Technology

7 Tren Desain Website yang Akan Hilang di Tahun 2014

 

Loading...

Web desain adalah sebuah seni dan regenerasi. Maka 2014 pasti akan menjadi tahun yang menantang bagi para desainer web. Tahun baru, muncul pula gaya-gaya baru. Ide-ide segar akan bermunculan dan kemudian berkembang menjadi tren terbaru yang menarik. Tentu saja beberapa tren yang usang akan menghilang. Apa saja?

Tren Website dengan Banyak Halaman

Seringkali kita temukan website-website yang terbagi ke dalam banyak sekali halaman-halaman. Maka begitu model website paralax / website 1 halaman muncul, model ini dapat dengan mudah diterima menjadi tren terbaru. Minimalis, kemudahan, usability, dan responsif. Ketika website paralax mampu mengakomodir semua kebutuhan ini, maka kenapa harus bersusah payah membaginya ke dalam halaman-halaman yang belum tentu dikunjungi user? Coba sekali-sekali tengok Google Analytic anda. Jangan kaget jika anda temukan kalau user hanya browsing 1-2 halaman saja ketika kemudian meninggalkan halaman website anda.

Tren Pita-pita

Konten dekoratif ini telah menghiasi banyak website selama lebih dari dua tahun. Mereka memberi fan service yang baik. Tapi sudah saatnya kita move on. Karena dekorasi yang sudah cukup lama mendominasi dalam beberapa tahun terakhir ini, cepat atau lambat membuat website kontemporer anda justru jadi menjemukan dan tampak ketinggalan jaman. Manfaatkan bagian layar yang sebelumnya didominasi pita-pita ini dengan konten yang lebih informatif.

ribbon-page

Stock Photo yang Terkesan tidak Nyata

Jika Anda ingin orang lain merasa terhubung dengan website Anda, maka Anda tidak dapat menggunakan stok foto generik yang sama sekali tidak menampilkan kepribadian apapun. Jadilah berani untuk menggunakan foto orang-orang yang ada di sekitar anda. Meskipun terkesan tidak sempurna, pilih foto yang lebih nyata, dan pengunjung Anda akan membalas dengan memberi kepercayaan mereka.

stockphoto

Gaya Koran

Kolom teks yang panjang, huruf serif yang kecil – kecil, mereka adalah gaya koran. Online? Tentu saja berbeda. Anda perlu “think big, but keep it simple”. Teks yang jauh lebih pendek dengan ukuran huruf yang lebih besar memiliki impact yang jauh lebih baik.

Hirarki Konten yang Ambigu

Demi mengadopsi gaya “tile” mirip Pinterest, banyak website justru berakhir dengan tampilan yang tampak berantakan. Tidak semua jenis konten bekerja dengan kolom dan kotak-kotak.

pinterest

Skeuomorfisme

Skeuomorfisme berarti menampakkan desain seolah mereka muncul seperti kehidupan nyata. Contohnya sebuah app di iPhone yang benar-benar tampak seperti rak buku. Apple adalah penggiat tren skeuomorfisme, dan Apple pulalah yang menandai kejatuhannya. Ketika Apple meluncurkan versi terbaru iOS mereka, skeuomorfisme menghilang dari skema desain mereka.

skeuomorfisme

Jenis Font yang Berbeda

Mencampur font bukanlah langkah yang cerdas. Apa kesamaan yang dimiliki antara Arial, Helvetica dan Waltograph? Tidak banyak, sehingga justru mengganggu website anda. Maka desain website Anda dengan tetap berpegang pada maksimal dua atau tiga jenis font dan konsisten dengan distribusinya (satu tipe font untuk paragraf, satu untuk judul, dll).

Kontras Warna yang Setengah-setengah

Pengunjung website Anda ingin membaca teks dan melihat gambar dengan mudah. Bila Anda memilih kontras yang setengah-setengah; misalnya antara biru dan biru sedikit cerah, Anda justru menambahkan effort yang sia-sia bagi pengunjung Anda. Solusinya? Gunakan kontras yang benar-benar beda untuk menonjolkan konten Anda.

source: Wix's Blog
Loading...

2 komentar

  • 6 Oktober 2014 - pukul 15:31

    Baru pertama berkunjung kesini, dapat referensi dari forum. Sebenaranya saya tidak mengerti design, tapi yang terpikir ketika baca artikel diatas “apakah harus selalu ganti template, untuk menarik pengunjung?”
    Mohon sarannya.

    • Administrator
      7 Oktober 2014 - pukul 7:13

      Untuk menarik pengunjung sebuah website atau blog, tidak perlu untuk selalu ganti template. Anda bisa memilih template yang sesuai dengan tema atau konten yang akan dibahas di blog nantinya. Kemudian bisa disesuaikan dan dikembangkan sendiri. Jadi tidak perlu melakukan ganti template berkali – kali :)

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *