Technology

10 Tips Memilih Data Center untuk Corporate

 

Loading...

Pemilik website seringkali tidak tahu menahu dengan data center apa yang mereka gunakan. Bahkan beberapa justru tidak paham dengan istilah apa itu data center. Apalagi jika website anda belum begitu besar dimana kebutuhan resource masih bisa dicover oleh server hosting shared. Namun suatu saat ketika website anda sudah sangat besar, maka anda akan dihadapkan pada posisi menempatkan server sendiri di salah satu datacenter. Pada saat itu terjadi, anda perlu tahu apa saja persyaratan memilih datacenter.

Sedikit cerita tentang datacenter: pada data center terdapat ratusan bahkan ribuan server yang tersusun pada rak server yang ditata sesuai bentuk fisiknya, baik tower maupun rack dari ukuran 1U s/d 4U. Di setiap ruang memiliki pendingin, sistem catu daya, UPS, security dan jaringan terkoneksi yang ditata dengan detail. Bahkan lantai dimana server dibangun memiliki karakteristik yakni terdapat upaya peredam dan selokan tempat jaringan kabel listrik maupun komputer.

Berikut adalah 10 checklist yang dapat anda gunakan sebagai acuan dalam memilih datacenter:

1. Otomatisasi dan analisis layanan: Alat penyimpanan data dapat mengatur kapasitas secara mandiri, memberikan notifikasi mengenai kebutuhan storage, mengotomasi, dan menganalisis data.

2. Storage efficiency: infrastruktur yang disewa harus mampu meningkatkan produktivitas TI sekaligus mengendalikan, bahkan menurunkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

3. Virtual storage tiering: Keluwesan storage tidak terbatas kepada kapasitas yang tersedia, tetapi kesiapan menyimpan jenis data atau media yang berbeda. Data kritis disimpan di flash drive, sedangkan data lain yang tidak terlalu aktif disimpan di SATA drive.

4. Operasional tanpa gangguan: data center harus bisa menawarkan sebuah lingkungan penyimpanan dengan ketersediaan always-on, serta zero downtime  untuk aplikasi-aplikasi penting bagi bisnis.

5. Keamanan data yang tertanam: Pengamanan data dan perangkat yang tersebar di berbagai titik-titik. Kehadiran multi-level security mencegah akses tidak sah ke data.

6. Perlindungan data terintegrasi: Perlindungan data yang memungkinkan pengguna melakukan pengaturan awal dan membiarkan sistem berjalan sendiri, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghilangkan kesalahan manusia maupun kebutuhan untuk melakukan pengaturan secara terus-menerus.

7. Seamless scaling: Peningkatan yang efisien terjadi tanpa perlu menambah orang untuk mengelola TI, serta mengorbankan kinerja dan kapasitas.

8. Unified Architecture: arsitektur penyimpanan terpadu yang didukung oleh Data ONTAP untuk memberikan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dalam kebutuhan storage.

9. Secure multi-tenancy: bekerja sama dengan pihak ke tiga seperti Cisco dan VMware untuk menghasilkan sebuah solusi secure multi-tenancy yang memisahkan infrastruktur TI, dari server hingga storage.

10. Lokasi dan pengelolaan: memenuhi syarat sipil bangunan, geologi, vulkanologi, topografi, dan menerapkan standard kelola data center yang meliputi:

  • Standar Prosedur Operasi
  • Standar Prosedur Perawatan
  • Standar dan Rencana Pemulihan dan Mitigasi Bencana
  • Standar Jaminan Kelangsungan Bisnis

Pusat data atau yang lebih dikenal dengan datacenter adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkait lainnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Karena keberadaannya yang sangat vital, maka fasilitas ini harus sudah mencakup catu daya cadangan, koneksi komunikasi data cadangan, pengontrol lingkungan (mis. AC, ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik.

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *