Start A Business

4 Alasan Mengapa Sebuah Startup Bisa Gagal Berkembang

 
  • 3
    Shares

Loading...

Kita tahu tidak mudah untuk mendirikan sebuah bisnis dengan ide, usaha dan kerja keras sendiri. Startup memang menjadi salah satu media kita untuk menciptakan bisnis dan meningkatkan peluang kerja bagi orang lain. Biasanya startup didirikan oleh para mahasiswa yang aktif dan ingin memiliki usaha atau bisnis mereka sendiri. Dengan ilmu, keterampilan dan relasi yang mereka miliki, startup bisa dibangun dengan mudah. Tapi ternyata tidak semua startup bisa berdiri dan berkembang dengan lancar. Ada pula mereka yang bersusah payah membangun tapi akhirnya juga mengalami kegagalan. Tapi apa sebenarnya yang membuat sebuah startup itu gagal berkembang?

1. Startup yang menyewa terlalu banyak orang tapi gagal berkomunikasi dengan mereka

terlalu banyak orang untuk startup kecil

Startup memang tidak bisa dikerjakan hanya seorang diri. Tentu saja butuh beberapa orang untuk mengerjakan bagian yang berbeda – beda. Sedangkan sebagai pemilik, kita akan fokus mencari cara mengembangkan apa yang kita miliki agar lebih dikenal dan dicari oleh pasar. Ketika merekrut banyak orang, kita juga harus tahu bagaimana cara mengelola dan mengatur mereka, bahkan berkomunikasi dengan mereka. Terutama bagi pendiri startup yang masih belia atau masih berstatus sebagai mahasiswa atau pelajar, menjadi seorang pemimpi tentu bukan hal mudah. Kecerdasan dalam berkomunikasi dengan orang di dalam startup kitalah yang harus dimiliki.

Startup yang gagal adalah mereka yang tidak bisa mengkomunikasikan ide atau perintah dengan baik. Bahkan bukan hanya atasan ke bawahan, komunikasi yang baik juga harus terjalin antar sesama karyawan. Itu sebabnya bagi startup yang sedang berkembang, perlu kiranya untuk memperhatikan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang – orang di dalamnya. Jangan hanya tertuju pada banyaknya orang yang direkrut, tapi tertuju pada penyampaian dan pencapaian yang bisa dilakukan oleh semua orang di dalamnya.

2. Ingin sukses tapi tidak tahu apa yang bisa ditingkatkan dan apa yang tidak

bingung menentukan tujuan

Sebagian dari kita tentu akan fokus mendapatkan uang dari startup yang dijalankan, sebagian lainnya akan fokus menciptakan solusi bagi siapapun yang nanti menggunakan hasil dari proses startup itu. Tapi yang terpenting adalah sebuah startup harus tahu apa yang menjadi keunggulan dan kekurangan mereka. Mereka harus paham apa yang ingin mereka capai dan apa yang ingin mereka berikan untuk orang lain. Waktu menjadi tolak ukur dari kemampuan mengorganisir dan mendistribusikan ide menjadi sebuah produk.

Startup yang gagal adalah mereka yang membuang – buang banyak waktu tanpa tahu apa yang ingin dicapai. Mereka cenderung tidak tahu apa yang ingin ditingkatkan dan apa yang tidak bisa ditingkatkan dari potensi mereka. Mereka hanya bekerja dan bekerja tanpa tahu bagaimana nanti hasil yang akan didapatkan. Dan ini tentu buruk bagi masa depan sebuah startup.

3. Tidak ada usaha yang sukses ketika mengabaikan diri sendiri

mengabaikan diri sendiri

Gila kerja dan produktif saat bekerja memang jelas berbeda. Bagi sebagian orang menyelesaikan pekerjaan dan membawanya ke dalam kehidupan kita lainnya menjadi hal yang lumrah. Karena dengan begitu kita bisa menyelesaikan dengan cepat semua tugas kita. Tapi apakah itu produktif? belum tentu. Bekerja produktif akan memberikan kita waktu untuk diri kita sendiri. Produktif akan membantu kita untuk menyeimbangkan waktu kerja dan waktu pribadi kita. Saat kita merasa sudah bekerja keras tapi tidak memberikan hasil yang diharapkan, itu yang disebut tidak produktif.

Menjalankan sebuah startup memang perlu bekerja keras, tapi bekerja lebih cerdas adalah keharusan. Tidak ada kesuksesan yang bisa didapatkan ketika kita mengabaikan hidup dan kepentingan kita sendiri. Semuanya harus seimbang.

4. Pendiri startup yang masih menunjukkan sikap labil dan lebih mengikuti ego pribadi

masih saling bertengkar

Kebanyakan pendiri startup adalah mereka yang masih berstatus sebagai mahasiswa atau pelajar. Mereka yang aktif dan berambisi untuk sukses di usia muda memberikan semangat untuk menciptakan bisnis di jalan meerka sendiri. Bagi mereka yang memiliki keahlian dan relasi tentu bisa menciptakan startup.

Tapi startup yang gagal adalah ketika mereka masih mempertahankan ego masing – masing dan masih menunjukkan sikap labil di usia remajanya. Mereka yang gagal lebih banyak memperdebatkan hal – hal yang tidak penting, mendengarkan dan mengoreksi kesalahan dengan berakhir pertengkaran. Sampai akhirnya mereka tidak fokus pada memperbaiki kesalahan dan kembali mengembangkan ide – idenya.

Seorang pendiri startup harus tahu apa yang mereka kerjakan saat ini. Mengabaikan sejenak ego masing – masing dan kembali fokus mengerjakan tugas yang sudah diberikan akan jauh lebih baik.

Baca juga:

5 Orang yang Dibutuhkan Setiap Startup

Ketahui 5 Resiko Ini Saat Meluncurkan Startup Baru

6 Kebutuhan Penting Sebuah Startup

Loading...

  • 3
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *