Running A Business

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot

 
  • 4
    Shares

Ya, Siapa yang tidak ingin punya bisnis autopilot ? Bisnis yang jalan sendiri dan berkembang dengan sedikit atau tanpa pengawasan kita. Terlepas memang anda enjoy menjalankan sendiri bisnis anda, hampir semua pengusaha mau memiliki bisnis autopilot. Artikel ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya dengan judul “Juragan vs korporasi” bisa dibaca di sini>> http://mebiso.com/tentang-jadi-juragan-vs-bangun-korporasi-mana-yang-lebih-penting-untuk-kesuksesan-entrepreneur/, mohon maaf atas keterlambatan saya yang baru kasih lanjutannya setelah beberapa saat vakum.

Bagaimana caranya membuat bisnis kita bisa autopilot ? 

Jawabannya singkatnya adalah BANGUN SISTEM + TEAM!
Apa itu sistem ? Sistem adalah urut-urutan proses atau prosedur yang apabila DIULANGI hasilnya SAMA. Sistem-lah yang membedakan bisnis juragan dengan bisnis korporasi. Tanpa sistem yang baku, maka bisnis anda sangat tergantung dengan anda sebagai “superman” yang harus memerintah dan mengontrol segala operasional bisnis anda. Dalam bisnis ada beberapa sistem yang harus anda bangun. Berikut adalah 7 pilar yang perlu anda bangun :

1. Marketing

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot

 

Marketing adalah cara anda mendatangkan calon customer ke dalam bisnis anda, prakteknya bisa berupa inbound call, store visit atau visitor ke website anda. Team marketing bertugas mengkomunikasikan produk/jasa anda kepada target customer melalui berbagai channel, baik offline maupun online. Contoh: sebar brosur, pasang baliho, pasang iklan facebook, ikut pameran, dll.

2. Sales

 

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot

7 Checklist membangun Bisnis Autopilot: Sales

Sales adalah bagaimana cara anda mengkonversi calon pembeli yang dikirim oleh marketing menjadi pembeli dan selanjutnya loyal customer. Tentukan proses penjualan di bisnis anda, apakah memerlukan presentasi, ataukah via chat. Trainingkan sales/chat scriptnya, asah cara presentasinya, siapkan demo produk dan material pendukung sales lainnya.

3. Produksi

produksi via commons.wikimedia.org

produksi via commons.wikimedia.org

Jika bisnis anda melibatkan proses manufaktur/produksi, maka anda juga perlu membuat sistem produksi. Gunanya untuk memastikan pesanan customer atau rencana produksi bisa ditepati baik jumlah, kualitas maupun jadwal deliverynya. Didalamnya termasuk penyiapan bahan baku, perawatan mesin, hingga quality control.

4. Operational

operasional

operasional

Sistem operasional adalah bagaimana anda menghandle order hingga delivery dengan efektif dan se-efisien mungkin kepada customer. Sejak dari closing oleh sales hingga produk/jasa diterima oleh customer. Misal: order picking, packing, hingga delivery. Didalam sistem operasional juga meliputi pembelian dan manajemen persediaan/stok (kecuali untuk perusahaan besar, kedua hal ini bisa dipisah sistem tersendiri).

5. Keuangan

keuangan via blog.mokapos.com

keuangan via blog.mokapos.com

Sistem keuangan adalah yang mengatur pemasukan dan pengeluaran uang dari dan ke bisnis anda. Penjualan tunai, pelunasan dari customer, pembayaran supplier, cicilan hutang, mutasi kas kecil. Sistem ini bertugas memastikan perusahaan memiliki cukup uang untuk terus beroperasi dan menguntungkan (menghasilkan kas).

6. Admin/Akuntansi

 

akuntan internal via firmfinder.org

akuntan internal via firmfinder.org

Sistem akuntansi adalah bagaimana anda mencatat semua transaksi keuangan untuk tujuan pelaporan dan analisa. Akuntansi adalah rapor bisnis anda, adalah cermin yang anda gunakan untuk memperbaiki bisnis lewat angka. Mulai dari pembelian, hutang, stok, penjualan, kas/bank hingga laba/rugi. Tanpa angka anda hanya akan menerka2 dalam gelap.

7. HR

human resources via leblanclawandmediation.com

human resources via leblanclawandmediation.com

Last but not least, Sistem Human Resource mengatur bagaimana anda merekrut, seleksi, mendevelop team agar menjadi superteam yang nantinya melaksanakan kelima sistem diatasnya. Superteam inilah yang akan membangun bisnis autopilot anda, tanpa team yang bertanggungjawab dan terlatih, sistem tidak akan jalan.
Sedangkan TEAM adalah orang-orang yang melakukan ke-7 sistem diatas dan yang secara riil membangun bisnis kita. Membangun sistem dan team membutuhkan proses dan waktu, namun hasilnya sepadan agar bisnis anda bisa di duplikasi dan berjalan tanpa anda.

  • 4
    Shares

6 komentar

  • 27 Juli 2017 - pukul 14:31

    Thanks for the info pak.
    Saya memang lagi pusing bgmn mmbuat bisnis saya jadi autopilot.

    Bisnis saya bergerak di bidang training soalnya.

    Nice info
    Salam
    Chandra transwish

  • Bowo
    13 Januari 2018 - pukul 16:45

    Apakah sistem autopilot ini bisa diterapkan di UKM dengan jml karyawan dibawah 4 orang?

    • 15 Januari 2018 - pukul 3:36

      tentu saja bisa

    • Wenslaus Ruwu
      22 Maret 2018 - pukul 8:50

      SAYA bingung dengan bisnis auto pilot,,,apakah bisnis ini bisa berjalan jika saya hanya bisa siapkan modal soalnya saya masih awam dan bingung untuk membentuk team

      • Santi laeka
        13 November 2018 - pukul 4:42

        Bagaimana menjalankan auto pilot dn berapa banyak modalnya

  • Santi laeka
    13 November 2018 - pukul 4:48

    Bagaimana menjalankan auto pilot dn berapa banyak modalnya

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *