Technology

Auto-Sync Folder pada Linux CentOS dengan LSYNC

 

Loading...

LSYNC merupakan command UNIX yang bisa digunakan untuk sinkronisasi data secara realtime. Jadi setiap ada perubahan data pada folder asal, akan berubah pula data pada folder tujuan. Berikut step2 instalasinya:

1. Pertama pastikan source server dapat SSH langsung tanpa password ke server tujuan. Caranya bisa anda cek di tutorial kami sebelumnya: SSH Tanpa Password dengan RSA Key Authentication

2. Kemudian install DAG repo agar package lsyncd tersedia

wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.i386.rpm (ganti i386 menjadi x86_64 jika anda menggunakan 64bit)

wget http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt

yum install lsyncd

3. Setelah proses instalasi selesai, sekarang kita konfigurasi folder yang ingin di-sync

4. Pertama, kopi file config ke folder etc

cp/usr/share/doc/lsyncd/lrsync.lua /etc/lsyncd.conf

5. Kemudian edit file config

nano /etc/lsyncd.conf

6. Berikut settingan yang terdapat pada file config lsyncd.conf

settings = {
statusFile = “/tmp/lsyncd.stat”,
logfile = “/tmp/lsyncd.log”,
statusInterval = 1,
}

sync{
default.rsync,
source=”/var/www/html/”,
target=”xxx.xxx.xxx.xxx:/var/www/html/”,
rsyncOps=”-az”, #  -> rsync option pilihan bisa anda cek dengan menggunakan command rsync -h
excludeFrom=”/etc/rsync_exclude.lst”,   # -> isi rsync_exclude.lst dengan folder2 yg tdk ingin di-sync
}

sync{
default.rsync,
source=”/var/lib/mysql/”,
target=”xx.xxx.xxx.xxx:/var/lib/mysql/”,
rsyncOps=”-az”,
excludeFrom=”/etc/rsync_exclude.lst”,
}

7. Setelah setting selesai, jalankan lsyncd

/etc/init.d/lsyncd start

8. Lalu atur agar lsyncd autostart setelah reboot

chkconfig lsyncd on

9. LSYNC sekarang sudah selesai. Anda bisa cek dengan membuat file baru pada folder source. Lalu periksa di folder target apakah keduanya sudah berhasil ter-sync dengan benar. Selamat mencoba  ;-)

Loading...

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *