Business Says Headline Tips Bisnis

4 Pelajaran yang Bisa Didapat dari Bisnis Kue Artis

 

Loading...

Kue ArtisPernah booming di berbagai daerah, popularitas kue kekinian milik para artis kini redup. Bahkan, banyak gerai bisnis tersebut yang tidak beroperasi kembali, alias tutup. Mengapa demikian? Apa yang bisa kita pelajari dari fenomena ini?

Bisnis kue artis: dulu bombastis, sekarang kritis

Beberapa tahun ke belakang, kita banyak melihat bisnis kue kekinian. Menariknya, camilan khas tersebut di-branding oleh artis-artis ibukota. Kue tersebut biasanya berupa kue bolu atau sponge cake manis yang digabungkan dengan pastry.

Dengan popularitas yang dimiliki para artis dan jenis produk yang unik, kue kekinian pun dengan cepat menarik hati masyarakat. Banyak orang yang rela antri berjam-jam di gerai-gerai kue tersebut untuk bisa mencicipi rasanya. Kue kekinian para artis pun seolah menjadi primadona yang dicari banyak orang.

Bagai euforia, seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak artis yang ikut berbisnis hal serupa. Bisnis kue tersebut tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dari Jakarta bahkan hingga Makassar.

Adapun deretan nama artis yang pernah terlibat bisnis ini di antaranya adalah pasangan Zaskia Sungkar-Irwansyah serta Ruben Onsu-Sarwendah, Sandra Dewi, Ricky Harun, Ayu Tingting, juga Syahrini. Kini, gerai kue milik para artis tersebut dikabarkan sudah tutup.

Sekarang, kita jarang mendengar brand baru kue kekinian. Tren kue kekinian telah digantikan oleh berbagai kuliner lainnya. Bisa dikatakan, kue kekinian ala para artis semakin redup popularitasnya.

Walau sudah tutup, bisnis kue artis meninggalkan banyak pelajaran

Fenomena tutupnya berbagai bisnis kue bukan hanya sekadar fenomena biasa. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari fenomena tersebut, lho.

1. Seluruh aspek bisnis harus dijalankan dengan matang

Kue kekinian sangat gencar dipromosikan, terutama lewat medsos. Berbagai kampanye promosi dilakukan untuk memasarkan produk tersebut. Sang artis pemilik brand juga gencar mempromosikan produknya kepada para fans.

Sepintas, strategi marketing yang dijalankan berbagai brand kue tersebut memang patut diacungi jempol. Hal yang luput adalah, berbisnis kuliner tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek saja. Anda juga perlu memperhatikan segala aspek mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi produk. Semuanya penting dan saling berkesinambungan.

Anda tak bisa hanya gencar pada aspek marketing produk, tanpa mengimbanginya dengan peningkatan kualitas produk.

2. Jangan mudah ikut tren yang musiman

Sebelum memulai bisnis suatu produk kuliner, ada hal penting yang perlu Anda pikirkan matang-matang. Pastikan bahwa produk kuliner tersebut bukan tren musiman belaka. Sesuatu yang musiman tidak akan bertahan lama, ia pasti akan cepat digantikan tren lain.

Pada awalnya, tak dipungkiri bisnis kue kekinian terlihat sangat menjanjikan. Animo masyarakat terlihat tinggi. Banyak orang yang rela antri demi mendapatkan kue tersebut. Banyak artis yang tergiur akan booming-nya produk kue kekinian, sampai-sampai mereka turut berbisnis kue.

Sayangnya, selera masyarakat terhadap berbagai jenis kue kekinian ternyata tidak bertahan lama. Para artis yang terlanjur melucurkan brand kue, akhirnya harus menelan kenyataan pahit. Pada akhirnya, mereka pun banyak yang menutup gerainya dan berhenti memproduksi kue.

Oleh karenanya, selalu lakukan riset pasar sebelum berbisnis kuliner. Jangan-jangan, produk laris karena sedang hype saja? Bukan berarti sesuatu bisa booming, pasti akan bertahan lama.

3. Fokus kepada produk dalam membangun citra brand

Kue kekinian sangat bergantung pada citra sang artis pemilik brand. Nama artis tersebut disematkan dalam nama brand, bahkan hingga nama varian produk. Kampanye promosi kue pun selalu mengarahkan spotlight kepada artis.

Hal ini bisa mendatangkan dampak positif. Produk jadi mudah terkenal karena dipasarkan lewat artis yang notabenenya adalah orang terkenal. Namun, ada dampak negatif yang bisa ditimbulkan. Ketika pamor artis sedang redup, pamor produk pun turut redup.

Oleh karenanya, perlu kehatian-hatian dalam memasarkan produk. Tentunya, setiap pebisnis ingin produknya dikenali oleh masyarakat. Fokuslah untuk memperkuat citra produk Anda, agar benar-benar menarik hati masyarakat luas.

4. Yang unik yang akan bertahan

Jika diperhatikan, berbagai brand kue tersebut memang memiliki ciri khas masing-masing. Namun, produk antara brand satu dengan yang lainnya hampir mirip, yakni gabungan cake semacam bolu dengan pastry.

Orang cenderung mencari sesuatu yang unik, baru bisa tertarik. Semakin unik akan semakin membuat penasaran. Prinsip inilah yang perlu dipegang dalam berbisnis kuliner.

Buatlah produk brand Anda terlihat lebih menonjol dari yang lain. Ciptakan ciri khas unik, yang membedakan produk Anda dengan produk lainnya. Hal ini bisa membuat bisnis kuliner Anda bertahan lebih lama.

Jangan sampai ketinggalan berbagai informasi menarik lainnya seputar bisnis dan entrepreneurship. Simak berbagai artikel persembahan Mebiso untuk mendapatkan wawasan ter-up to date. Selamat berbisnis, salam sukses!

Baca artikel-artikel menarik lainnya di:

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *