Leadership

Bagaimana Gaya Kepemimpinan yang Paling Baik?

 

Gaya kepemimpinan – Gaya kepemimpinan sangat diperlukan jika Anda menempati posisi atasan yang mungkin mendorong insting natural Anda untuk memimpin. Namun, insting memimpin saja tidak cukup, lho.

Anda perlu merasa antusias untuk menyusun program kerja dan target selama setahun. Membayangkan keberhasilan di ujung periode memang menyenangkan, namun tetap saja ada kekhawatiran yang mungkin muncul di benak Anda.

Buat Anda yang introvert atau sering butuh penyesuaian lama, memikirkan cara mengatur rekan kerja agar kooperatif bisa menjadi kegundahan.

Latar belakang karyawan memang berbeda-beda tapi selalu ada cara kok untuk mengatur perbedaan itu. Salah satunya dengan gaya kepemimpinan situasional.

Jadi jangan khawatir lagi, ya. Yuk kita pelajari lebih lanjut tentang gaya ini yang akan membantu pekerjaan Anda.

Apa itu gaya kepemimpinan situasional?

Gaya kepemimpinan situasional dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard karena mereka menganggap tidak ada satu pun cara kepemimpinan yang cocok digunakan untuk semua kondisi.

Gaya kepemimpinan ini menekankan pada dua faktor, yaitu tingkat kematangan karyawan dan tingkat kesiapan karyawan.

Tingkat kematangan merujuk pada kompetensi dan level keahlian karyawan, sementara tingkat kesiapan karyawan dapat dinilai dari komitmen dan motivasinya dalam menanggung tanggung jawab.

Singkatnya, gaya kepemimpinan ini mau berkata, “sebelum Anda mengambil sikap, sebaiknya lihat dulu bawahan Anda.” Hersey dan Blanchard yakin dengan menerapkan gaya kepemimpinan ini, pemimpin akan mampu meraih tujuan utama mereka dengan baik.

Nah, gaya kepemimpinan ini membagi 4 gaya yang berbeda sesuai tingkat kematangan dan kesiapan karyawan.

Tipe 1: Telling/Directing (Memberikan instruksi)

gaya kepemimpinan yang baik
Sumber gambar : pexels.com/@startup-stock-photos

Karyawan yang cocok diberikan gaya directing ini adalah mereka yang keahliannya belum mumpuni namun memiliki semangat kerja yang tinggi.

Dengan menerapkan tipe ini, pemimpin lebih banyak memberikan instruksi yang jelas dan melakukan supervisi agar mereka mampu mengerjakan tugas dengan baik.

Karyawan akan memperoleh kepuasan dengan mendapatkan tugas yang jelas dan berhasil mengerjakannya.

Tipe 2: Coaching 

Jika karyawan memiliki karakteristik berkomitmen yang masih rendah namun skill yang sudah mulai berkembang, ada baiknya gaya coaching ini diterapkan, lho.

Jika Anda menerapkan gaya ini, Anda harus mulai untuk menjalin relasi yang dekat dengan karyawan. Relasi ini betujuan agar Anda bisa memberi motivasi kepada mereka dan mereka pun terbuka terhadap permasalahan yang kadang menghambat kinerja mereka.

Tipe 3: Participating/Supporting

Karyawan di bagian ini memiliki kompetensi yang semakin tinggi, namun belum dapat mengembangkan komitmen atau antusiasme untuk mengemban tanggung jawab secara penuh.

Dengan menerapkan gaya partisipatif, pemimpin tidak lagi perlu banyak mengarahkan namun lebih menekankan untuk berbagi ide dan keputusan yang harus diambil oleh karyawannya.

gaya kepemimpinan yang baik
Sumber gambar : www.pexels.com/@startup-stock-photos

Tipe 4: Delegating

Bisa dibilang karyawan di tahap ini adalah yang paling mandiri. Selain sudah memiliki skill yang paling mumpuni dan memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap semua pekerjaan dan tugas yang diberikan oleh pemimpin.

Di tahap ini, pemimpin tak lagi banyak mengurus hal-hal teknis tugas yang diberikan. Pemimpin cenderung memercayakan karyawan karena ibaratnya karyawan yang berada di bagian ini sudah memiliki kematangan dan kesiapan yang baik.

Nah itu tadi gaya kepemimpinan situasional. Apakah kamu sudah siap menerapkannyai? Selanjutnya, kita akan kenalan dengan gaya yang lain. Ditunggu ya!


Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *