ini untuk dua tahun ke depan?

Mendapat sebuah ide segar bisa sangat menyenangkan, tetapi apakah Anda bersedia untuk mendedikasikan hidup Anda untuk ide ini selama bertahun-tahun, minimal dua ke depan? Apakah Anda memiliki dukungan dari keluarga, teman, mentor, dan Anda bersedia untuk membuat pengorbanan yang diperlukan? Anda harus memahami bahwa setiap kesempatan baru akan membutuhkan waktu dan energi yang besar.

Jadi enterpreneur, jika ide anda sudah lolos uji pertanyaan di atas, mari wujudkan ke dalam sebuah bisnis. Semoga berhasil ;-)

Loading...

  • 2
    Shares

4 komentar

  • userone
    22 Oktober 2013 - pukul 10:16

    Sepertinya cuma 9 Pertanyaan?

    • Administrator
      23 Oktober 2013 - pukul 14:01

      oh iya, maaf pak. pertanyaan ke-10 sedang diculik tim editing kami. sekarang sudah diperbaiki, terimakasih koreksinya ya :-)

  • 4 Desember 2013 - pukul 20:33

    nih semacam menguji seseorang tentang bakat bisnis ya mas??? ada jg ya yg sperti ini heheh

    • Administrator
      5 Desember 2013 - pukul 17:13

      daripada bakat, lebih ke potensi ide bisnisnya mas :-)

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *