Technology

Backup Data Website melalui FTP & phpMyAdmin

 

Loading...

“Lagi – lagi kena hack”. Barangkali itulah kalimat pertama yang melintas di benak anda ketika mendapati website anda terkena serangan hacking. Memang jika kita memiliki website, maka hacking merupakan salah satu resiko yang tidak bisa lepas darinya. Terutama jika kita memiliki pengetahuan minim tentang sekuriti. Namun resiko ini bukan berarti tanpa solusi. Salah satu penanganan yang dapat kita ambil adalah melakukan restore Backup. Melalui aktivitas ini, kita bisa mereplace file-file yang terinfeksi hacking ke file backup bersih yang telah kita simpan di komputer.

Begitu pentingnya memiliki cadangan data, sehingga salah satu tindakan pengamanan yang perlu anda lakukan untuk website anda adalah rutin melakukan backup. Berikut adalah panduan tentang cara melakukan backup secara manual melalui FTP dan phpMyAdmin. Semoga bermanfaat :-)

Backup file website melalui FTP

1. Unduh dan install software FTP pada komputer anda. Salah satu software FTP yang bisa anda manfaatkan adalah Filezilla. Filezilla bisa anda download pada situs pengembangnya di sourceforge.net.

2. Jalankan Filezilla.  Isikan IP server anda pada isian “Mesin”, user ftp anda pada “Nama Pengguna”, password ftp pada “Kata Kunci”, dan pada “Port” isikan 21 (protokol FTP pada server). Kemudian klik Koneksi Cepat. Setelah tampil pesan “Pendataan direktori berhasil” artinya anda telah terkoneksi dengan server anda melalui FTP dan siap untuk melakukan proses transfer.

3. Klik kanan pada “public_html” kemudian klik Download. Tunggu hingga proses download selesai. Sekarang anda sudah memiliki backup file dari website anda.

4. Untuk melakukan restore, misalnya jika suatu waktu website anda terkena serangan hacking, anda cukup menghapus semua file pada direktori “public_html”. Kemudian upload file backup yang telah anda save di komputer anda.

Backup database melalui phpMyAdmin

Backup melalui FTP hanya menyimpan file-file PHP, HTML dan folder-folder dari website anda. Anda belum mendownload database dari website anda. Untuk melakukan backup database, anda membutuhkan phpMyAdmin. Berikut langkah-langkahnya:

1. Masuk ke phpmyadmin anda melalui cPanel.

2. Pilih database yang ingin anda backup.

3. Klik menu Export.

4. Pada “Export Method” anda bisa memilih “Quick” untuk mendownload semua tabel, atau “Custom” jika anda ingin memilah-milah tabel mana saja yang ingin anda download. Pada “Format”, pilihlah SQL. Terakhir, klik GO.

5. Save file .sql ke komputer lokal anda. Tunggu hingga proses download file .sql tersebut selesai. Sekarang anda sudah memiliki backup dari database anda.

6. Untuk melakukan restore database website, misalnya jika suatu saat database anda corrupt, Anda cukup menghapus semua tabel dalam database anda. Klik menu Import, pilih salah satu file .sql dari backup database yang pernah anda lakukan, kemudian mulailah proses Import dengan mengklik GO.

“Kapan saya harus melakukan Backup?” Backup merupakan cadangan data. Keberadaannya dibutuhkan jika sewaktu-waktu website kita tidak berjalan dengan semestinya. Sehingga ada baiknya jika kita melakukannya secara rutin. Minimal seminggu sekali untuk melakukan backup database. Sebab database selalu berkembang setiap saat. Sedangkan untuk backup lewat FTP, anda bisa melakukannya setiap kali anda melakukan perubahan pada website anda. Misalnya proses upgrade, dsb. Demikianlah cara melakukan backup file dan database website melalui FTP & phpMyAdmin. Kami harap semoga website anda senantiasa sehat. Selamat merawat website anda :-)

Loading...

6 komentar

  • 6 Oktober 2011 - pukul 23:24

    terimakasih sekali..
    tips ini sangat bagus untuk menjaga web/blog kita..

    tapi, ada cara yang lebih simple gag? :)

  • 5 Januari 2012 - pukul 5:25

    Wah, terima kasih tipsnya nih.. Sangat berguna untuk mengamankan isi web bila suatu saat pindah hosting… Thanks

  • 3 Desember 2012 - pukul 18:30

    Kalau Tutor Mindahin/Transfer Website antar hosting/serverm gimana boss…? Udah ada Link nya blm ?

  • Photoshopku.net
    6 Januari 2013 - pukul 19:17

    Om ini berlaku untuk Joomla ga?

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *