Leadership

3 Pertanyaan Efektif Ketika Mewawancarai Calon Karyawan

 
  • 100
    Shares

Loading...

Mewawancarai kandidat karyawan bisa jadi hal yang sulit. Terutama karena beberapa kandidat jauh lebih baik ketika wawancara daripada ketika mereka sudah bekerja. Maka anda harus cerdas menggali informasi inti yang Anda butuhkan tentang kandidat yang Anda wawancarai. Nah, berikut adalah tiga pertanyaan wawancara sederhana, namun sangat efektif untuk menggali etika kerja dari kandidat yang akan bergabung dalam bisnis anda.

Dari mana Anda mengetahui tentang lowongan ini?

Beberapa kandidat menemukan lowongan anda ketika mereka tidak tahu apa yang ingin dia lakukan dalam hidupnya. Dia hanya mencari pekerjaan, apapun itu. Dan itu berarti dia tidak terlalu bersemangat ketika mulai bekerja dengan Anda. Lowongan anda cukup baginya – sampai sesuatu yang (menurutnya) lebih baik datang.

Pada saat seseorang sampai di pekerjaan ketiga, keempat, atau kelima di karirnya, tetapi dia belum menetap di suatu pekerjaan tertentu, artinya ada yang salah. Bisa jadi karena kandidat tidak membangun hubungan, tidak membangun kepercayaan, atau tidak memiliki kompetensi di tempat sebelumnya.

Apa yang Anda harapkan tentang lowongan pekerjaan yang akan anda isi?

Kandidat harus mampu menjelaskan kenapa mereka mengambil pekerjaan tersebut. Alasannya harus lebih spesifik daripada sekedar “kesempatan besar” atau “kesempatan untuk belajar tentang industri ini” atau “langkah berikutnya dalam karir saya”. Karyawan hebat tidak bekerja keras karena jabatan yang tinggi atau gaji yang besar. Mereka bekerja keras karena mereka menghargai lingkungan kerja mereka dan menikmati apa yang saat ini mereka lakukan.

Artinya kandidat harus tahu jenis lingkungan yang mereka inginkan dan tahu jenis pekerjaan yang memotivasi mereka.

Kenapa Anda meninggalkan posisi lama Anda?

Kadang-kadang kandidat meninggalkan pekerjaan lama mereka untuk kesempatan yang lebih baik. Kadang-kadang juga demi gaji yang lebih banyak. Seringkali mereka pergi karena atasan yang terlalu menuntut. Atau mereka tidak sepaham dengan atasan atau dengan rekan kerja mereka. Bila itu terjadi, jangan menghakimi. Tahanlah godaan untuk bertanya lebih detail. Tetaplah sesuai irama pertanyaan agar kandidat menjadi lebih jujur dan terbuka.

Dalam proses ini, banyak kandidat yang akan mulai menceritakan tentang masalah mereka dengan manajemen lama mereka atau perbedaan pendapat dengan karyawan lain atau tentang tanggung jawab, atau masalah lain yang tidak ingin mereka bagi. Cerita kandidat adalah cara paling cepat untuk mengetahui tingkat teamwork dan rasa tanggungjawab kandidat. Beberapa orang tidak pernah mengambil tanggungjawab dan selalu melihat masalah yang datang ke mereka adalah masalah orang lain. Dan beberapa kandidat secara konsisten memiliki masalah dengan atasan mereka. Yang mana artinya mereka kemungkinan besar akan memiliki masalah dengan Anda juga.

Bagaimana menurut anda?

Loading...

  • 100
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *