Leadership

4 Peran Leader yang Harus Anda Kuasai Sebagai Enterpreneur

 
  • 3
    Shares

Peran seorang enterpreneur dalam sebuah bisnis kini menjadi semakin kompleks dan dinamis. Selain mereka harus mampu bertindak sebagai manager tradisional: planning, organizing, directing dan controlling untuk mengkoordinir pasukan mereka, mereka juga harus mampu menjadi leader yang efisien. Leader yang baik adalah mereka yang mampu menjalankan empat fungsi pemimpin berikut:

Energize

Pemimpin yang baik saat ini tidak hanya memberikan umpan balik dan informasi perkembangan paling update saja. Mereka harus bisa menggerakkan energi karyawan ke arah yang positif ketika mereka mengkomunikasikan ide. Artinya, pemimpin harus sadar akan maksud dan dampak potensial yang akan ditimbulkan dari kata-kata mereka. Ketika berinteraksi dengan orang lain, terutama pada saat perubahan besar, baik tantangan maupun tekanan organisasi, sikap Anda akan sangat diamati oleh karyawan Anda. Maka jadilah pemimpin. Berkomunikasilah dengan penuh pertimbangan dan dari hati Anda. Warnai kerja sehari-hari dengan inspirasi dan energi positif yang membentuk gambaran-gambaran masa depan yang jelas, kemudian gambarkan pula dengan jelas peran pasukan anda di dalamnya.

Empower

Empower atau memberdayakan artinya adalah menyerahkan kekuasaan kepada orang lain. Memberikan kekuasaan mungkin akan terasa sangat janggal untuk seorang founder atau enterpreneur. Alih-alih mengambil kontrol atas orang lain, leader yang sukses akan berupaya untuk memberdayakan mereka. Leader yang sukses adalah mereka yang bisa mengendalikan diri mereka dan bekerja untuk menginspirasi orang lain. Pemberdayaan akan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk bertumbuh berdasarkan pada motivasi dan kerja keras mereka. Bisnis yang besar akan berusaha menginspirasi karyawan dengan mendorong pertumbuhan dan pembelajaran, mendukung mereka dengan pelatihan dan alat-alat yang tepat, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan konstruktif.

Support

Support atau mendukung artinya Anda harus mampu mengkomunikasikan tujuan dengan jelas, memberi umpan balik mengenai kemajuan, dan menyediakan alat dan pelatihan yang diperlukan karyawan anda. Ketika anda menantang atau justru menghentikan produktivitas, lakukann komunikasi dua arah yang konstruktif dan identifikasi tindakan yang tidak destruktif. Ketika terjadi masalah dan kesalahan, carilah solusinya, bukan menyalahkan satu individu atas sebuah kegagalan. . Anda harus mampu melindungi karyawan dari kejatuhan. Dukungan dari atasan akan memupuk ikatan dan persahabatan antara karyawan. Karyawan akan berinteraksi dan tampil penuh percaya diri dalam lingkungan yang mendukung. Mereka merasa nyaman meminta perhatian untuk sebuah masalah dan menawarkan solusi karena mereka tahu mereka akan didengar dan masukan yang mereka berikan akan Anda pertimbangan secara serius.

Communicate

Komunikasi yang konstruktif adalah ciri dari organisasi yang sangat sukses dan betapa bagusnya kualitas pemimpin yang menjalankannya. Komunikasi konstruktif dibangun dengan cara interaksi yang dinamis dan penyebaran informasi ke seluruh organisasi dengan transparan. Hal ini membutuhkan keterampilan seperti listening atau mendengarkan secara aktif, clarify atau mengklarifikasi pesan, confirm atau membenarkan niat, dan appreciate atau menghargai kekuatan kata-kata. Pemimpin yang baik akan mempertimbangkan siapa audiens mereka, dan senantiasa berhati-hati memilih nada dan medium untuk menyampaikan pesan mereka. Apalagi dengan semua teknologi yang saat ini tersedia: telefon, email dan instant messaging ke Twitter, Skype, YouTube dan banyak lagi. Maka kemungkinan mendapatkan dan penyebaran informasi bisa berlangsung dengan cepat, luas dan tidak terbatas.

You don’t need to be born a great leader to become a great leader.

Leadership adalah kualitas yang bisa anda asah dengan empati yang tajam dan jam terbang yang tinggi. Good luck ;-)


  • 3
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *