Leadership

Bagaimana Membangun Jiwa Kepemimpin Anda

 
  • 3
    Shares

Loading...

Jika bicara tentang jiwa kepemimpinan, maka karisma seperti gaya kinetik yang mampu membedakan antara seorang pemimpin dan anggota timnya. Banyak beredar persepsi yang menyatakan bahwa Karisma adalah bakat bawaan lahir. Namun persepsi ini salah. Karisma adalah sesuatu yang dapat anda pelajari. Seperti apa? Anda bisa mencoba tips di bawah ini mulai dari nomor satu.

1. Temukan apa gaya kepemimpinan anda.

Ada 4 gaya figur karismatik yang berbeda:

– Fokus: Gaya ini didasarkan pada persepsi kehadiran. Dengan gaya kepemimpinan ini, anda selalu bisa membuat orang-orang di sekitar anda merasa spesial, seolah merekalah satu-satunya di ruangan bersama Anda.

– Visioner: Mereka yang memiliki gaya seperti ini, mampu membuat orang lain merasa terinspirasi.

– Baik: Gaya ini berasal dari bahasa dan gerak tubuh yang baik dan elegan. Namun, jika Anda tidak menggabungkannya dengan beberapa keterampilan gaya otoriter. Maka anda dianggap tidak memiliki ketegasan.

– Otoriter: Gaya ini adalah gaya paling kuat. Setiap bahasa tubuh tegas. Sehingga kadang kebanyakan pemilik gaya ini dianggap kurang menyenangkan.

2. Carilah pengalaman dari luar zona nyaman anda.

Anda dapat sengaja menempatkan diri dalam situasi tidak nyaman sehingga Anda dapat berlatih menangani ketidaknyamanan yang nyata. Dengan cara ini, Anda dapat menemukan berpengalaman lebih dan mungkin, Anda akan dikenal lingkungan anda sebagai seseorang yang patut dihormati untuk keberaniannya. Karisma bisa dibilang adalah soal jam terbang.

3. Bersiap sekarang juga.

Sebuah kesempatan untuk debut di depan publik bisa menjadi sebuah tantangan baru untuk anda. Dia bisa datang kapan saja. Makanya, bila kesempatan ini melintas, segeralah raih. Kemudian luangkanlah waktu lebih untuk melakukan persiapan yang maksimal dari segi materi dan mental sebelum debut anda berlangsung.

4. Hilangkan keraguan terhadap diri anda sendiri.

Bila anda merasa tidak percaya diri, maka sebaiknya segera perbaiki mindset anda. Karena tim anda tidak akan bisa percaya pada Anda jika Anda tidak mempercayai diri anda sendiri. Ketidakpastian dalam tindakan dan perkataan Anda tidak akan cukup untuk membangun kepercayaan yang dibutuhkan orang lain ketika mereka bekerja di bawah pimpinan Anda.

5. Melindungi.

Jika anda dalam sebuah kondisi di mana tidak semua anggota tim anda mempunyai karakter yang sama, sedangkan posisi anda bukan sebagai psikolog yang dapat memahami satu persatu anggota tim anda, maka satu hal yang bisa Anda lakukan adalah memimpin dengan penuh perlindungan, sehingga anggota tim anda merasakan kekuatan leadership Anda ketika mereka tengah menyatukan karakter.

6. Mendengar itu sama pentingnya dengan berbicara.

Pemimpin yang baik akan menunggu orang lain untuk menyelesaikan pernyataan mereka sebelum dia mulai berbicara. Hal ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dan berkomitmen untuk berbagi waktu dengan orang itu. Waktu adalah uang, dan jika Anda menunjukkan bahwa Anda menginvestasikan waktu Anda untuk mendengar, maka mereka yang berbicara akan merasa dihargai oleh Anda.

7. Jaga keseimbangan antara pribadi yang hangat dan kuat.

Anda tidak perlu menjadi abrasif / kasar untuk mendapatkan status yang kuat, contohnya jutawan UK Richard Branson yang dikenal humble dan lucu. Jadilah tetap rendah hati, namun tetap dihormati. Hal ini membuat orang lain tidak akan punya alasan untuk membenci Anda.

8. Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain.

Kaitannya dengan rasa percaya diri. Apabila anda merasa percaya pada diri anda sendiri, anda dapat mengilhami anggota tim anda untuk menjadi percaya pada diri mereka sendiri. Justru dengan membanding-bandingkan diri, Anda menunjukkan rasa insecure / tidak aman.

9. Kuasai bahasa tubuh anda.

Hati-hati dengan pembawaan anda di depan orang lain. Karena bahasa tubuh tidak bisa menipu. Dia bahkan bisa menjelaskan lebih banyak dibanding ucapan anda.  Misalnya jika Anda mencoba untuk menghindari konfrontasi, dengan duduk di sudut 90 derajat atau sisi samping seseorang, anda secara tidak langsung akan mengesankan bahwa anda kurang konfrontatif dibandingkan berhadapan dengan lawan anda.

Menjadi karismatik itu tidak lepas dari manfaat anda bagi orang lain. Maka, jadilah sosok yang dapat memberi makna dan substansi. Tawarkan tangan, hati dan waktu Anda untuk membantu orang lain. Suatu saat, Anda pasti akan diingat. Jadi, sampai di mana anda melakukannya?

Loading...

  • 3
    Shares

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *