Leadership

9 Tips Melatih Kemampuan Presentasi Anda di Depan Calon Investor

 

   

Ketika Startup sedang pitching di depan investor, mereka bisa tampil sangat menarik atau justru bisa jadi sangat membosankan. Karena kebanyakan pendiri Startup adalah orang teknis yang tidak terbiasa tampil di depan publik. Padahal apa yang mereka komunikasikan adalah inovasi, yaitu sesuatu yang benar-benar baru dan asing di masyarakat. Jadi, apa yang perlu Anda lakukan untuk memperbaikinya? Nah pemilik Startup berikut adalah 9 tips mengasah presentasi Anda dari beberapa founder Startup sukses di dunia:

1. Jelaskan ke Ibu anda.

Kedengarannya sederhana. Tetapi jika Anda bisa menjelaskan apa itu startup Anda ke ibu atau lebih baik lagi nenek Anda, maka investor adalah obyek yang terlalu mudah. Jadi pitch ide anda ke mereka. Kemudian minta mereka untuk menceritakan kembali apa yang mereka pahami – Eric Koester, DCI.

2. Bikin presentasi yang sekontras mungkin.

Bukan desain yang akan memenangkan hati investor, namun pesan. Maka tujuan anda adalah kejelasan dengan menggunakan citra yang jelas dan kontras yang tinggi. Jika Anda menyeimbangkannya dengan font besar dan headline yang pendek, investor akan lebih mudah menangkap inti bisnis Anda. Maka singkirkan tipografi mewah dan gambar abu-abu / transparan untuk website Anda. Pastikan mereka bisa dibaca dengan semudah mungkin – Tyler Arnold, SimplySocial Inc.

3. Rekam diri anda.

Merekam diri anda sendiri di video dapat membantu Anda menyempurnakan pitching startup Anda. Ketika meninjau video, perhatikan hal-hal detail seperti nada, kecepatan bicara, dan ekspresi wajah. Dengan menontonnya, anda dapat mengevaluasi nuansa yang tidak Anda sadari Anda ciptakan dan Anda akan menemukan cara untuk meningkatkannya. Dengan menjadi sadar terhadap diri sendiri, anda akan menempatkan diri anda selangkah lebih maju dari rekan-rekan pitching Anda lainnya – Kim Kaupe, ‘ZinePak.

4. Pitch pada setiap orang yang anda tahu akan menolak anda.

Pitch pada investor yang anda tahu tidak akan pernah berinvestasi pada anda. Mereka adalah orang-orang paling skeptis yang akan mengajukan pertanyaan yang menantang. Anda akan menemukan semua pertanyaan yang mungkin akan diajukan pula oleh market anda di masa depan – Ioannis Verdelis, Syntellia.

5. Sebutkan dengan jelas funding yang anda perlukan.

Banyak enterpreneur ‘lupa’ dengan hal ini. Tapi jika Anda butuh 100 juta untuk eksis, maka sampaikanlah apa adanya. Karena bukan berarti Venture Capital yang anda pitch tidak tahu kalau anda sedang dalam kesulitan finansial sampai anda mebutuhkan inkubasi. Mereka perlu tahu persis apa yang Anda butuhkan – Andrew Schrage, Money Crashers.

6. Berlatih dengan orang asing.

Cara mudah untuk memoles pitching anda adalah dengan berlatih dengan orang asing. Bahkan akan lebih baik lagi jika anda pitching pada orang yang benar-benar belum pernah kenal industri Anda: di warung kopi, di pesawat terbang, atau di toko kelontong. Cara mudah untuk mengidentifikasi apakah pitch Anda semakin menarik adalah ketika orang lain mau mengatakan, “Ceritakan lebih banyak lagi tentangnya” – Antonio Neves, Thinqaction.

7. Pitch pada peserta acara.

Pameran startup adalah waktu yang paling tepat untuk memoles kemampuan pitch Anda karena secara otomatis Anda akan dipaksa untuk menjelaskan konsep perusahaan untuk setiap orang yang mengunjungi stan Anda hanya dalam di bawah beberapa menit – Zachary Yungst, Cater2.me.

8. Terus mengubahnya sampai Anda mendapat pertanyaan follow-up.

Pitch Anda harus menjelaskan apa yang anda kerjakan sambil sekaligus membuat orang lain merasa terlibat. Jika mereka tidak mulai bertanya, berarti Anda membuat mereka bosan. Maka teruslah mengubahnya sampai Anda memiliki “pengait” yang membuat orang-orang mengajukan pertanyaan. Pitching hanya soal jam terbang saja – Chuck Cohn, Varsity Tutor.

9. Tunggu sampai menit terakhir.

Menunggu sampai menit terakhir akan memaksa Anda untuk fokus pada slide yang memiliki nilai maksimum saja. Anda tidak akan punya waktu untuk terobsesi pada setiap slide dan membuat mereka justru mengembang kemana-mana. – Jared Brown, Hubstaff.

Bonus: 10. Menyesuaikan pitching dengan konteksnya.

Memahami peserta juga menjadi salah satu faktor penting yang seringkali terlewatkan. Misalnya jika start-up Anda adalah bisnis e-commerce dan kebetulan peserta pitching bukan target market Anda. Maka yang harus Anda presentasikan janganlah fitur-fitur dan isi dari produk yang Anda jual, melainkan segi design dan kemudahan user experience yang harus Anda tonjolkan. Temukan referensi design dan user experiece start-up e-commerce disini – JagoanWeb

           

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *