Running A Business

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kesalahan Beriklan Golf Channel

 

50 tahun yang lalu, “I Have A Dream”  salah satu pidato terbaik dalam sejarah disampaikan oleh Martin Luther King. 50 tahun kemudian, Golf Channel menulis campaign di Twitter mengenai hari bersejarah ini. Tak lama campaign ini justru menuai kritik.

Salah satunya dari Unmarketing.com (sebuah website yang sangat berpengaruh di bidang brand & marketing) yang merasa tersinggung akibat pidato Martin Luther King yang baginya sangat bersejarah justru digunakan untuk sekedar kepentingan promosi. Apa yang salah?

Kita tidak pernah tahu seberapa pentingkah sebuah peristiwa bagi customer kita. Seberapa dalamkah impact berupa kesan/trauma yang ditimbulkan peristiwa itu kepada mereka. Dalam kasus Golf Channel, penulis Unmarketing merasa tersinggung akibat peristiwa yang dianggapnya bersejarah justru digunakan ke dalam sayembara murah hanya sekedar untuk mengikuti “trend” dan “go viral”.

golf-dream-ads

Kasus ini setidaknya masih lebih halus dibanding sejumlah kegagalan ads seperti Krisis Mesir yang dimanfaatkan secara ‘menyimpang’ oleh brand Kenneth Cole.

kenneth-cole-ads

Atau bencana badai Sandy yang juga dimanfaatkan dengan ‘salah’ oleh brand besar seperti American Apparel.

american-apparel-ads

Kita tidak pernah tahu tingkat emosi yang dimiliki seseorang terhadap sebuah peristiwa yang sedang kita gunakan sebagai ajang promosi. Maka hal terbaik yang dapat dilakukan oleh brand adalah bersikap netral. Ada baiknya kita berhenti menggunakan event seperti liburan dan perayaan, dan membuatnya jadi semua tentang kita. Bisnis harus lebih manusiawi dan penuh toleransi. Minimal menunjukkan respect dan mengirimkan tweet singkat seperti “50 tahun yang lalu, Martin Luther King pernah memiliki mimpi. Terima kasih telah mengubah dunia”

Bagaimana menurut anda?


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *