Business Says Tips Bisnis

8 Cara Sederhana Ajarkan Bisnis Pada Anak

 

Loading...

Cara Mengajarkan Bisnis pada Anak Belajar bisnis memang tak pandang usia. Tidak hanya orang dewasa, anak juga bisa diajarkan tentang bisnis, lho. Ayah dan Bunda, berikut ini adalah cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan bisnis pada anak.

Cara mengajarkan bisnis pada anak bisa dilakukan dengan aktivitas sehari-hari, lho

Sumber gambar: unsplash.com/@derekowens

Untuk mengajarkan anak berbisnis, tak selalu dengan terjun langsung berbisnis. Hal yang paling penting adalah menanamkan nilai-nilai entrepreneur skill alias keterampilan berwirausaha kepada anak.

Anak akan lebih mudah belajar entrepreneur skill ketika hal tersebut dikemas dalam bentuk aktivitas. Banyak aktivitas yang dilakukan sehari-hari yang dapat melatih keterampilan berbisnis si kecil. Aktivitas ini memang terlihat sederhana, namun tetap bermakna!

Latih anak untuk tanggung jawab

Tanggung jawab merupakan salah satu aspek penting dalam berbisnis yang perlu dilatih. Berikan anak Anda tugas, di mana anak Anda harus menuntaskannya. Anda bisa memberikan tugas-tugas sederhana di rumah, seperti membuang sampah, membantu merencanakan menu makan, atau merapikan mainannya kembali setalah bermain.

Ajarkan dasar-dasar finansial, termasuk mengatur anggaran

Tahukah Anda, salah satu kesalahan yang sering membuat pebisnis gagal yaitu kurang maksimalnya dalam mengelola keuangan dan anggaran. Oleh karena itu, penting untuk Anda memberikan wawasan mengenai dasar-dasar finansial kepada anak.

Latih anak untuk mengatur anggaran dengan melakukan aktivitas sederhana, Anda bisa mengajak anak untuk menabung, mengatur pengeluaran uang sakunya, dan tak lupa untuk melibatkan anak dalam menyusun anggaran liburan keluarga. Hal itu akan membuat anak memahami ilmu finansial dengan mudah.

Tumbuhkan jiwa kepemimpinan

cara mengajarkan bisnis pada anak
Sumber gambar: unsplash.com/@benwhite

To be an an an entrepreneur is to be a leader! Pentingnya mengasah Jiwa kepemimpinan sedari kecil.

Belajar kepemimpinan bisa di mana saja, baik di sekolah maupun di rumah. Anak bisa belajar kepemimpinan di sekolah dengan mengikuti kegiatan seperti pramuka. Ketika di rumah, Anda bisa meminta anak untuk mengajar adik kecilnya membaca atau membantu mengerjakan PR.

Membuat ‘tamasya bisnis’

Sumber gambar: unsplash.com/cremajoe

Tamasya bisnis ini pada dasarnya adalah berkunjung ke suatu tempat produksi atau perusahaan. Berkunjung langsung ke tempat usaha adalah salah satu media pembelajaran yang asyik. Dengan begitu, anak bisa mengamati secara langsung proses-proses dari suatu bisnis.

Anda sebagai pemandu tamasya harus siap untuk memandu si buah hati dalam mengamati proses bisnis di lokasi. Oh ya, dorong anak untuk mencari tahu bisnis yang akan mereka kunjungi dan tak lupa menyiapkan pertanyaan sebelum pergi ke tempat kunjungan.

Ceritakan tentang pekerjaan Anda

Sumber gambar: unsplash.com/@enaerl

Jika Anda sendiri seorang pebisnis, Anda bisa mengajarkan bisnis dengan menceritakan pekerjaan Anda. Jelaskan tugas serta tanggung jawab Anda, termasuk proses-proses yang Anda hadapi. Ceritakan juga tantangan yang Anda temui.

Anda juga bisa menceritakan topik-topik yang cukup rumit, misalnya saja etika bekerja. Pokoknya, banyak hal yang bisa Anda ceritakan!

Selain bercerita, jika memungkinkan, ajak anak ke tempat Anda bekerja. Dengan demikian, anak Anda bisa langsung mengamati aktivitas-aktivitas yang terjadi di tempat kerja.

Asah kemampuan si buah hati untuk berkomunikasi

Sumber gambar: unsplash.com/@benwhite

Keterampilan berkomunikasi itu penting! Pebisnis sukses harus bisa mengolah informasi, menulis, serta melakukan presentasi.

Asahlah kemampuan ini dengan membuat berbagai kegiatan. Anda bisa mengajak anak untuk menulis cerita sederhana atau membuat prakarya dan mempresentasikan prakarya tersebut di depan anggota keluarga.

Jadilah teladan untuk anak

Sumber gambar: unsplash.com/@CDC

Memberikan wawasan seputar bisnis pada anak memang susah-susah gampang. Satu hal yang perlu Anda ingat bahwa Anak akan menjadikan orangtuanya teladan, maka berikan mereka contoh yang baik! Tidak hanya berupa suruhan, Anda juga bisa ikut mempraktikannya bersama sang buah hati.

Baca artikel-artikel menarik lainnya di sini:

Referensi:

https://www.entrepreneur.com/article/228797

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *