Business Says Karir

3 Poin Penting yang Harus Dilakukan Untuk Mengatasi Burnout Kerja

 

Loading...

Mengatasi Burnout Kerja – Apakah kamu pernah merasa bahwa produktivitas kerjamu semakin hari semakin menurun, sulit berkonsentrasi, atau daya kreativitas semakin menghilang? Hati-hati ya Dear, jangan-jangan kamu sedang terserang burnout kerja nih!

Burnout kerja adalah salah satu kondisi stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Itu sebabnya, kondisi kesehatan yang satu ini juga dikenal sebagai occupational burnout atau job burnout.

Ketika kondisi ini terus terjadi dan dibiarkan, biasanya kamu akan merasa mulai kehilangan minat pada pekerjaan dan tidak lagi menemukan motivasi untuk terus melakukannya. Selain itu, produktivitas kerja pun jadi menurun.

Lalu bagaimana menanganinya? Yuk simak cara menangani burnout kerja ala Riliv dan Mebiso dibawah ini ya!

1. Mengatasi burnout kerja dengan bercerita dan berada di sekitar orang lain

Kontak sosial

Kontak sosial merupakan salah satu penangkal stres. Berbicara langsung dengan teman yang bersedia mendengarkan apa yang kita katakan merupakan salah satu cara tercepat untuk menenangkan sistem saraf dan menghilangkan stres.

Teman yang kamu ajak bicara tidak harus “memperbaiki” stres yang kamu alami; mereka hanya harus menjadi pendengar yang baik, yaitu seseorang yang mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa melakukan penilaian terhadap apa yang kita katakan.

Menjangkau orang-orang terdekat

Jangkaulah orang – orang terdekat seperti pasangan, keluarga, dan teman. Membuka diri tidak akan membuat kamu menjadi beban bagi orang lain.

Bahkan, sebagian besar teman dan orang yang dicintai akan merasa tersanjung ketika kamu mempercayai mereka dan menceritakan masalahmu, dan tentu saja hal itu dapat memperkuat persahabatan diantara kalian. Cobalah untuk tidak memikirkan apa yang membuatmu merasa lelah dan jadikan waktu yang kamu habiskan bersama orang-orang terdekatmu menjadi menyenangkan.

Lebih bergaul dengan rekan kerja

Mengembangkan persahabatan dengan orang-orang yang bekerja denganmu dapat membantu melindungi kamu dari burnout kerja. Ketika kamu beristirahat, misalnya, alih-alih memainkan smartphone, cobalah untuk berbincang dengan rekan kerjamu. Atau kamu juga dapat menjadwalkan kegiatan khusus bersama di luar jam kerja.

Batasi kontak dengan orang “negatif”

Bergaul dengan mereka yang selalu berpikiran negatif serta selalu mengeluh dapat menurunkan suasana hatimu. Jika kamu harus bekerja dengan tipikal orang seperti ini, cobalah untuk membatasi jumlah waktu yang kamu habiskan bersama mereka.

Bergabung dengan kelompok/komunitas sosial

Bergabung dengan kelompok agama, sosial, atau kelompok dengan minat yang sama denganmu dapat menjadi suatu cara mengatasi burnout kerja. Komunitas ini dapat menjadi tempat untuk kamu menceritakan masalahmu dengan orang-orang yang berpikiran sama denganmu.

Jika bidang pekerjaanmu memiliki asosiasi profesional, kamu dapat menghadiri pertemuan dan berinteraksi dengan orang lain untuk mengatasi tuntutan kerja di tempat kerja yang sama.

2. Mengevaluasi prioritas

Tetapkan batasan-batasan tertentu

Jangan terlalu memaksakan diri. Cobalah untuk mengatakan “tidak” untuk beberapa hal, misalnya untuk membatasi waktu kerjamu ketika di rumah atau saat berlibur bersama keluarga.

Beristirahatlah sejenak dari piranti teknologi

Berikan sedikit waktu pada setiap harinya untuk benar-benar memutuskan sambungan (pada email, pesan, dan lain-lain). Simpan laptop, matikan ponsel, dan berhentilah mengecek email.

Berikan waktu untuk melakukan relaksasi

Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan pernapasan dalam mengaktifkan respons relaksasi tubuh, keadaan tenang yang merupakan kebalikan dari respons stres.

Tidur yang cukup

Merasa lelah dapat memperburuk kelelahan dengan membuat kamu tidak dapat berpikir secara rasional. 

3. Ubahlah cara pandangmu terhadap pekerjaan

Temukan keseimbangan dalam hidupmu

Jika kamu membenci pekerjaanmu, maka carilah makna dan kepuasan di tempat lain dalam hidup: misalnya di keluarga, teman, hobi, atau pekerjaan sosial lainnya. Berfokuslah pada bagian-bagian hidupmu yang membuatmu merasa gembira. 

Beristirahat

Jika lelah tidak terhindarkan, cobalah untuk istirahat total dari pekerjaan. Pergi berlibur, meminta cuti sementara, atau apa pun untuk menyingkirkan dirimu dari situasi tersebut. Gunakan waktu luang untuk mengisi ulang energi dan melakukan metode pemulihan lainnya.

Oke, segitu dulu ya informasi tentang bagaimana cara mengatasi burnout kerja. Cobalah untuk melakukannya, jika gejala burnout belum berkurang janganlah ragu untuk mengkonsultasikannya kepada psikolog profesional ya. Have a nice day!

Written by Syarifah Muadzah, seorang mahasiswa psikologi yang sedang berusaha untuk lulus tepat waktu

Artikel ini merupakan kerja sama Mebiso dengan Riliv

Referensi:

https://www.apa.org/helpcenter/road-resilience

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/art-20046642

https://www.helpguide.org/articles/stress/burnout-prevention-and-recovery.htm

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *