Running A Business

Bagaimana Cara Meyakinkan Calon Investor Bisnis Anda?

 
  • 27
    Shares

   

Ketika Anda akan memulai suatu usaha, mungkin Anda akan mengalami kendala yang hampir ditemui semua orang yang ingin memulai usaha, PERMODALAN. Untuk mengatasi kendala permodalan ada tiga jawaban, yakni dengan dana pinjaman, dana investasi, atau dana hibah.

Walaupun berbeda nama dan mekanismenya, namun ketiga instrumen permodalan umum tersebut memiliki kesamaan, yakni bersifat investasi. Artinya bisnis yang menerima investasi harus memberikan keuntungan dan pertambahan nilai pada penanam modalnya.

Mendapatkan investor tentu saja bukan pekerjaan mudah. Untuk sedikit meringankan usaha Anda dalam mendapatkan investor, Anda perlu mengetahui lebih dulu sudut pandang mereka. Anda harus tahu faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan mereka untuk berinvestasi.

1. Hubungan kepercayaan

Banyak hal dalam bisnis yang diputuskan berdasarkan kepercayaan. Hubungan yang baik menghasilkan rasa saling percaya yang kuat. Kepercayaan yang kuat timbul karena Anda bisa menjaga kredibilitas pribadi Anda.

Apabila kredibilitas Anda belum teruji benar dan sulit meyakinkan investor akan kredibilitas Anda, maka sebaiknya carilah investor dari orang-orang terdekat Anda. Karena orang-orang terdekat kita berarti orang yang paling percaya kepada kita.

2. Pengalaman

Pengalaman bercerita lebih banyak bagi seorang investor daripada sebuah presentasi yang menggebu-gebu. Karena pengalaman adalah sebuah sertifikat tanpa wujud yang menunjukkan Anda sudah cukup belajar banyak.

Semakin lama usia bisnis Anda, semakin besar peluang mendapatkan investasi. Oleh karena itu apabila Anda masih belum juga mendapatkan investasi saat ini, bersabarlah. Cobalah bertahan selama mungkin karena pengalaman berbanding lurus dengan waktu.

3. Tunjukkan Anda punya motivasi untuk sukses

Kesuksesan investor adalah buah dari kesuksesan usaha yang mereka danai. Oleh karena itu semua investor pasti mendedikasikan diri untuk melihat usaha yang mereka modali sukses karena keuntungan mereka datang dari kesuksesan usaha yang mereka modali.

Itu artinya mereka juga harus memperhatikan motivasi sang penerima modal untuk sukses. Tunjukkan pada investor bahwa Anda sungguh-sungguh memimpikan kesuksesan.

Diluar 3 faktor tadi, ada kunci utama yang harus Anda ketahui untuk meyakinkan Investor Anda yaitu ROI atau Return on Investment.

Apa itu ROI ??

Return of Investment  adalah sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan dalam investasi yang biasanya ditunjukkan sebagai presentase investasi total tahunan.

Angka dalam ROI ini bisa membantu membuat perbandingan keuntungan yang bisa diperoleh bagi investor secara cepat. Misalkan ada dua peluang usaha, yang satu berinvestasi pada perusahaan “X” dan yang satunya berinvestasi pada saham.

Dengan ROI, Investor bisa memilih mana yang menghasilkan keuntungan terbesar dari uang mereka. Apakah berinvestasi di perusahaan “X” tersebut, atau mereka memilih berinvestasi pada saham. Semakin tinggi ROI-nya, semakin baik. Jadi apabila Anda membutuhkan seorang investor, angka ROI inilah yang mereka lihat.

Ada beberapa faktor dasar yang menentukan ROI dari sebuah investasi. Faktor dasar tersebut adalah:

  1. Semua biaya finansial, termasuk investasi awal dan investasi berikutnya.
  2. Semua perolehan finansial, termasuk peningkatan dana (jika ada) dari investasi dan kembalinya uang investor.
  3. Periode waktu, yaitu seberapa lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan.
  4. Keuntungan non finansial dalam investasi, seperti kepuasan yang diperoleh dengan berpartisipasi dalam perkembangan perusahaan baru.

Misalkan Anda adalah seorang investor yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu dari dua perusahaan, sebut saja perusahaan A dan perusahaan B.

  1. Perusahaan A : Investasi 50 juta, diperkirakan kembali sejumlah 100 juta dalam waktu 2 tahun.
  2. Perusahaan B : Investasi 150 juta, diperkirakan kembali sejumlah 300 juta dalam waktu 4 tahun.

Pada contoh di atas, manakah investasi yang lebih baik?

Pertama, perusahaan A akan menghasilkan keuntungan 50 juta. Ingat, modal Anda 50 juta. Sedangkan perusahaan B akan menghasilkan keuntungan 150 juta, karena Anda telah menanam modal 150 juta.

Dilihat sekilas, investasi di perusahaan B akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi Anda, yaitu 150 juta rupiah. Tetapi dikarenakan panjang waktu yang diperlukan sebelum investasi di perusahaan B terbayar, ROI sederhana di perusahaan A sebenarnya lebih tinggi:

  1. Perusahaan A : kembali 200% dalam 2 tahun atau 100% ROI per tahun.
  2. Perusahaan B : kembali 200% dalam 4 tahun atau 50% ROI per tahun.

Yang harus Anda ingat bahwa semakin tinggi prosentase ROI semakin baik. Jadi, ROI perusahaan A lebih baik karena lebih tinggi dari ROI perusahaan B, walaupun keuntungannya lebih sedikit.

Maka dari itu, ROI Anda harus tinggi. Siapapun investor Anda, ROI inilah yang harus Anda kedepankan. Meskipun si investor itu teman atau saudara Anda.

Hanya saja, Anda harus berhati-hati jika memilih teman, keluarga atau kerabat sebagai investor Anda.  Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Satu lagi, selain ROI yang harus Anda perhatikan, Anda juga harus sabar dalam mencari investor. Kesabaran juga merupakan kunci sukes  dalam mencari investor. Yang penting, dalam diri Anda selalu tertanam sikap positif apabila ternyata investor yang Anda harapkan belum bersedia mendanai bisnis Anda. Sikap positif inilah yang membuat Anda bisa termasuk dalam karakteristik  pengusaha sukses.

Bagaimana? Anda siap mencari investor ? :)

Baca juga:

9 Tips Melatih Kemampuan Presentasi Anda di Depan Calon Investor

6 Kebutuhan Penting Sebuah Startup

Beberapa Tips Berinvestasi untuk Pemula

           
  • 27
    Shares

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *