Running A Business

Bagaimana Mengubah Penolakan Jadi Pembelian

 
  • 1
    Share

Penolakan adalah sebuah hal yang lumrah. Apalagi di dunia bisnis. Maka sebagai pelaku bisnis, kita perlu menanamkan faham bahwa:

Penolakan tidak bersifat personal. Dia bisa muncul kapanpun dalam kondisi apapun. Dan penolakan merupakan potensi penjualan dalam bentuk yang agak ‘berbeda’.

Artinya penolakan bisa saja mengarah pada penjualan (Breaking the rejection), jika kita tahu caranya. Khusus untuk hal ini, triknya adalah mengetahui dulu alasan penolakan sebelum membalik keadaan.

Pengalaman buruk

Alasan penolakan seperti ini, bisa ditepis dengan mudah melalui upaya untuk menghapus pengalaman – pengalaman buruk pembeli. Misalnya dengan menunjukkan kelebihan produk yang kita jual.

breaking-the-rejection-1

Emosi yang tidak terpenuhi

Kaitannya adalah dengan kepercayaan diri penjual. Apabila penjual percaya dengan mutu produk yang dipresentasikan, maka dia bisa menjalin emosi dengan lebih lancar.

breaking-the-rejection-2

Nilai produk dianggap kurang

Kaitannya adalah dengan penguasaan produk dari penjual. Kembali lagi, apabila penjual punya penguasaan produk yang lebih baik, maka dia bisa menjelaskan dengan lebih baik.

breaking-the-rejection-3

Otoritas dianggap penting

Hal ini terjadi jika pihak kedua menganggap ijin dari pihak ketiga merupakan syarat absolut sebelum melakukan pembelian. Maka, dengan menjalin emosi dan menjelaskan nilai produk secara intensif pada pihak kedua, setidaknya anda memastikan bahwa penolakan sekarang merupakan pembelian yang tertunda. Sebab pihak kedualah yang nantinya akan mewakili anda untuk meyakinkan pihak ketiga.

breaking-the-rejection-4

Lingkungan saing tidak mendukung

Pembeli wajar saja melakukan perbandingan – perbandingan dengan produk pesaing. Maka dengarkan. Dari sini, sebagai penjual anda bisa mendapatkan informasi gratis untuk rumus ATM: Amati – Tiru – Modifikasi.

breaking-the-rejection-5

Anggaran tidak tersedia

Jika sudah menyangkut anggaran, maka kini terserah pada penjual untuk memberi penjelasan – penjelasan pada pembeli untuk meyakinkan bahwa harga mahal yang dikeluarkan sebanding dengan output yang dia terima.

breaking-the-rejection-6

Kebutuhan tidak ada

Tunjukkan bahwa produk yang kita miliki sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Atau, berikan solusi kepada mereka untuk memadukan dengan produk lain apabila nyatanya produk anda tidak dapat meliputi kebutuhan mereka. Ingat bahwa kejujuran itu emas.

breaking-the-rejection-7

Aman tidak memutuskan

Hal ini biasanya disertai dengan pertimbangan berlarut-larut. Yang kemudian akan disertai dengan pembatalan pembelian. Makanya, batasi pilihan pelanggan. Misalnya dengan menerapkan order due date. Anda juga bisa memberikan motivasi, misalnya melalui insentif tambahan, bonus yg tak terduga, dlsb agar pelanggan dapat segera menentukan keputusan (Yang mana tentunya pembelian).

breaking-the-rejection-8

Nanti saja

Waktu yang tidak tepat biasanya dilandasi akibat tidak adanya kebutuhan yang mendasar dari seorang pembeli. Untuk itu, jelaskan kelebihan produk anda dan katakan bahwa pembeli membutuhkannya.

breaking-the-rejection-9

Nah JagFamily, Trial & Error merupakan sebuah syarat paten untuk menjadi mahir dalam bidang Breaking the Rejection (menghadapi penolakan). Sebab upaya marketing pada dasarnya tidak lepas dari pengalaman. Sekarang yang terpenting adalah, anda berani mencoba? ;-)


  • 1
    Share

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *